Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 69


__ADS_3

Tring,,, tring,,,tring


"Vallen sudah sadar" ucap Ethan dari balik sambungan telepon Farel.


"Syukurlah"


"Tapi,,,,"


Keduanya menunggu lanjutan kalimat dari Ethan, seperti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.


"Vallen hilang dari ruangannya usai melewati masa kritis" kata Ethan.


Vano langsung berhenti mendadak mendengar perkataan Ethan, dadanya sesak mendengar informasi itu. Vallen benar benar pergi seperti apa yang ia ucapkan terakhir kali.


Vano membanting setir mobilnya kembali ke rumah sakit, persetan dengan berlian dan siapa Vallen dia tidak peduli intinya Vallen harus tetap disisinya.


Sampai dirumah sakit Vano langsung masuk kedalam ruangan, tentu ruangan itu kosong. Vano mengatur nafas sejenak untuk menetralkan diri.


"Di,,,dimana,,,," Vano hampir tidak bisa berbicara.


Vano langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ethan agar mengerahkan pasukan sebanyak mungkin untuk mencari Vallen saat ini juga.


"Keluarkan seluruh pasukan untuk mencari Vallen, cepat Ethan!! Aku tidak ingin dia pergi terlalu jauh" ucap Vano dengan bibir gemetar.


"Zea semakin menjadi jadi Vano" saut Ethan sendu.

__ADS_1


Vano pun mendengar teriakan Zea dari ponselnya, sebenarnya Vano tidak tega dengan adik kecilnya itu tapi saat ini Vallen juga benar benar penting dalam hidupnya.


"Aku akan menggantikan mu menjaga Zea, aku akan berusaha membujuknya" kata Farel lalu meninggalkan Vano menuju ruangan Zea.


Beberapa saat kemudian Ethan masuk ke ruangan kosong itu, hanya ada Vano disana dengan wajah sendu nya.


"Pasukan sedang berpencar mencari Vallen" ujar Ethan menepuk pundak Vano.


"Kepung hutan tempat perkumpulan mafia itu, jika mereka tidak mengakui keberadaan Vallen pastikan hutan itu terbakar habis malam ini juga!!" Titah Vano meremas seprei rumah sakit.


Keduanya berjalan keluar namun Ethan sedikit aneh dengan kertas putih diatas meja, setaunya tidak Vano pasti sudah melunasi administrator.


Ethan mengambil kertas itu lalu membuka sedikit karena penasaran, setelah melihat nama Vallen pasti itu untuk Vano.


"Vano mungkin ini,,,," Ethan menghentikan kalimatnya karena Vano sudah terlebih dahulu merebut kertas putih itu.


Masih ingat aku? Iya aku yang selalu membuat ulah dirumah mu. Tidak menyangka aku bisa menulis? Haha aku memang pintar dalam hal itu, baiklah kali ini zona serius.


Vano aku ingin berterimakasih padamu atas segalanya, terimakasih atas tempat tinggal dan keluarga hangat dirumah itu, terimakasih telah memberikan pengalaman terhebat dalam hidup ku. Berkat dirimu aku tau dunia itu luas, aku tau bumi itu tidak hanya malam dan gelap. Vano aku sangat menyukai matahari tapi aku tidak mungkin bisa hidup berdampingan dengannya, terlalu banyak orang yang tidak menyukai ku di dunia ini termasuk dirimu. Aku berharap saat dunia tidak membela ku kau adalah satu orang yang masih percaya padaku tapi ternyata itu semua hanyalah khayalan yang terlalu tinggi, kau adalah orang terdepan yang tidak mempercayai ku bahkan menyerang ku dengan dua senjata aahh itu mengerikan dada ku sakit tertusuk terlalu dalam.


Haahh!! Apa garis hidup yang telah Tuhan berikan untukku memang seperti ini? Jika memang iya aku tidak masalah setidaknya Allah mu baik telah memberikan kesempatan padaku untuk mengenal orang orang baik. Aku harap aku tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi karena setelah aku keluar dari tempat ini aku bukanlah Vallen melainkan perempuan pembunuh yang sangat tidak kau sukai.


selamat tinggal, aku pasti akan merindukan mu walau aku tidak akan mengingat wajah mu.


Ah ya satu lagi sampaikan salam ku pada bunda Vira pastikan dia baik baik saja dan titip Sarah jangan sampai dia menginjakkan kaki ditempat yang sama denganku

__ADS_1


Assalamu'alaikum lagiπŸ˜πŸ‘‹πŸ‘‹


VALLEN (tanda tangan menggunakan darah)


Vano hampir tidak bernafas membaca beberapa baris pesan terakhir Vallen, dia tidak pernah berpikir efek dari semua ini akan berakibat fatal yaitu kehilangan.


"Kenapa kau diam saja Ethan!! Cepat cari dia!!" Teriak Vano mulai kehabisan akal.


Ethan memasang earphone untuk berkomunikasi dengan ketua pasukan, tangannya yang begitu cekatan sangat mudah meretas data rumah sakit.


"Tunggu bukankah Vallen mengenakan gelang yang kau berikan? Kenapa kita melacak gelang itu" ucap Ethan.


"Lalu kenapa kau banyak berbicara lacak sekarang!!"


Ethan mengangguk lalu memulai pekerjaan darurat nya, tidak terlalu sulit melacak keberadaan Vallen karena gelang itu sudah tersambung otomatis ke ponsel nya.


"Dapat!!"


"Jalan sekarang!!" Ujar Vano langsung mengambil kunci mobil nya.


"Tapi,,,,"


"Tapi apa!! Aku tidak ingin mengetahui alasan lain cepat jalan kenapa kau masih diam apa kau ingin mati!!"


"Vallen berada di masjid" ucap Ethan termenung sendiri.

__ADS_1


Vano langsung berlari keluar rumah sakit diikuti oleh Ethan, bukan masalah dimana Vallen saat ini namun kenapa dirinya berada di masjid.


Harapan terbesar ku adalah kau baik-baik saja, maaf sebanyak banyaknya, aku mencintaimu Vallen aku berjanji akan menemukan mu dan akan menikahi mu lalu pergi dari tempat sialan ini sejauh mungkin. Batin Vano


__ADS_2