Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 118


__ADS_3

21 kendaraan sudah berjejer rapi di depan rumah kebesaran Ferrero bahkan sebagian mobil ada yang terparkir diluar karena tidak cukup untuk lahan parkir.


Lima mobil inti berisi keluarga Salvatrucha, Alexander, dan Wijaya sudah keluar dari kendaraan masing-masing termasuk sang pemeran utama yaitu Vano Salvatrucha.


Dengan gagah dan elegan nya masing-masing keluarga tampak sudah sangat siap tapi kali ini Vano yang terlihat sulit bernafas melihat pintu rumah calon mertuanya.


Huuhhh


"Abi pegang dada ku" ucap Vano menarik tangan abinya ke dada.


"Sedang latihan dijemput maut? Kenapa kau seperti orang jantungan saja" kata Vino.


"Vano lupa bertanya, bagaimana cara Abi menenangkan diri saat melamar umi dulu?" Tanya Vano, setidaknya ia tau bagaimana menghilangkan sesuatu yang menggangu hatinya.


"Mmm" Vino ikut berpikir dan mengingat masa lalu, seingatnya dia tidak pernah melamar dan ini pertama kalinya melakukan acara lamaran.


"Melamar? Menikah saja memaksa anak orang" saut Andre tersenyum sinis.


"Tuyul diam kau aku tidak meminta mu berbicara, lagipula kau juga menikah karena apa? Di grebek kan? Berkaca sebelum berbicara!" Jawab Vino ketus.

__ADS_1


"Hukum alam!! Bukan di grebek!" Bantah Andre tegas.


"Bisa tidak satu hari saja jangan bertengkar" saut Faris memegang pelipisnya menyaksikan dua mantan bos dan anak buah ini selalu saja berdebat tidak tau tempat.


"Diam!! Kau juga menikah karena apa!!" Kata Vino dan Andre kompak.


"Yaaaa aku tau aku anak haram!! Puas? Ayo masuk sekarang atau aku membakar jalanan ini agar kalian tidak bisa masuk!" Saut Farel kesal melihat perdebatan orang tua.


"Bukan anak haram, ingat dulu kami hanya manusia tanpa arah dan kau tidak sengaja tercipta" bantah Faris.


"Yaya terserah papa ayo masuk, Vano kenapa kau diam saja ayo!!" Kata Farel menatap saudara nya itu.


"Ini rumah kenapa sepi sekali pengawal, pelayan, atau tukang kebun tidak ada?" Tanya Vino menatap sekeliling.


"Pengawal sudah Vano pindah ke radius 10 meter dari gerbang rumah Ferrero abi, Vallen sering bermain ditaman dan Vano benci jika para pengawal melihat nya" jawab Vano datar.


"Baiklah terserah kau saja ayo masuk"


Vino dan yang lainnya membuat pormasi layaknya sebuah lamaran sakral tanpa perdebatan, para pelayan pun berdiri dibelakang sembari membawa seserahan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh" ucap semua.


"Waa,,,,,,"


Rafi yang sudah membuka pintu selebar mungkin menganga melihat Vano dengan ekornya dibelakang, seperti biasanya Rafi langsung tidak bernafsu melihat apapun jika sudah berhadapan dengan kekasih kakaknya itu.


"Tante, om hehe mm sebentar Rafi panggilkan mama dan papa ya" ucap Rafi tercengir kuda.


Rafi memanggil ketua pelayan untuk mengarahkan mereka ke ruang tamu, sedangkan ia sendiri berlari lari kecil menuju kamar papa dan mamanya membawa cemilan ditangan.


Tok,,,tok,,,tok


"Papa mama keluarga Salvatrucha ada dibawah" ucap Rafi membuka pintu dengan tubuh yang hanya setengah masuk kedalam.


"Mereka sudah datang? Kenapa aku tidak mendengar nya" ucap David.


"Tidak tau pa, mereka keluarga gaib. Aneh!" Kata Rafi.


"Huusstt tutup mulutmu sudah kembali ke kamar mu" saut Bela.

__ADS_1


Rafi mengangkat bahunya lalu menutup pintu kembali, sedangkan David dan Bela yang sudah siap dari awal keluar menuju ruang keluarga untuk menyambut mereka.


__ADS_2