Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 161


__ADS_3

Beberapa jam berlalu kini Zea dan Farel sampai ditempat meeting kali ini lokasi meeting agak berbeda dari sebelumnya karena berada di hotel.


"Baiklah karena semua sudah datang meeting akan segera dimulai" ucap Farel.


Zea langsung duduk dibelakang Farel untuk mencatat seluruh isi meeting siang ini.


"Meeting ini dilakukan karena beberapa permasalahan dari perusahaan pertama untuk perusahaan cabang, kalian bisa jelaskan asal usul nol yang berkurang satu? Kedua darimana proposal tidak jelas yang meminta penambahan dana seperti ini?" Tanya Farel melempar beberapa dokumen diatas meja.


"Tuan untuk pengurangan angka nol dalam laporan keuangan kami mohon maaf karena karyawan yang menyusunnya" jawab salah satu petinggi perusahaan cabang.


"Laporan keuangan diserahkan pada karyawan? Lalu pekerjaan kalian apa? Duduk tidur santai?"


"Bu,,,bukan tuan maksud saya laporan keuangan dipegang oleh manajer terlebih dahulu, mereka tidak teliti dalam menganalisis data data laporan x


"Sekali lagi kau mencari manajer tidak becus, dirimu dan manajer bodoh itu akan menjadi gembel dibumi ini" ancam Farel.


Pria yang terkenal dingin itu sangat membenci kesalahan, Zea pun baru tau watak Farel dirumah dengan perusahaan 180 derajat berbeda.


"Ba,,,baik tuan maaf sekali lagi"


Dan meeting berlanjut cukup lama, Zea mencoba menulis satu inti dari permasalahan sehingga solusi sederhana dapat menjadi jalan keluar nya.


Hampir dua jam sudah meeting berlangsung dan jalan keluarnya baru ditemukan sekarang, Farel sebenarnya sengaja melakukan itu agar Zea yang berada dibelakangnya dapat berpikir luas sehingga secara tidak langsung dia bisa menyelesaikan masalah nanti.


Huuuhh!!!


Zea meregangkan otot otot ditubuhnya karena sudah lama tidak bergerak bahkan ia tidak sadar jika semua orang sudah bubar kecuali Farel disana.


"Bagaimana meeting kali ini, mendapat pelajaran?" Tanya Farel santai.


"Ya pelajaran pertama selesaikan masalah dengan otak dingin lalu kedua jika ada solusi yang mudah kenapa memilih yang rumit, menurut ku meeting tadi sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu lima belas menit tapi karena banyak laporan omong kosong jadi mereka tidak memperhatikan waktu" Tutur Zea panjang lebar.


"Wow!"


Farel menghadiahkan tepuk tangan untuk istrinya karena apa yang Farel harapkan ternyata ditangkap oleh Zea.


"Pintar sekali baiklah karena kau bisa memuaskan ku ada bonus makan bersama dengan CEO Golden Picture hari ini" ucap Farel.

__ADS_1


Ceklek


"Farel sudah selesai? Ayo makan bersama" ajak Mona tanpa memperhatikan Zea.


"Cih!" Zea tersenyum sinis melihat Farel lalu keluar dari ruang meeting.


Mona ini sangat menyebalkan bagi Zea karena wanita itu selalu berusaha mencuri perhatian Farel diperusahaan, hal ini juga yang membuat suasana hati Zea tidak karuan bahkan malas pergi kekantor.


"Harus bersikap seperti itu didepan karyawan?" Tanya Farel datar.


"Farel? Ini kau? Hey sejak kapan kau menolak panggilan biasa di jam kantor?" Tanya Mona balik.


"Istri ku tidak menyukai mu Mona" jawab Farel.


"Istri? Kapan kau menikah Farel? Hahaha jangan bercanda tolong ini tidak lucu" ucap Mona tersenyum manis.


"Aku masih bisa bertoleransi atas kerja keras mu diperusahaan tapi jika istriku sudah membuat keputusan maafkan aku terpaksa kau harus pindah ke perusahaan cabang" ujar Farel lalu pergi menyusul Zea.


Bahkan sekertaris nya sendiri tidak mengetahui perihal pernikahan Farel, yaa memang pernah ada gosip Farel menikah dengan putri teman papanya namun seiring berjalannya waktu gosip itu tenggelam dan tidak pernah terdengar lagi.


"Maaf tuan saya tidak pernah memesan tempat ini, kalian salah orang" kata Zea tersenyum tipis.


Para pelayan yang membawanya kedalam ruangan itu pergi tanpa sepatah kata hingga membuat Zea bingung.


"Wow!!" Manik hitam gadis cantik itu tertuju pada meja makan.


Membahas soal makanan Zea langsung mendekati meja lalu menatap satu persatu hidangan disana.


"Eh jangan jangan ini milik orang" gumam Zea menepuk tangannya yang ingin mengambil satu hidangan.


Ceklek


Saat melihat seseorang masuk Zea tersenyum manis menyambut orang tersebut namun setelah melihat lebih detail ternyata orang itu adalah Farel, senyumannya kembali pudar dengan kilat.


"Kenapa diam, ayo makan" ucap Farel.


Zea mengambil berkas berkasnya lalu pergi menjauhi meja.

__ADS_1


"Hey!!" Farel menarik lengan Zea.


"Maaf tuan saya salah ruangan, ini pasti ruangan yang dipesan nona Mona" ucap Zea malas.


Farel tersenyum tipis melihat wajah kesal yang disembunyikan dengan rapi oleh istrinya.


"Ayo duduk" ajak Farel lembut.


"Zea" panggil Farel sekali lagi.


Zea kembali dan duduk dimeja lalu memakan semua hidangan didepan matanya tanpa memperdulikan Farel.


"Pelan pelan" kata Farel.


Zea tidak peduli, rasanya seluruh makanan itu adalah wajah Mona sehingga nafsunya untuk menghabisi makanan itu semakin tinggi.


Farel tetap sabar memberikan air minum untuk istrinya walaupun tidak ditegur sedari tadi.


"Istrinya CEO Golden Picture kenapa cemberut terus?" Tanya Farel.


"Aku sudah selesai" jawab Zea ketus.


"Baiklah ayo kembali"


"Tidak, aku masih ada urusan dikantor jika kau sudah selesai pulang saja" ucap Zea.


"Ehem! Jika karyawan pergi bersama ku otomatis pulang juga bersama ku" kata Farel mengubah ekspresi nya menjadi datar.


"Tapi,,,,"


"Nilai C minus sekali bantahan" ujar Farel.


Haahh!!


"Baik tuan silahkan" Zea mempersilahkan Farel keluar terlebih dahulu layaknya atasan dan bawahan.


Diperjalanan menuju kantor Zea tidak berbicara atau bertanya seperti biasanya, bayangan Mona masih saja menghantuinya beberapa hari ini namun ia belum sempat bertanya pada Farel karena pria itu sangat sibuk mengurus perusahaan dan kasus tuan Richard.

__ADS_1


__ADS_2