Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 134


__ADS_3

Resepsi dilakukan hingga malam hari, Vano dan Vallen senang senang saja bisa melakukan acara resepsi lebih lama tapi yang menjadi masalah adalah Ethan dan Sarah, keduanya membuat ulah dengan bekerja sama merusak kursi pelaminan beserta dekorasi nya secara pelan-pelan agar cepat selesai.


Dan hasil kerjasama mereka membuahkan hasil, keluarga mereka memutuskan untuk menghentikan acara yang disusun sedemikian rupa akibat pelaminan yang tidak mungkin digunakan lagi.


Huuuhh


Hari yang panjang sudah dilewati Vano dan Vallen, akhirnya malam yang ia nanti nanti datang juga dimana keduanya bisa menjadi satu.


Setelah shalat isya ditempat masing-masing Vano merebahkan tubuhnya disofa ruang keluarga, rumah itu kembali sepi karena keluarga Ferrero ditampung dirumah utama, mereka pasti mengerti apa alasannya.


"Malam pertama" gumam Vano tersenyum geli mengucapkan dua kata itu.


"Ya Allah hamba malam pertama" ucap Vano ingin melompat kesana kemari, rasanya lelah itu hilang seketika.


"Tubuh indah itu menjadi milik ku? Astagaa!!!" Akhirnya Vano melompat mengelilingi ruang keluarga sembari menunggu Vallen mengantar orangtuanya ke rumah Vino.


Tok,,,tok,,, tok


"Va,,,,no" Vallen tidak tau harus berapa banyak aib yang ia lihat ketika sifat asli suaminya sudah keluar. Hari ini Vallen melihat aib pertama yaitu melompat tampa arah tidak tau besok.


"Vallen" Vano menghentikan tingkah anak kecilnya dan mendekati Vallen.


"Kau sedang apa?" Tanya Vallen.


"Mm?? Tidak tidak hanya berolahraga sedikit" jawab Vano cengengesan.


"Didalam ruang keluarga?"


"Sudahlah ayo tidur" ajak Vano mengalihkan pembicaraan.


"Mm begini,,, kau masuk 10 menit setelah aku masuk kedalam kamar ya" ujar Vallen.


"Kenapa?"


"Ayolah aku mohon"


Aahh mungkin dia ingin bersiap siap terlebih dahulu, sabar Vano sabar. Batin Vano


"Baiklah 10 menit lagi aku datang ya"

__ADS_1


Vallen mengangguk lalu masuk kedalam kamar nya, entah apa yang gadis itu kerjakan sendiri dikamar.


Di bawah Vano bolak balik melihat jam tangannya menunggu sepuluh menit berlalu, 10 menit itu terasa seperti sedang belajar matematika, sangat lama.


"10 menit pas, Vallen aku datang" ucap Vano berlari-lari kecil menaiki anak tangga.


Saat membuka pintu kamar Vano tersenyum malu melihat lampu sudah dimatikan oleh Vallen.


"Vallen kau sangat mengerti aku" ujar Vano malu malu.


Langkah kakinya sangat bernafsu untuk masuk kedalam kamar, walau sangat gelap Vano sudah sangat hafal seluk beluk kamarnya jadi bukan hal yang sulit untuk menaiki ranjang.


"Vallen" panggil Vano lembut.


Senyumnya kembali mengembang ketika tubuh Vallen sudah tertutup rapi dengan selimut, rasanya Vano ingin cepat cepat melakukan sesuatu yang sudah seharusnya ia lakukan.


"Ehem" tak kunjung memberikan respon Vano akhirnya membuka sedikit selimut nya agar dia juga bisa masuk kedalam.


"Apa kau malu? Mm sebenarnya aku juga malu tapi bukankah kita harus melakukannya" ujar Vano menyentuh sedikit demi sedikit tubuh Vallen.


"Vallen apa sekarang sudah boleh? Maksud ku kita melakukan kewajiban satu sama lain" ucap Vano memeluk Vallen dari belakang.


Kenapa suaranya berbeda, aahh mungkin karena dia tertidur. Batin Vano


"Vallen ayo bangun sebentar saja" kata Vano meraba bagian dada.


Kurasa tidak terlalu datar, kenapa yang ini sangat datar dan keras. Batin Vano


"Vallen kau menggunakan sesuatu? Kenapa aku tidak bisa merasakan mm,,," Vano kembali meraba dada sampai membuka kancing kemeja gadis itu.


"Mmhh!!!"


Tk!!!


"Aaaa!!!!!!" Vano berteriak sekuat tenaga melihat Ethan berada dipelukan nya.


Ethan pun tak kalah kuat, teriakan nya menggema sampai keluar ruangan melihat dirinya di unboxing oleh Vano.


Bukan hanya Ethan dan Vano, Farel yang baru saja masuk ingin meminjam barang berteriak dengan keras melihat kancing kemeja Ethan terbuka setengah.

__ADS_1


"Sialan kenapa kau ada disini!!" Teriak Vano melempar Ethan dengan bantal.


"A,,,apa yang kau lakukan pada ku!!" Teriak Ethan menjauhi Vano.


"Hey sebenarnya apa yang kalian perbuat"


"Diam!!" Sorot mata Vano dan Ethan sangat membunuh pada Farel.


"Va,,, Vallen dimana dan kalian kenapa ada dikamar ku!!" Ucap Vano kesal sekesal kesalnya.


"Mana ku tau" jawab Ethan dan Farel kompak.


"Hey bodoh kenapa kau tidur dikamar ku hah!!!" Teriak Vano kembali melemparkan bantal.


"Lampu kamar ku rusak, jadi aku tidak bisa tidur dengan tenang lalu aku meminjam kamar mu sebentar ta,,, tapi kau malah,,,,"


"Diam!!" Vano tidak ingin Ethan melanjutkan kalimatnya karena itu mencoreng nama baiknya.


"Dan kau, untuk apa kau disini!" Tatapan Vano berpindah pada Farel.


"Mengambil ini" ucap Farel.


Vano menepuk keningnya melihat Farel dan Ethan merusak susunan rencananya.


"Kalian sedang apa disini?" Tanya Vallen masuk kedalam kamarnya sembari memperhatikan sekilas kancing kemeja Ethan yang terbuka.


"Kau bilang 10 menit aku datang kenapa malah mereka yang ada dikamar ku?" Tanya Vano kesal.


"Aahh ya tadi aku lupa memberitahu mu bahwa Ethan ada dikamar, aku langsung pergi ke kamar Sarah" jawab Vallen cengengesan.


"Untuk apa kesana, bukankah kamar mu ada disini" ujar Vano masih kesal.


"Meminjam pembalut karena tadi aku datang bulan" jawab Vallen.


"Wassalam" Vano merebahkan tubuhnya menutup diri dengan selimut, rencananya untuk malam pertama memang benar benar belum diizinkan oleh alam sekalipun.


Farel dan Ethan ingin terbahak bahak melihat ekspresi Vano yang putus asa seperti itu.


🌱🌱🌱

__ADS_1


Malam pertama versi Farel dan Zea gimana yaa. Trs versi Ethan dan Sarah gimana?🤭🤭oke tunggu 👌👌👌


__ADS_2