Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 131


__ADS_3

Didalam kamar Vano dan Vallen sama sama duduk diam, Vallen membuka atribut atribut dikepalanya agar tidak semakin pusing memikirkan suasana diluar.


"Kenapa kau melakukan itu Vallen? Kasihan mereka" ucap Vano datar menatap cermin tempat Vallen.


"Ada banyak alasan aku melakukan itu pertama untuk mencegah Sarah keluar dari rumah ini, kedua agar dia tidak merasa kesepian lagi, ketiga agar dia merasa memiliki keluarga dan tidak merasa sendiri di dunia" tutur Vallen menghela nafas.


"Tapi bukan begitu caranya" kata Vano seakan membela Ethan.


"Iya aku tau aku salah tapi jika aku mengatakan nya secara langsung apa Ethan akan mengiyakan?"


Vano terdiam, ada benar nya juga tapi tetap saja salah.


"Kenapa harus dengan Ethan? Kau pikir Ethan sudah dewasa? Dia masih anak kecil Vallen dan kau harusnya memberitahu ku terlebih dahulu"


"Karena Sarah tidak mengenal siapapun kecuali kalian bertiga, apa aku harus mengundurkan diri agar kau menikahi Sarah dan,,,,,"


"Jangan macam-macam aku tidak suka arah pembicaraan mu" ujar Vano langsung memotong kalimat istrinya.


Vallen diam sembari melanjutkan aktivitasnya melepas atribut ditubuhnya.


"Kau marah padaku?"


"Tidak aku hanya sedikit kesal dengan kelakuan mu" jawab Vano menghadap ke arah lain.


"Keluarlah, tukang riasnya akan datang sebentar lagi" ucap Vallen mengalihkan pembicaraan.


"Ini kamar ku"


"KITA"


"Tapi aku,,,,"

__ADS_1


Vallen langsung membuka pakaiannya sampai dada.


"A,,,apa yang kau mm ma,,, maksud ku tidak perlu sekarang nanti saja hehe" Vano tersenyum malu melihat tubuh indah itu sedikit terbuka.


"Apanya yang nanti saja? Jika tidak sekarang mereka akan menganggap ku lama dan bertele-tele" Vallen kembali membuka pakaiannya.


"Va,,, Vallen tolong jangan agresif nanti saja ya" bujuk Vano agar tidak melihat lebih jauh.


"Vano tolonglah jangan ganggu aku, tukang riasnya menyuruh ku untuk mengganti pakaian dengan pakaian biasa agar yang ini tidak kotor jika menunda waktu terus kapan selesainya" ucap Vallen frustasi melihat tatapan absurd Vano.


"Heuh???" Vano menggaruk-garuk kepalanya sambil keluar, ekspektasi nya ternyata terlalu jauh, dia mengira Vallen akan mulai siang ini ternyata tidak.


Diluar Vano melihat para pelayan yang bekerja dua kali lipat lagi ditambah kursi pelaminan ada dua pasang, perasaannya sudah mulai tidak enak.


"Bi ada apa ini?" Tanya Vano.


"Tuan hasil dari kesepakatan keluarga tuan Ethan dan nona Sarah akan melangsungkan resepsi bersama anda sore ini" jawab pelayan.


Vano langsung turun kebawah mencari Ethan dan Sarah.


"Dikamar nya" jawab Vino.


Vano berlari-lari kecil ke arah kamar Ethan dan setelah membuka kamarnya hanya ada kegelapan disana, gorden ia tutup lampu dimatikan sehingga ruangan itu seperti tempat tinggal hantu.


"Ethan?" Panggil Vano.


"Ethan kau didalam?" Tanya Vano mencari saklar didekat pintu.


"Aaaahhhh!!!!" Vano menjauhkan dirinya dari dekat pintu, jari jarinya seperti terkena setruman.


Ia langsung mengambil remote gorden agar terlihat sedikit cahaya, matanya menelusuri seluruh kamar untuk mencari Ethan.

__ADS_1


"Ethan kau dimana!!" Teriak Vano emosi.


"Huaaaaaaa aku sedang bersemhunyi kenapa kau berteriak" rengek Ethan.


Vano mendengar suara tapi tak melihat raga, dia mencari kesana kemari namun tidak ada orang.


"Ethan keluar jangan buat aku marah!!" Ucap Vano.


"Aku dibawah kau mau apa!!" Kata Ethan menaikkan volume suaranya.


"Untuk apa kau disana Ethaan" Vano sampai menepuk keningnya melihat tingkah bocah itu.


"Diam aku sedang bersembunyi"


Kenapa disaat seperti pria pintar itu menjadi bodoh, Vano tidak habis pikir tingkat kepintaran Ethan menurun drastis.


"Kau kira pernikahan mu tidak akan sah secara negara jika sudah seperti ini? Percuma kau lari dari acara resepsi Ethan" ucap Vano.


"Lalu sekarang bagaimana" kata Ethan melemah.


"Keluar dulu atau aku akan membakar ranjang mu"


Ethan dengan cepat kilat keluar dari kolong ranjang berharap Vano menemukan solusi terbaik.


"Ikut aku"


"Kemana?"


"Memilih pakaian untuk mu di acara resepsi nanti" jawab Vano menarik lengan Ethan keluar dari ruangan gelap itu.


"Huaaaaaa aku tidak mau lepaskan lepaskaan!!!!" Teriak Ethan sambil memukul lengan Vano tapi tidak mempan.

__ADS_1


🌱🌱🌱


betapa baiknya aku😌😌


__ADS_2