Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 102


__ADS_3

Selang beberapa hari Vano, Farel, dan Ethan harus menghadiri acara tahunan perusahaan dimana para pembisnis pembisnis level tinggi berkumpul disana namun yang membuat Vano kesal adalah ia tidak bisa membawa Vallen ke acara itu karena David sudah membooking terlebih dahulu.


"Ayo berangkat" ajak Farel didampingi Zea.


Vano mengangkat kepalanya dan melihat dua pasangan disana pertama Farel dengan Zea kedua Ethan dan Sarah, yaa walaupun mereka tidak berniat menjadi pasangan tapi pakaian mereka terlihat serasi, entah darimana mereka memilih pakaian yang sama.


"Aku bukan pasangan asal kau tau!" Ucap Ethan datar melihat ekspresi Vano.


"Ganti pakaian mu mata ku perih melihat pakaian seperti itu dan pastikan warnanya tidak sama dengan dia" kata Vano menunjuk Sarah dengan matanya.


Dan alasan sebenarnya bukan itu melainkan dia iri melihat teman temannya berpasangan sedangkan dirinya tidak memiliki gandengan.


"Waktunya mepet Vano jangan bercanda" ucap Ethan.


"Terserah! Gunakan mobil yang lain jika tidak menuruti perkataan ku" ujar Vano.


"Baik siapa takut, Sarah ayo!" Ajak Ethan menggandeng Sarah didepan Vano untuk membuatnya semakin kesal.


"Baiklah ayo kak kita pergi"


"Cih kau pikir aku mau menjadi obat jangkrik? Pergi berdua dengan suami mu" jawab Vano meninggalkan Farel dan Zea.


"Kakak ku yang satu ini kenapa sangat berbeda (Zea menepuk keningnya) ayo kak kita pergi sebentar lagi waktunya akan dimulai"


Farel tidak bergerak sama sekali bahkan ia mendudukkan dirinya ditempat Vano tadi.

__ADS_1


"Kak?"


"Peraturan pertama yang harus kau jalani adalah menggunakan pakaian tertutup dan ini sudah cukup memenuhi standar (menunjuk pakaian Zea) kedua jangan tergoda dengan anak anak pembisnis yang mengikuti acara itu, ketiga jangan hilang dari radius lima meter, keempat tidak boleh makan makanan sembarangan, kelima jangan pernah menyentuh minuman kecuali air putih" tutur Farel melipat kedua tangannya.


Zea sampai meneguk saliva nya mendengar peraturan ketat dari Farel, ini memang tidak wajar seperti biasa sebelum ia menikah tapi kenapa sekarang se overprotektif ini pikir Zea.


"Masih ada lagi kak?"


"Jangan berani main mata disana" jawab Farel.


"Apa perlu Zea menggunakan kacamata?"


"Tidak!!"


Dengan segelintir aturan akhirnya Farel dan Zea berangkat menuju gedung tempat acara sedangkan Vano yang mengendarai mobil sendiri sudah sampai sedari tadi beserta Ethan dan Sarah.


Wajah Vano memang datar begitu juga matanya yang dingin namun disela sela tatapan nya itu ia sedang mencari sosok gadis, mereka sudah berjanji akan bertemu disana.


"Ck dimana dia" gumam Vano tidak tenang.


"Kau sedang mencari Vallen?" Tanya Farel.


"Bukan urusanmu" jawab Vano ketus.


Farel bisa apa jika jawabannya sudah begitu, ia lebih baik melayani Zea untuk memberinya makanan yang sudah lulus uji standar menurut nya sendiri.

__ADS_1


"Vallen jika aku menghitung sampai tiga kau datang aku akan melamar mu disini" gumam Vano membuat challenge untuk diirinya sendiri.


"Satu,,,,,,"


Besar harapan Vano agar Vallen muncul didepan pintu masuk.


"Dua,,,,,"


Masih belum ada pergerakan sama sekali.


"Tiga,,,,,"


Yaahh akhirnya yang masuk adalah tamu lain, Vano memejamkan matanya menghadap bawah meja.


"Vano Vano dia datang" ucap Ethan memukul pelan pundak Vano.


"Siapa? Pembisnis? Aku tidak peduli jangan ganggu aku" ujar Vano menepis pukulan Ethan.


"Vallen sudah datang tuan Vano" saut Sarah disebelah Ethan.


Vano mengangkat kepalanya pelan lalu melihat ke arah pintu masuk.


🌱🌱🌱


minta vote 😳 maksa ni😌

__ADS_1


__ADS_2