Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 121


__ADS_3

Setelah persetujuan dari Vallen kini tibalah saatnya Vano melaksanakan tugas untuk memasangkan cincin dijari manis gadis itu.


Huuhh


"Bismillah" ucap Vano mengambil cincin permata dengan hiasan sederhana namun elegan itu.


Vano menatap cincin itu bergantian dengan Vallen yang akan ia pasangkan cincin.


"Tangan mu" kata Vano mengulur tangannya.


Vallen mengulurkan tangannya diatas telapak tangan calon suami tapi Vano langsung melepasnya.


"Aaaa umiiii" Vano langsung memeluk Vira sambil berbisik manja ditelinga uminya.


"Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Vira bingung.


"Tangannya halus seribu kali lipat sejak terakhir kali Vano menggenggam nya" jawab Vano.


"Lihat mata mata yang menatap mu dengan tatapan membunuh, hey kau anak mantan mafia kenapa mental mu secuil ini" ucap Vira agak kesal pada putranya sendiri.


Vano langsung melepas pelukannya dari Vira dan memasangkan cincin dijari manis gadis tercinta, Vano tidak ingin lama lama memegang tangan lembut itu.


Vallen pun sama dia langsung memasangkan cincin di jari manis Vano.


"Baiklah karena semua sudah selesai bisa kita bicarakan tanggal pernikahan?" Tanya Vino.


"Kenapa sangat terburu-buru tuan?" Tanya Bela balik.

__ADS_1


"Bukan masalah terburu-buru nyonya tapi bukankah lebih cepat lebih baik? Tidak bagus jika membiarkan mereka bersama tanpa ikatan, jika mereka sudah memiliki status yang sah putri mu bisa kemari kapanpun ditemani oleh putra ku. Jadi dia tidak menyusup ke kamar ku untuk memeluk istriku" jawab Vino sambil mengecilkan volume suaranya di akhir kalimat.


Semua berpikir masing masing didalam otak, tidak ada salahnya mempercepat pernikahan namun persiapannya yang harus matang.


"Tapi bagaimana dengan persiapan tuan? Pernikahan antara keluarga Salvatrucha dengan Ferrero pasti bukan main main dan diadakan besar besaran" saut David membuat pendapat.


"Apa gunanya kami" jawab Ethan dan Farel kompak.


"Aku akan menyiapkan tanggal ke KUA, memesan dekorasi ternama, catering, pakaian untuk dua keluarga sekaligus gaun pengantin, dan maskawin sesuai permintaan putri mu ditempat yang berbeda beda" tutur Ethan menyebutkan dengan fasih.


"Dan aku menyeret penghulu, memberikan undangan VIP pada petinggi perusahaan, memberikan undangan pada seluruh karyawan, intinya seluruh kebutuhan pernikahan akan tersedia malam ini" sambung Farel.


Semua terheran heran melihat kekompakan tiga pria itu dalam menyiapkan pernikahan saudara masing-masing, dulu saat Farel yang menikah Vano dan Ethan bekerja nonstop dan rela berkorban waktu untuk mencari Vallen sekarang saat Vano yang menikah keduanya bekerja sama.


"Ta,,,tapi tidak mungkin besok kan ma?" Tanya Vallen tiba tiba gugup dengan acara serba mendadak.


"Lusa" jawab Vano datar.


Vino langsung menggeplak putranya yang tidak sabaran sama sekali itu, menjawab tanpa bisa mempertanggung jawabkan perkataannya.


"Lusa lusa, pikirkan keluarga Ferrero juga tidak semua berada disini" ucap Vino.


"Dan pernikahan juga tidak selamanya tentang ijab qobul, banyak persiapan lain" saut Faris.


"3 hari lagi?" Tawar Vano berusaha membuat penawaran valid.


Semua melempar Vano dengan buah buahan yang tersedia di atas meja, daya bisnis untuk menawar masih sempat sempatnya terbawa disaat seperti ini.

__ADS_1


"Hey!!"


"Bodoh!! Kau harus pergi mendaftar pernikahan, fitting baju pengantin, baju resepsi, sewa gedung, pemilihan gaya dekorasi lalu di dekor, menunggu pakaian kalian selesai dibuat, membuat desain undangan untuk tamu VIP dan yang biasa itu berbeda lalu kau bilang 3 hari kedepan?" tutur Vino lebih ganas menghadapi kekonyolan putranya itu.


"Baiklah satu minggu dari hari ini" ucap Vano dengan gampangnya.


"Kau,,,"


"Valid!! Deal!!" Kata Vano memotong kalimat abinya.


"Sudahlah biarkan saja jika kita bekerjasama pasti akan lebih mudah" ucap Vira mengelus pundak suaminya.


"Aiiiihhhh bocah ini membuat ku kesal saja, apa ini efek hanyut dari sungai" gerutu Vino kesal.


"Baiklah om besok Vano dan Vallen akan pergi mendaftar pernikahan secara negara" ucap Vano tersenyum manis.


"Mmm tapi masih ada satu yang kurang" saut David.


"Apa om?"


"Vallen belum memiliki KTP"


Vano menepuk keningnya, kenapa hal itu belum ia pikirkan selama ini, memang mudah saja jika membuat KTP tapi aahh sudahlah kepala Vano sudah terlalu sempit dengan seribu susunan acara pernikahan yang akan digelar secara besar-besaran itu.


Dan yaaa walaupun mereka terbilang orang terpandang dan berkuasa didunia bisnis namun untuk masalah pernikahan mereka sangat irit dan tidak pernah terlalu besar karena ada saja insiden insiden dari setiap pernikahan mereka masing-masing.


🌱🌱

__ADS_1


yeee bentar lagi nikah,


btw makasih doanya semuaa💞💞💞


__ADS_2