
Beberapa hari ini keadaan rumah utama dengan rumah kedua sangat canggung, Ethan kembali menjadi pria dingin dan jarang berbicara sedangkan dirumah kedua Sarah hanya bisa menatap surat perceraian yang sudah ia tandatangani.
Satu keluarga ikut perihatin dengan kondisi rumah tangga Ethan dan Sarah terutama Vallen yang sangat merasa bersalah atas kejadian ini.
Dan hari ini Sarah sudah siap bertemu dengan Ethan untuk mengembalikan surat cerai itu padanya.
Huuhh
"Kenapa kau sangat lemah Sarah, aku tidak suka dirimu yang sekarang! Ayo kembali seperti dulu yang tidak peduli dengan apapun" gumam Sarah sembari meremas map ditangannya.
Sarah menghela nafas panjang terlebih dahulu lalu keluar dari kamarnya membawa menuju rumah utama.
"Sarah ingin kemana?" Tanya Vallen dari ruang keluarga.
"Mm a,,,aku ingin keluar sebentar" jawab Sarah langsung menyembunyikan map dibelakang.
Zea dan Vallen saling menatap karena merasa ada yang janggal dengan senyuman Sarah, keduanya berjalan mendekati Sarah.
"Kau membawa apa?" Tanya Zea.
"Bukan apa-apa hanya berkas biasa" jawab Sarah memaksakan senyum nya.
"Berikan padaku" Vallen mengulurkan tangannya.
"Vallen ini hanya berkas biasa"
"Panggilan formal!!" Titah Vallen tegas.
__ADS_1
"Baik nona" jawab Sarah langsung tunduk.
"Berikan berkasnya sekarang!!"
Tanpa ragu Sarah memberikan map ditangannya pada Vallen, tidak ada satupun perintah yang pantas ditolak oleh Sarah jika Vallen kembali menjadi seorang nona bermata tajam.
Vallen dan Zea membaca surat surat didalam map dan benar apa yang mereka pikirkan bahwa itu adalah surat cerai.
"Sarah tolong jangan seperti ini, kakak ku hanya tidak berpikir jernih saat ini" ucap Zea berkaca kaca.
"Benar Sarah jangan gegabah, kau tau kan resikonya sangat besar jika kalian berpisah, bagaimana jika kau hamil?" Saut Vallen.
"Maaf nona maaf Zea tapi untuk hal ini boleh aku mengambil keputusan sendiri? Biarkan aku memilih jalan hidup ku sendiri" jawab Sarah.
"Apa kau tidak memiliki perasaan sedikitpun pada kakak ku? Ayolah Sarah aku mohon batalkan semua ini" pinta Zea.
"Permisi nona permisi Zea" ucap Sarah lalu keluar menuju rumah utama.
Sampai dirumah utama Sarah masuk kedalam menuju kamar Ethan langsung, setaunya pria itu masih didalam kamar menjelang siang seperti ini.
Tok,,,,tok,,,,tok
"Tidak dikunci!" Ucap Ethan dari dalam.
Tok,,,tok,,,tok
"Masuklah pintunya tidak dikunci!"
__ADS_1
Tok,,,tok,,, tok
Akhirnya Ethan kesal dengan orang yang mengetuk pintunya tanpa masuk kedalam padahal sudah diizinkan.
"Apa kau tidak mendengar ku? Sudah ku katakan ma,,,,suk" Ethan langsung gelagapan melihat Sarah sedang berdiri didepannya.
Ethan melihat sekeliling sepi karena jam segini biasanya digunakan keluarga untuk beribadah.
"Ada apa?" Tanya Ethan datar.
"Aku ingin mengembalikan ini" jawab Sarah menyodorkan map, Ethan mengambilnya lalu membuka map.
Mata tajamnya menusuk manik hitam Sarah, ingin sekali ia marah tapi tidak bisa karena dia sendiri yang memberikan surat itu pada Sarah.
"Ada yang lain?" Tanya Ethan sembari menutup map.
Sarah menggeleng dengan cepat, matanya hanya menatap lantai tanpa berniat menatap Ethan.
"Ada apa ini?" Saut Andre bersamaan dengan Vino dan Faris beserta para istri.
Keduanya langsung mengalihkan pandangannya pada sumber suara.
🌱🌱🌱
khusus part untuk Ethan dan Sarah dulu ya
sorry telat 😂lupa
__ADS_1