
Keduanya bungkam, tidak ada jawaban sama sekali. Mereka akhirnya melemah tanpa berniat menjawab.
"Tuan kau bisa menjawab?" Desak Vano mulai tidak sabaran.
"Berlian itu hilang 15 tahun yang lalu" jawab David pasrah.
"Apa ini milikmu?" Tanya Vino mengeluarkan satu berlian lainnya.
"Tu,,, tuan ba,,, bagaimana benda itu bisa,,,,"
"Jelas bisa, apa yang tidak bisa ku lakukan" potong Vano.
"Tuan DAVID FERRERO DIMANA PUTRIMU!!" kata Vano menekan kalimatnya.
"Ini tidak ada urusannya dengan kalian!!" Ujar David ketus lalu meninggalkan ketiganya.
Braak!!!
"Tuan Ferrero diam mu adalah kesakitan ku!! Tolong jawab dimana Putri mu!!" Teriak Vano kehabisan akal sehat.
"Fania putri ku hilang 15 tahun yang lalu, kau puas!!" Teriak Bela berkaca-kaca.
Semuanya terdiam termasuk Vano, tubuhnya tidak mampu menyangka beban terlalu berat hingga tersungkur diatas sofa. Pikiran Vano mulai melayang kemana-mana.
__ADS_1
"Pembunuh itu selalu mengancam akan membunuh putri ku jika kami mempublish tentang hilangnya Fania, kami terpaksa membuat Fania seolah olah hidup di dunia nyata namun faktanya kami tidak pernah tau dimana Putri kami berada bahkan kami tidak tau apakah Fania masih hidup atau tidak!!" Tutur Bela mengeluarkan seluruh beban hidupnya selama ini.
Bela kehabisan akal sehat dan kembali seperti 15 tahun yang lalu, Bela seperti orang gila yang kehilangan nafsu untuk hidup.
Karena tidak mampu menahan segalanya kepala Bela pusing hingga ia tersungkur pingsan di pelukan David.
"Sayang hey bangun jangan seperti ini" ucap David panik melihat istrinya sembab akibat air mata yang turun seperti hujan deras.
"Duduklah aku akan kembali sebentar lagi" kata David lalu membawa Bela masuk kedalam kamar.
Beberapa saat kemudian David kembali dan duduk diposisi semulanya menghadap tiga pria itu.
"Jadi kenapa kalian mengungkit masalah ini" ucap David serius.
"Vallen? Nama itu,,," David mengingat ingat nama yang tak asing ditelinga nya.
"Gadis yang menabrak mu dikantor ku" saut Vano.
"Kenapa kalian mencurigai gadis itu adalah putri ku?" Tanya David.
"Berlian ini ada di kotak dengan nama Vallena Adelia, apa kau tidak curiga nama Adelia berasal dari istri mu Bela Adelia Putri? Ah ya berlian ini hanya ada 3 biji dan kebetulan milik mu hilang bukan? Apa bukti ini belum cukup!"
David membuka lipatan tangannya, akhirnya 15 tahun penderitaan ini sedikit berkurang setelah mendapat sedikit sisi terang. Setidaknya ada seseorang yang akan membantu nya walau kemungkinan nya hanya secuil.
__ADS_1
"Cukup! Aku yakin dia putri ku tapi aku tidak berniat untuk mengambil nya" kata David.
Vano mengerutkan keningnya mendengar perkataan David, mana ada orang tua yang akan mengatakan itu.
"Kenapa om?"
"Setelah hilangnya Fania atau Vallen kami mendapat pesan untuk tidak membesar kan masalah ini atau putri ku akan tewas dan yaahh selama putri kami baik baik saja kami akan tetap bungkam seperti perintah nya" Tutur David sendu.
"Siapa orang itu? Apa kau pernah mencari tahu dia lebih dalam?" Tanya Vino.
"Pernah, kami melakukan segalanya bahkan kami rela pindah negara selama belasan tahun untuk mengikuti jejak putri kami dan hasilnya tetap nihil hingga beberapa informasi tidak detail mengatakan putri kami kembali ke tempat ini" jawab David.
"Apa nomor ini yang menghubungi mu 15 tahun yang lalu?" Tanya Vano mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan beberapa digit angka pada David.
"Ganjil, aku hanya ingat tiga digit terakhir nya adalah ganjil" jawab David menatap layar ponsel Vano.
Vano kembali mengambil ponselnya dan memperhatikan 3 digit terakhir.
"Ganjil" ucap Vano membulatkan matanya.
"Farel ini tugas mu" saut Vino.
"Baik om, tuan Ferrero bisa saya meminjam laptop sebentar?"
__ADS_1
David mengangguk lalu mengambilkan laptop untuk Farel, entah apa yang akan tiga orang itu lakukan yang jelas perang akan terjadi setelah menemukan penjahat yang sesungguhnya