Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 24


__ADS_3

Disisi lain Vano merasa gundah, seharian dia tidak keluar dari kamarnya bahkan tidak makan siang, entah apa yang dilakukan oleh orang itu namun Ethan sudah mengumpat berbagai macam jenis hewan untuk bosnya.


"Vano setidaknya makan terlebih dahulu!!" Ucap Ethan mengetuk ngetuk pintu dari luar.


"Sudah kubilang pergi!! Kau mengerti bahasa manusia tidak!!" Teriak Vano dari dalam.


"I,,, iya mengerti tapi jika kau tidak makan aku akan mengadu pada bunda Vira dan ayah Vino!" Gertak Ethan menyeringai.


"Kau tinggal memilih ingin masuk neraka jalur prestasi atau reguler" ucap Vano penuh ancaman.


Glek!!!


Ethan tidak berani lagi berbicara, lebih baik dia diam dan tidur nyenyak menikmati semangkok anggur hijau yang ia ambil tadi.


Ethan meletakkan makanan yang ia siapkan didepan pintu setelah itu terserah Vano ingin makan atau tidak Ethan tidak peduli meskipun ia selalu mengintai dari kamera kecil yang ia letakkan didekat kamar.


Didalam kamar Vano tampak sedang memegang gelang Vallen serta perlengkapan lainnya, Vano terus saja menatap gelang itu.


"Apa aku terlalu kasar padanya" gumam Vano menggenggam gelang ditangannya.

__ADS_1


"Tidak!! Dia sendiri yang memilih jalan keluar dari rumah ku kenapa aku harus memikirkan nya" ucap Vano berpura-pura tidak peduli tapi akhirnya kembali memikirkan Vallen.


"Vano bodoh!! Dia pembunuh hey sadar!! Dia pembunuh!!" Ucap Vano memejamkan mata karena kesal dengan bayangan polosnya Vallen jika sudah menanyakan hal hal konyol.


Ketika setan dan malaikat bertengkar!


"Vano buat dia semakin menderita, kau tidak perlu mengasihani dirinya. Aku tau kau menyukainya tapi dia sudah membuat banyak orang menderita. Pikirkan keluarga mu, apakah mereka menerimanya" ucap setan jahat.


"Vano jika kau menyukainya tuntun dia kejalan mu bukan mengusirnya seperti tadi, ajarkan dia kebaikan agar bisa diterima oleh banyak orang termasuk keluarga mu" ujar malaikat.


"Ckk aku pusing!!" Kata Vano frustasi lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Vallen kau dimana" gumam Vano menatap bulan yang mengingatkan nya pada manusia malam itu.


"Sebentar!!" Vano mulai sadar jika Vallen tidak tahu arah kemanapun bahkan kerumah uminya saja Vallen nyasar kerumah tetangga.


"Vano bodoh!! Kenapa kau membiarkannya pergi! Dia tidak tahu jalan kemanapun! Aarrggghh!!!" Vano langsung keluar dan memanggil Ethan untuk keluar dengannya mencari Vallen.


"Sudah ku katakan dari awal kau menyukainya, lihat sekarang? Kau seperti orang gila" gumam Ethan kesal saat dipanggil oleh Vano.

__ADS_1


"iya bos Ethan ada disini" saut Ethan berusaha sabar.


"lacak dimana keberadaan Vallen sekarang!!" titah Vano.


Ethan mengeluarkan ponselnya lalu melacak keberadaan Vallen melalui gelang di lengannya.


"sepertinya Vallen memasukkan perkataan mu kedalam hatinya" ucap Ethan menatap Vano.


"kenapa kau mengatakan itu"


"Vallen tidak menggunakan barang apapun saat keluar dari rumah mu, pakaiannya juga diganti dengan pakaian saat pertama kali datang kerumah ini" tutur Ethan memberikan ponselnya untuk memperlihatkan Vano lokasi gelang Vallen.


"dia meninggalkan gelangnya? berani sekali dia melakukan itu" ujar Vano menajamkan tatapannya.


"memangnya kau siapa? kekasihnya? kurasa bukan, kenapa kau terlalu overprotektif terhadap orang lain" ucap Ethan berbicara seenaknya.


braaakk!!!


Vano melempar ponsel yang ada ditangannya kearah tembok hingga bangkai ponsel itu berserakan diatas lantai.

__ADS_1


"selamat jalan ponsel ku" ucap Ethan menyesal telah berbicara tanpa saringan.


__ADS_2