
Vero turun dari kursinya dan pergi ketempat MC lalu mengambil mike, Vero berjalan menuju panggung.
"Ehem, bisa minta waktunya sebentar?" Tanya Vero berdiri dengan kharisma nya tersendiri.
Semua mata menuju ke arah Vero, mereka bingung dengan apa yang akan dilakukan Vero padahal didalam jadwal tidak ada jadwalnya berbicara.
"15 menit cukup"
"Baiklah perkenalkan namaku Vero, kalian mengenal ku? Tentu saja tidak"
"Mari mendalami siapa aku, aku adalah putra dari Vallena Ferrero dan Vano Salvatrucha, aku memiliki saudara kembar namanya Alvaro Salvatrucha dan Vera Salvatrucha tapi Alvaro sudah meninggal"
"Tidak masalah aku sudah mengikhlaskan adik ku pergi karena dia mengirimkan orang tidak berguna padaku, dia (menunjuk Excel)"
"Lupakan siapa aku, ada hal yang ingin ku katakan pada kalian semua bahwa aku membenci dia" Vero menunjuk Vano.
Vano seperti tersambar petir dengan kalimat Vero yang terdengar sangat jelas ditelinga nya.
"Awalnya seperti itu, aku membencinya karena banyak hal, dia tidak pernah ada untuk ku jadi aku tidak ingin melihat wajah nya, aku muak setiap kali menatapnya"
Semua panik dengan ucapan Vero yang memperlakukan Vano didepan banyak orang.
__ADS_1
"Tapi semakin kesini ternyata aku salah, dia bukan orang yang buruk, dia berlian yang dimiliki keluarga ku, dia adalah kunci kebahagiaan mama ku, adik ku, dan mungkin aku juga sama"
"Aku selalu menyalahkan nya ketika meninggalkan mama, aku menyalahkan dirinya atas segala yang terjadi, tapi perlahan aku mengerti bukan mereka yang salah"
"Setelah keduanya kembali menjadi pasangan, aku tidak pernah mendengar tangisan lagi dikamar mama, itu artinya orang ini mampu membahagiakan seluruh keluarga ku begitu juga aku sendiri"
"Papa"
Vano langsung menjatuhkan air mata mendengar Vero memanggil nya dengan sebutan papa untuk pertama kali.
"Aku atas nama Alvero Salvatrucha berterimakasih dengan sungguh sungguh pada papa"
Vano berdiri dan mendekati Vero lalu memeluk putranya dengan sangat erat.
"Papa sangat menyayangimu sayang" bisik Vano ditelinga Vero.
"Vero juga" jawabnya sembari membalas pelukan Vano.
"Maafkan Vero pa, kemarin Vero berbicara tidak pantas pada papa"
"Tidak sayang jangan meminta maaf papa juga salah"
__ADS_1
Banyak orang yang menangis melihat keduanya berpelukan diatas panggung, air mata mereka terjun bebas begitu saja karena Vero mengungkapkan isi hatinya.
"Sayang kemari" Vano melepas pelukannya dan memanggil Vallen.
Wanita itu tersenyum dan pergi ke atas panggung dibantu oleh David beserta Vera dan Excel. Vano tidak malu menunjukkan Vallen didepan umum, dia memeluk keempatnya dengan erat hingga beberapa menit berlalu.
Vano melepas pelukannya terlebih dahulu dan melanjutkan pembicaraan Vero tadi.
"Maaf semuanya aku menangis didepan umum, ini sangat memalukan tapi tidak apa karena ini menyangkut keluarga ku. Untuk kalian semua yang hadir disini hargai setiap waktu yang Kalian miliki dengan keluarga kalian karena besok belum tentu semua itu terulang kembali. Sekian dan terimakasih atas lima belas menit yang sangat berharga untuk ku" tutur Vano dengan senyum manis lalu membawa keluarganya turun panggung melanjutkan acara resepsi.
Sejak saat itu Vero selalu tersenyum ketika melihat Vano, dia selalu memanggil dengan sebutan papa walau tidak ada yang ingin mereka bicarakan.
Sifat asli Vero terlihat sedikit manja ketika ia bersama Vano, wajar semua itu terjadi karena Vero belum pernah merasakan apa yang orang lain rasakan.
Tentu saja Vano sangat bahagia hari ini karena Vero sudah menerimanya sepenuh hati.
TAMAT
****
🗡️Sekian dan terimakasih 🗡️
__ADS_1