Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 54


__ADS_3

Ets semua belum berhenti sampai disana, calon menantu belum uji coba. Vira dan Vino kompak memiliki ide bagus untuk menguji Vano beserta Vallen.


"Baiklah untuk percobaan pertama kami akan meninggalkan rumah ini" ucap Vira menatap kedua putra putrinya.


"Alhamdulillah sepi" gumam Vano ingin berteriak girang.


"Tapi kami akan meninggalkan bayi" saut Vino dengan senyum liciknya menatap Vano.


Vano langsung berwajah datar ketika mendengar seorang bayi, dalam benaknya sudah tidak terlalu baik.


"Maksud Abi?" Tanya Vano meminta penjelasan lebih detail.


"Seluruh isi rumah akan pergi dan kalian diam disini merawat bayi selama sehari penuh tanpa bantuan siapapun!" Jawab Vira tersenyum manis.


"Umii kenapa harus bayii!!" Ucap Vano frustasi dan menyandarkan tubuhnya secara kasar disofa.


"Orang yang ingin menikah pasti akan memiliki bayi jadi ini hanya masa percobaan apakah kalian sudah layak menikah atau tidak" kata Vino mendukung istrinya.


"Tapi abi Vano tidak memiliki skill untuk itu" tolak Vano semakin frustasi.


"Jangan menikah tidak bisa!" Ucap Vino ketus.


"Benar!!" Saut Vira sama ketusnya.


Vano yang tadinya girang dan penuh senyum manis sekarang berubah menjadi pria stres akibat memikirkan bayi yang akan ia rawat seharian ini.


"Bayi itu anak manusia kan?" Tanya Vallen menatap Vano, Vino, dan Vira bergantian.

__ADS_1


Hanya Vino dan Vira yang mengangguk sedangkan Vano malas menjawab pertanyaan Vallen, moodnya kembali jelek saat ini tapi bagaimanapun juga Vano harus menyanggupi permintaan orang tuanya atau restu akan ditarik kembali.


"Baiklah!!" Ucap Vano.


"Bagus, sayang minta tolong panggilkan mama Calista untuk membawa satu bayi kemari" ucap Vino menatap istrinya.


"Tentu saja, aku akan meminta tolong pada mama untuk membawakan satu bayi dari panti asuhan" kata Vira lalu meninggalkan ketiganya ke atas mengambil ponsel dan menghubungi mama angkatnya.


Beberapa jam kemudian bayi pesanan Vira datang dibawa oleh baby sitter namun Vira segera menyuruh baby sitter untuk kembali karena bayi malang yang sedang ia pegang sebentar lagi akan menjadi raja ditangan Vano dan Vallen.


"Manis sekalii" ucap Vira sembari mengelus wajah bayi itu.


Vallen tidak berani memegang bayi, jangankan memegang melihat saja Vallen tidak ingin karena trauma dengan apa yang ia lihat dirumah sakit sebelumnya.


Vallen mencengkram lengan Vano ketika Vira mendekat untuk ia berikan pada calon menantunya.


"Dia baik baik saja umi tenang saja kalian pergilah" jawab Vano dengan cepat mengambil bayi ditangan Vira agar tidak banyak bertanya, ia takut jika terlalu banyak aib yang keluar dari Vallen kedua orangtuanya akan berubah pikiran.


"Sepertinya sudah cocok menjadi seorang ayah" sindir Vino tersenyum tipis melihat putranya.


Vino tidak menyangka bahwa ia melihat putranya sudah tumbuh dewasa bahkan meminta restu untuk mengikat seorang gadis.


"Abi ini namanya berjuang, sudahlah ajak umi pergi jauh jauh bila perlu ke angkasa" bisik Vano sembari menggendong bayi ditangannya.


"Kurang ajar!! Kau ingin kami pergi jauh!!" Ucap Vino ketus.


"Bu,,,bukan aiiihh pergi saja cepat!!" Kata Vano mendesak abinya.

__ADS_1


Vino menggelengkan kepala melihat tingkah laku putranya, ia lebih baik mengiyakan permintaan Vano secepat mungkin agar masalah selesai.


Vino berjalan memencet tombol darurat otomatis yang terhubung langsung ke setiap kamar sehingga penghuni kamar akan keluar dan berkumpul diruang keluarga seperti saat ini.


Faris, Lina, Farel, Andre, Zoya, Zea, dan Ethan keluar dari kamar masing-masing setelah mendengar suara dikamar mereka.


"Mengganggu saja, ada apa!" Ucap Andre ketus.


"Siapkan pesawat, kita akan berlibur 24 jam" kata Vino.


Seluruh anggota rumah menganga mendengar ucapan Vino, 24 jam bukan liburan namanya pikir Farel dan Ethan.


"Kemana?" Tanya Faris sembari merangkul istrinya, Faris salah satu budak cinta akut walau pernikahan nya dulu tidak diinginkan.


"Amerika" jawab Vino tersenyum tipis.


Seluruh penghuni rumah ingin sekali meninju Vino ketika mendengar kata Amerika.


"Amerika dari sini jauh Vino jauhh!! Perjalanan hampir 24 jam dan kita kesana untuk apa? Untuk apa!!" Ucap Andre kesal.


"Untuk kentut sebentar lalu kembali lagi" jawab Vino dengan santainya merangkul Vira keluar dari rumah meninggalkan Vano dan Vallen.


Terpaksa seisi rumah mengikuti Vino keluar karena masa percobaan Vano dan Vallen akan segera dimulai hari ini juga.


Belum beberapa menit setelah keluar gerbang, Vano mulai frustasi mendengar tangisan bayi yang ia letakkan di atas meja.


Bahkan saat ini Vano tidak bisa meminta bantuan pada pelayan karena seluruh pelayan di angkut oleh Vino ke Amerika bersamanya, hanya ada pengawal yang menjaga rumah namun mereka sudah di ancam tidak boleh membantu Vano sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2