
Dan kini tiba sudah saatnya waktu pernikahan, walaupun tidak terlalu berkesan untuk Farel dia tetap menampilkan yang terbaik termasuk dari persiapan dirinya sendiri.
"Farel!" Panggil Ethan.
Farel langsung berjalan kearah pintu karena dia sudah paham betul alasan kenapa dirinya dipanggil.
"Tunggu!!"
"Aku tidak punya waktu untuk omong kosong mu!" Kata Farel.
"Ini menyangkut adik ku, aku tau kau adalah orang yang bertanggung jawab oleh karena itu aku menyerahkan Zea sepenuhnya padamu, ayah Andre selalu menitipkan Zea padaku dan sekarang kau menjadi pengganti ku" Tutur Ethan dengan serius.
Huuhh
Farel menghela nafas berat, pasalnya target pernikahan memang sudah dekat tapi ia tidak menyangka akan menikah dengan Zea.
"Kau tau definisi bertemu jodoh sejak lahir?" Tanya Farel.
Ethan mengernyitkan dahi tidak mengerti maksud Farel.
"Ya ini, aku menjaga jodoh ku sendiri selama 18 tahun terakhir" jawab Farel datar.
Ceklek
__ADS_1
"Bicara apa!!! Waktu ku banyak terganggu gara gara dirimu, Vallen masih di luar cepat selesaikan semua ini!" Ucap Vano kesal akibat waktunya terus di undur.
Farel mengangguk lalu keluar dari kamarnya, satu demi satu langkah nya membawa Farel ke tempat acara inti, pakaiannya dengan dekorasi rumah yang bernuansa serba putih terlihat mewah di mata para tamu undangan yang tidak seberapa.
"Farel kemari sayang" ucap Lina.
Farel kembali mengangguk lalu duduk di depan Andre sebagai wali nikah, keduanya beradu tatapan membunuh seakan mereka adalah musuh sengit.
"Dimana Zea ma?" Tanya Farel akhirnya menyudahi tatapan itu.
"Karena pernikahan kalian di anggap mendadak, Zea harus tetap dikamar nya sebelum benar benar sah" bisik Lina.
"Ta'aruf" ujar Farel bingung.
"Ta'aruf macam apa Farel sudah bersama dengan Zea sejak lahir" kata Farel kesal.
"Sudahlah ikuti saja alurnya kenapa cerewet sekali!" Saut Andre kesal.
"Hey kau berani berbicara seperti itu pada putra ku!" Saut Faris yang berada ditengah-tengah.
"Bisa tidak jangan bertengkar disaat seperti ini!!" Kata Vino.
Dia ingin sekali meninju keduanya, masih sempat sempatnya berdebat disaat acara sakral akan dimulai.
__ADS_1
"Waktu kalian berdebat tersisa lima detik jika masih terus berdebat rumah ini beserta dekorasi nya akan ku tempelkan granat!! Cepat lakukan!!" Ancam Vano sudah sangat tidak sabar, jika saja Vallen masih berada dirumah itu mungkin tidak masalah baginya.
Astaghfirullah ya Allah lain kali mohon tidak melibatkan hamba dari keluarga ini, dulu orangtuanya sekarang anaknya. Batin penghulu yang dulu menikahkan ketiga pasutri gila itu dan sekarang di undang sebagai saksi.
"Baiklah kita mulai!"
Andre mengulurkan tangannya lalu Farel menyambut tangan sang calon mertua, keduanya tiba tiba tertimpa rasa gugup. Andre dan Farel saling menatap satu sama lain seakan akan itu adalah pertarungan hidup dan mati.
"Aku nikahkan engkau Farel Alexander bin Faris Alexander dengan ananda Zea Wijaya binti Andre Wijaya dengan maskawin satu set alat shalat dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Zea Wijaya binti Andre Wijaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai"
"Sahh!!"
Huuuhhh
Farel memegang dadanya yang hampir meledak menahan nafas sedari tadi, detak jantung Farel tidak terkontrol ketika ucapan sah dari para tamu menggema di telinganya.
"Aku ingin minum!" Ucap Farel langsung pergi dari tempat ijab kabul ke arah dapur padahal air dan makanan sudah tersedia disana.
"Hey mana ada pernikahan seperti ini, kau belum melihat Zea!!" Teriak Faris.
"18 tahun Farel melihat wajahnya pa, tunggu sebentar Farel haus!!" Teriak Farel lalu menutup pintu dapur.
__ADS_1