Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 174


__ADS_3

Diluar Vano dan Vallen berjalan bersamaan menuju ruangan dokter, keduanya sama sama menghembuskan nafas lega sekarang.


"Silahkan tuan silahkan nona" ucap dokter intan.


Keduanya duduk didepan untuk mengetahui kondisi Ethan saat ini.


"Baiklah tuan pertama saya harus mengatakan ini sebuah keajaiban karena tuan Ethan berhasil melewati masa kristis nya"


Keduanya masih terdiam mendengar kalimat selanjutnya.


"Begini tuan, mungkin tuan Ethan pernah mengalami trauma saat masa kecil jadi separuh ingatan nya atau hampir seluruhnya menghilang, dan mungkin saja ingatan yang hilang itu adalah ingatan buruk jadi saat ia mengingat nya lagi tuan Ethan bereaksi seperti itu, dia ketakutan melihat banyak orang" tutur dokter intan.


Keduanya saling menatap, jelas Ethan ingatan Ethan kembali jika reaksinya seperti itu.


"Tapi dokter kenapa Ethan dengan mudahnya menghilangkan ketakutan itu saat bersama Vano?" Tanya Vallen heran sendiri, setaunya itu tidak ada dalam kamus pembelajaran nya.


"Ini hal biasa nona, seseorang yang telah pasien percaya dia tidak akan takut padanya, setelah tuan Ethan kembali kerumah harap keluarganya memberikan perhatian dan kasih sayang penuh"


"Jadi dia hanya percaya pada Vano?"


"Mungkin saja begitu tapi dengan kepercayaan itu tuan bisa mengajak pasien bersosial lagi agar tidak takut dengan banyak orang"


"Baiklah mungkin hanya itu nona, ini obat urutan obat yang harus diminum tuan Ethan" dokter intan memberikan kertas pada Vallen.


Beberapa menit setelah menebus obat keduanya kembali dan melihat Sarah sedang duduk di luar menatap pintu depan.

__ADS_1


"Sarah kenapa diluar?" Tanya Vallen mendekati sahabatnya.


"Mm tidak Vallen, Ethan tidak ingin aku didalam" jawab Sarah tersenyum tipis.


"Kenapa? Bukankah,,,"


"Dia mencari kakak nya tapi aku sudah mengatakan kau sedang berbicara dengan dokter dan ternyata bukan kau yang dia cari, dia memiliki kakak perempuan"


"Dia mencari kakak perempuannya?"


Sarah mengangguk sendu menatap pintu, sedih rasanya suami sedang dalam masa terpuruk tapi ia tidak bisa berbuat banyak.


"Pulanglah, istirahat dirumah kalian disini sudah dua hari" kata Vano.


"Tidak aku,,,"


Benar perkataan Vano jika dia tetap disini malah akan memperkeruh suasana lebih baik ia pulang untuk menyambut kedatangan Ethan kembali.


"Baiklah" Sarah akhirnya setuju.


"Kau juga" pandangan Vano mengarah pada Vallen.


"Aku? Tidak ingin tetap disini"


"Sayang terimakasih banyak telah membantu, cukup sampai disini sisanya aku yang lanjutkan" ucap Vano menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


"Bermain dengan umi dan abi dirumah tapi jangan sampai diikat dan dikurung lagi, aku akan kembali beberapa hari kemudian"


Setelah berpikir lama Vallen menyetujui permintaan Vano toh percuma ditolak akan kalah juga.


"Baiklah"


"Katakan pada orang-orang rumah bahwa Ethan baik baik saja, jangan buat mereka khawatir"


Vallen dan Sarah mengangguk kompak, Vallen mencium tangan suaminya sebagai tanda pamit.


"Farel dibawah menjemput kalian"


Baru sepuluh langkah berjalan kedepan Vallen kembali lagi dengan memeluk Vano


Cup,,,cup,,,cup


Seluruh wajah pria itu habis dicelupi bibir istrinya, Vallen mencium tanpa kata dan pergi tanpa permisi lagi.


Vano hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah menggemaskan Vallen, bisa bisanya gadis itu bertingkah lucu disaat seperti ini.


Setelah Vallen dan Sarah menghilang dari ujung lorong rumah sakit Vano duduk lalu meletakkan obat disamping kursi kosong.


Huuuhhh!!


"Sedikit lagi kau akan musnah, begitu banyak penderitaan yang kau berikan pada orang orang terdekat ku" gumam Vano mengeraskan rahangnya mengingat banyaknya kejadian yang harus membuat air matanya jatuh.

__ADS_1


***


inget jangan tagih up dulu, belum selesai UAS guys


__ADS_2