
"Lihat cctv dirumah, pastikan kau melihat wajah iblis itu hari ini aku akan membunuhnya!!" Titah Vano, suaranya melebihi dinginnya es batu bervolume penuh didalam kulkas.
Farel mengambil laptop dibelakang mobil lalu mengecek seluruh cctv didalam rumah namun hasilnya nihil, Farel meretas data data cctv seluruh tetangga terdekatnya hanya untuk menemukan jejak pian.
"Lamborghini berwarna merah!" Ucap Farel memperhatikan laptop.
"Plat?"
"Bukan plat yang menjadi titik tumpuan namun mobil itu tertinggal diluar gerbang rumah"
Vano mengeluarkan seringainya lalu menjalankan mobil dengan kecepatan 150 km perjam hingga membuat Farel sedikit menyesal mengikuti nya.
Sampai di depan rumahnya, benar saja Vano melihat Lamborghini merah sedang terparkir rapi disana. Vano langsung mendekati mobil itu dan...
Braakk!! Braakk!!!
Hanya dua kali pukulan dengan tangannya sendiri kaca mobil itu pecah, Vano langsung memeriksa kedalam mobil namun kosong, tidak ada sedikitpun jejak jejak pria itu.
"Pengecut!!" Umpat Vano geram tidak menemukan petunjuk.
__ADS_1
"Ehem!!!" Sapa Vino dari dekat gerbang rumah.
Untung saja Vano sempat melihat siapa yang menyapa jika tidak dia pasti sudah melempar belahan kaca kearah abinya. Vano benar benar menyeramkan saat ini.
"A,,,Abi bagaimana bisa abi berada disini?" Tanya Vano penasaran.
"Jika bukan karena mu memang nya apalagi" jawab Vino ketus.
"Kemari lah ikuti aku" imbuh Vino.
Vano dan Farel berjalan mengikuti Vino, langkah ketiganya terhenti disalah satu ruang rahasia yang selama ini belum pernah disentuh oleh siapapun bahkan Vano sendiri tidak pernah melangkah kearah sana.
Vino memasukkan sandi dengan tanggal pernikahannya bersama Vira dan terbukalah anak istana didalam istana, Vano dan Farel menutup mulut melihat megahnya isi ruangan dengan chat biru muda seperti warna kesukaan Vira, istana kecil itu memang dipersembahkan untuk Vira dan didalamnya terdapat beberapa rahasia perusahaan seperti aset rahasia bersama.
"Awalnya kamar ini adalah ruangan mu saat lahir tapi karena kejadian mengerikan itu ruangan ini dirubah seperti sekarang"
"Dan apa yang akan Abi katakan jika memang tidak penting maaf Abi Vano tidak bisa melayani abi saat ini"
"Bocah tidak sabaran!!" Ujar Vino ketus lalu membuka sebuah brangkas yang terletak ditengah-tengah istana kecil itu.
__ADS_1
Vino mengambil berlian biru persis seperti yang dipegang oleh Vano saat ini.
"A,,,Abi bagaimana ini,," Vano bingung sendiri kenapa berlian biru itu ada dua.
"Berlian ini ada tiga biji, ini aset rahasia milik Salvatrucha Group berarti itu bukan milikku karena milik ku masih berada di tempatnya" Tutur Vino menjelaskan sejarah berlian itu.
"Lalu apa hubungannya dengan Vallen abi, aku tidak ingin mengetahui hal yang tidak penting" ujar Vano frustasi.
"Kau belum bertanya pada Ethan siapa pemilik berlian itu?"
"Kenapa abi mengatakan hal itu"
"Anak pintar, Ethan mengambil berlian ini bukan tanpa alasan namun karena dikotak berlian itu terdapat nama Vallena Adelia dan nama itu milik kekasih mu bukan?"
"Berarti berlian ini milik,,,"
"Ada dua pilihan antara putri dari keluarga Horowitz atau Ferrero karena berlian ini hanya ada tiga biji" ucap Vino memotong kalimatnya.
Vano langsung meninggalkan rumah dan menuju ke kediaman Horowitz bersama Farel untuk mencari keberadaan berlian sekaligus mencaritahu siapa sebenarnya Vallen, Vano sengaja mencari informasi di keluarga Horowitz terlebih dahulu karena setaunya keluarga Ferrero tidak memiliki keturunan lain kecuali Fania yang sekarang melanjutkan pendidikan diluar negeri.
__ADS_1
🤔🤔🤔
woy kagak ada yang komen apa yak, geregetan umi liatnya. oo ya guys beberapa episode kedepan bakalan serius ya, Vallen udh tobat becanda MuluðŸ¤