Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 106


__ADS_3

"Pian adalah satu orang yang paling ditakuti di markas selain nona, para pengawal wanita mana yang tidak pernah ia tiduri, mereka semua di anggap seperti sampah oleh Pian karena bos membebaskan nya untuk melakukan apapun terhadap pengawal wanita kecuali nona" tutur Sarah kembali tersenyum tipis.


"Kau?" Entah apa yang diharapkan Ethan namun hati kecilnya berharap semua baik baik saja.


"Itu sebabnya nona rela mempertaruhkan dirinya asal aku tidak disentuh" jawab Sarah.


Ethan bernafas lega setelah beberapa saat tidak mengeluarkan nafas.


"Tapii,,,"


"Tapi apa?"


"Beberapa kali ia berhasil memaksa ku berciuman" jawab Sarah menghadap ke arah lain.


Rasanya seperti nuklir yang meledak, wajah Ethan berubah menjadi merah padam. Tangannya memukul keras besi balkon, Sarah sampai terkejut dengan reaksi Ethan yang seperti itu.


"Ka,,,, kau"


Untuk pertama kalinya Ethan tidak berpikir jernih untuk mengambil keputusan apalagi ketika pria meraih tengkuk Sarah dan nekat mencium bibir gadis itu.


Deg degan luar biasa namun Ethan tetap ******* bibir Sarah, tujuan dalan hatinya hanya satu yaitu untuk menghilangkan jejak Pian, kesal rasanya jika bibir merah delima Sarah ada bayang bayang orang lain.


"Mmhh" Sarah menyerah karena merasa ciuman Ethan cukup brutal.


Ciuman Ethan belangsung cukup lama, Sarah pun tidak menolak karena pria yang sedang ******* bibirnya ini adalah salah satu orang yang peduli padanya walau hanya secuil.


"Sshhh kau menyakitiku" ucap Sarah pelan ketika Ethan menggigit bibirnya.

__ADS_1


Ethan membuka matanya, sadar tidak sadar Ethan hampir pingsan melihat wajah Sarah sangat cantik jika dipandang sedekat itu.


"Maaf" Ethan langsung menjauhkan dirinya, demi apapun Ethan ingin melompat dari balkon agar tidak melihat wajah Sarah.


"Untuk malam ini saja apa aku boleh menjadi wanita penggoda" ucap Sarah tersenyum sinis.


"Kau ingin mati? Dengan siapa!!" Kata Ethan meninggikan nada suaranya.


"Kau" jawab Sarah mendekati Ethan dan mengalungkan tangannya di leher pria itu.


Mata Ethan membulat sempurna ketika Sarah mengendalikan dirinya, ******* demi ******* membuat Ethan akhirnya terpancing, ia pun meraih pinggang Sarah hingga keduanya tidak memliki jarak satu sama lain.


Ini memang gila bagi keduanya namun Ethan kesal dengan cerita Sarah tentang Pian.


"dimana lagi dia menyentuh mu?" Tanya Ethan melepaskan ciumannya.


"Aku akan membunuhnya malam ini" ucap Ethan mengepalkan tangan.


"Jangan!! Hanya dia yang kita miliki untuk mengetahui kebenarannya" kata Sarah menenangkan Ethan.


"Tapi,,,,"


"Aku mohon!"


Ethan kesal melihat wajah Sarah seperti itu, mau tidak mau ia harus mengiyakan permintaan gadis ini.


"Terimakasih" imbuh Sarah menjauhkan dirinya dari tubuh Ethan.

__ADS_1


"Untuk?"


"Telah bersedia menjadi laki laki penggoda untuk wanita penggoda walau hanya beberapa menit" jawab Sarah tersenyum tipis.


Ethan mengangkat bahu lalu memutar tubuhnya untuk kembali melihat gedung gedung pencakar langit.


Uhuk,,,,uhuk


Ethan menajamkan matanya membaca tulisan gedung di depan mata itu.


"Bantu aku membaca tulisan gedung itu Sarah, apa katanya" ucap Ethan tidak percaya dengan matanya sendiri.


"Salvatrucha Group" kata Sarah membacakan tulisan gedung itu.


"Astaga mati aku" Ethan panik luar biasa, pasalnya gedung Salvatrucha Group telah meletakkan cctv de segala arah gedungnya dan setaunya cctv itu juga mengarah pada hotel ini.


Ethan langsung mengambil ponselnya dan merusak data data atau menghapus nya sekaligus


Tring,,,, tring


Anak muda, pulang sayang ayah akan memberikan mu pelajaran berharga sekaligus pencerahan~ayah Andre


"Aku lupa ayah ku peretas handal" gumam Ethan ingin menangis darah saat ini.


"Kau baik baik saja?" Tanya Sarah.


"Datang ya ke pemakaman ku besok" jawab Ethan lesu sembari masuk ke dalam kamar sekaligus keluar dari sana.

__ADS_1


🌱🌱🌱


__ADS_2