
Keluar dari hutan Vallen langsung diminta untuk menghadap ke kantor menemui Vano, Ethan kembali menjalankan mobil ditempat ramai setidaknya ia bisa bernafas lega saat imi.
"Stop!!" Ucap Vallen.
Untuk kedua kalinya kening Ethan dicium oleh stir mobil, ia hampir membentak Vallen atas perbuatannya namun apalah daya ketika bos nya masih tetap tidak mematikan sambungan.
"Vallen kenapa suka sekali menghentikan orang ditengah jalan mm?!!" Ucap Ethan menahan geramnya.
Vallen keluar mobil dan berlari ke tengah jalan membantu seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan sedang berusaha melewati jalanan.
"Tante ingin kemana?" Tanya Vallen.
"Tante ingin ke mobil sayang tapi,,,,"
"Vallen bantu ya tante" ucap Vallen langsung memegang bahu wanita itu.
"Tapi,,,,"
"Vallen tau Vallen baik tante tapi tidak perlu memuji seperti,,,,"
"Sayang ini masih lampu merah jadi tidak boleh menyebrang" ucap wanita itu bergantian memotong kalimat Vallen.
__ADS_1
Vallen memperhatikan rambu-rambu lalulintas, pantas saja setiap lampu itu berubah warna menjadi merah Ethan akan berhenti pikir Vallen.
Setelah lampu hijau, wanita itu mengajak bela ke mobilnya yang berada di pinggir jalan.
"Tante bela!!" Ethan menghampiri bela yang tak lain adalah istri dari David Ferrero.
"Ethan bukan?" Tanya bela menebak nebak.
"Iya tante saya Ethan" jawab Ethan tersenyum ramah sambil bersalaman pada bela.
Vallen merasa tidak asing dengan nama itu pasalnya ia pernah mendengar nama bela disebut sebut dalam hidupnya, dan setelah berpikir cukup lama ia ingat sekarang jika nama Bela adalah istri David yang mengubah logo gedung Ferrero sebagai bukti cintanya.
"Tante aku tidak ingin bertemu dengan mu!!" Ucap Vallen ketus.
"Vallen tidak boleh berbicara seperti itu pada tante Bela, dia lebih dewasa dari kita" ujar Ethan menasehati Vallen.
"Tante putri mu tidak boleh mendekati laki laki ku!" Kata Vallen mengabaikan nasehat Ethan.
"Fania" ucap bela dengan wajah datar.
"Nah si Fania Fania itu tidak boleh mendekati Vano tidak boleh sama sekali!!!" Ucap Vallen mempertegas kalimatnya.
__ADS_1
Hening sejenak setelah Bela kembali merubah wajahnya, dia menatap Vallen dengan sikap peramahnya selama ini.
"Sayang tante pastikan Fania tidak akan mendekati kekasih mu yaa walaupun Vano adalah teman masa kecil Fania" kata bela.
"Tante aku kesal sudahlah!!" Ujar Vallen lalu menyambar tangan bela kemudian bersalaman dan kembali ke mobil dengan wajah masam.
Ethan bingung harus mengikuti Vallen atau berbincang sebentar dengan bela.
"Tante maaf Ethan harus pergi" ucap Ethan lalu menyusul Vallen kedalam mobil.
Bela merasa aneh dengan gadis yang tadi, selama ini Fania tidak pernah disebut sebagai perusak hubungan orang dan sekarang namanya terdengar di telinga Bela.
"Putri ku sudah besar" gumam Bela tersenyum tipis melihat kepergian mobil yang dijalankan oleh Ethan.
Selesai masalah tadi Ethan langsung menuju ke kantor untuk membawa Vallen kehadapan Vano Salvatrucha, rupanya bos dari Ethan itu sudah murka karena Vallen telah berkunjung ke ujung neraka.
Bisa jadi persoalan ini akan kena imbah pada Ethan dan Sarah karena telah membiarkan gadisnya perg terlalu jauh.
###
okeee karena aku udah selesai praktek kalian siap siap tunggu crazy up seharian
__ADS_1
are you ready? ya udh ready aja