Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 181


__ADS_3

Dirumah utama Vano panik setengah mati, dia menghubungi seluruh ponsel penghuni mobil tersebut namun tidak ada yang aktif.


"Lacak mobilnya Ethan!!" Titah Vano.


"Sudah Vano tapi mobil itu tidak menunjukkan lokasi yang benar dan sekarang lokasinya hilang atau tidak terdeteksi"


"Ponselnya?" Saut Farel ikut panik karena istrinya juga berada disana.


"Ketiganya tidak terdeteksi, lokasi terakhir sama dengan lokasi mobil"


"Supir?"


"Kalian tau berita terbaru hari ini?"


Keduanya menggelengkan kepala karena memang mereka tidak sempat menonton berita berita tidak jelas.


"Supir yang mengantar Vallen, Sarah, dan Zea tewas didekat sungai"


Vano memijit pelipisnya memikirkan keberadaan Vallen sekarang.


Tring


Ethan membuka ponselnya lalu membuka pesan, matanya terbelalak kaget melihat Vallen, Zea, dan Sarah sedang terikat dengan tali.

__ADS_1


"Vano" Ethan memperlihatkan Vano dan Farel foto istri istri mereka.


"Kurang ajar!!"


Vano merebut ponsel milik Ethan lalu menghubungi si pengirim pesan.


"Hey sialan lepaskan istri ku!!" Teriak Vano.


"Wow!! Pilar kota yang satu ini cukup galak"


"Aku tau kau tuan Richard!! Lepaskan mereka sekarang atau putri mu akan menjadi sasaran keganasan ku!!" Ancam Vano meluapkan emosi nya.


"Putri ku? Hahaha bunuh saja aku tidak butuh gadis bodoh!!" Jawab tuan Richard dengan santai.


"Katakan!!"


"Sabar tuan kenapa kau sangat tidak sabaran, jadi begini aku ingin menukar istri mu dengan seluruh kekuasaan yang kau miliki tapii"


"Katakan!! Kenapa kau berhenti"


"Hehe aku merasa itu kurang seru tuan, bagaimana jika aku memerintahkan Vallen bekerja untuk membunuh seluruh keluarga mu dengan begitu harta ketiga pilar akan jatuh pada ku. Sangat menarik bukan?"


Vano mengepalkan tangannya diatas meja, sekujur tubuhnya bergetar hebat mengingat masalalu istrinya.

__ADS_1


"Jangan pernah menyentuh istri ku atau aku akan membunuh mu hari ini juga!! DENGAR AKU AKAN MENEMUKAN MU DAN MEMBUAT HIDUP MU MENJADI DEBU!!" ancam Vano.


"Hahaha ini permainan yang cukup menarik, setelah Vallen dan Sarah kembali menjadi dirinya aku tidak bisa menjamin adik cantik yang satu ini masih bisa bernafas atau tidak!!" Ucap tuan Richard.


"Richard brengsek!!" Teriak Farel emosi.


"Sudah sudah jangan bahas itu, ah ya aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian. Apa kalian tau dimana pewaris tahta keluarga Horowitz? Aku butuh tanda tangan nya untuk memindahkan kekuasaan" ujar tuan Richard.


Vano menggenggam lengan Ethan agar tidak mengatakan apapun, mereka menggunakan bahasa isyarat sedari tadi untuk berbicara.


"Cihh bukankah kau sudah membunuhnya!! Richard Marx bersiaplah untuk mati beberapa jam kedepan!!"


"Aku tunggu, kita lihat siapa yang akan tewas terlebih dahulu" Richard memutuskan sambungan lalu membuang ponsel ke sembarang tempat dan pastinya jauh dari lokasi Vallen dan temannya disekap.


Sedangkan Vano mengambil seluruh alat perang yang ia siapkan untuk nanti malam, siapa sangka tuan Richard bergerak lebih cepat dibandingkan dirinya, Vano tidak bisa menggampangkan satu musuh ini.


"Ubah rencana, detik ini juga kita serang mereka!!"


"Dapat!! Lokasi ponsel yang kau hubungi tadi ada didepan hutan sebelah Utara, sepertinya mereka mengubah lokasi setelah kita meledakkan bom di hutan selatan waktu itu, kemungkinan mereka disekap disana" saut Ethan.


"Bagus siapkan senjata kalian masing-masing"


Keduanya mengangguk, Farel mengerahkan pasukan menuju hutan sebelah utara sedangkan Ethan terus mengumpulkan informasi ditengah perjalanan.

__ADS_1


"Sudah cukup!! Aku, istriku, dan keponakan ku sangat tersiksa karena perbuatan iblis ini, TUAN RICHARD lihat bagaimana cara ku akan membunuh mu!!" Gumam Ethan mengeraskan rahangnya menatap jalanan.


__ADS_2