Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 107


__ADS_3

Pagi harinya Ethan sudah mengumpulkan mental setinggi mungkin untuk bertemu dengan ayahnya, Ethan berpikir jika ia mati setidaknya banyak yang ikut memakamkan nya ketika hari mulai terang sehingga memutuskan untuk bertemu ayahnya pagi ini.


Huhh


"Aku bisa aku bisa" gumam Ethan menguatkan diri sejak satu jam yang lalu.


Ethan akhirnya melangkah hendak keluar namun baru saja dua langkah kakinya sudah lemas.


"Aku belum siap mati" kata Ethan menyandarkan diri di tembok.


"Hey kenapa wajah mu kusut pagi pagi begini?" Tanya Vano yang sudah siap pergi bekerja.


"Bukan urusanmu" jawab Ethan.


Vano sampai mengernyitkan dahi melihat wajah Ethan frustasi.


"Om Andre menanyakan diri mu tadi malam sepertinya ada yang penting" ucap Vano santai karena ia tidak tahu apa masalah nya.


"A,,,ayah mencari ku?" Ethan semakin kusut dan menyembunyikan wajahnya.


"Mm" Vano mengangguk dengan polosnya.


"Aarrgghh!!!"


Vano hampir melompat terkejut mendengar teriakan frustasi Ethan, bisa bisanya pria itu langsung berdiri dan berteriak tidak jelas.


"Ka,,, kau"


"Apa!! Aku sedang frustasi jangan ganggu aku!!" Ucap Ethan membentak atasannya sendiri.

__ADS_1


"Berani kau berteriak pada ku!!" Vano tidak ingin kalah.


"Saat aku marah kau hanya semut kecil bagi ku, duduk!!" Titah Ethan.


Vano langsung duduk menatap ke arah Ethan, dia tidak tau apakah dirinya bodoh atau bagaimana karena mengikuti perintah Ethan.


"Bagus!! Sekarang diam disini tunggu sarapan mu selesai dibuat" ucap Ethan lalu meninggalkan Vano keluar dari rumah itu.


Vano seperti orang bodoh menggunakan ekspresi itu, ia juga membeku mendengar perintah ataupun bentakan dari Ethan.


"Tuan Vano sarapan sudah siap" ucap Sarah dari belakang.


Vano mengangguk lalu pergi ke meja makan, baru kali ini Vallen tergantikan dengan ekspresi Ethan tadi dikepalanya dan itu masih terngiang ngiang


"Tunggu!! Sarah apa Ethan memiliki masalah?" Tanya Vano masih bingung.


"Panggilan biasa"


"Gedung Salvatrucha? Memangnya ada masalah apa?" Tanya Vano semakin bingung pasalnya perusahaan tidak pernah lepas dari pengawasan nya.


"Tadi malam dia melihat cctv gedung Salvatrucha yang mengarah pada gedung tempat acara tadi malam" jawab Sarah.


"Lalu dimana masalah nya?" Tanya Vano sambil meminum tehnya.


"Dia baru sadar ada cctv setelah mencium ku" jawab Sarah dengan polosnya tanpa dosa.


Byuuurr!!!


Seluruh teh ada yang ada di mulut Vano keluar hingga kemejanya basah.

__ADS_1


Uhuk,,, uhuk,,,uhuk


"Men,, mencium mu?" Tanya Vano sekali lagi mungkin telinganya kurang sehat.


Sarah mengangguk


"Mencium apa?" Tanya Vano membulatkan matanya.


"Ini" jawab Sarah menunjuk bibirnya.


Vano melongo sambil meminum tehnya dengan menatap ke satu arah. Yang membuat Vano terkejut adalah pengungkapan santai tanpa dosa Sarah dan wajah panik Ethan, bisa bisanya pria itu berciuman di depan gedung Salvatrucha sedangkan cctv sudah terhubung dengan pendiri pendiri Salvatrucha Group termasuk Andre.


Di depan rumah utama Salvatrucha


Ethan terlihat gusar, kakinya semakin gemetar untuk menghadap ke ayahnya.


Ceklek!!!


"Ethan?" Panggil Lina saat membuka pintu dan melihat Ethan.


"Mama"


"Aahh ya mama ingat kau pasti datang untuk menemui ayah mu kan?" Tebak Lina.


"Mama tau darimana?" Tanya Ethan balik.


"Tentu saja tau karena ayah mu memberikan pengumuman untuk kami barang siapa yang menemukan Salvatrucha Ethan Wijaya Alexander harap memberikan informasi" jawab Lina santai.


Mental Ethan semakin menciut mendengar jawaban Lina.

__ADS_1


__ADS_2