Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 95


__ADS_3

"Surat yang kau tulis sebelum pergi" jawab Vano.


"Kenapa harus menulis surat, aku tidak pernah berniat pergi darimu hanya saja setelah sadar aku perlu membuktikan cinta ku padamu tapi ternyata rencana ku tidak semulus itu"


Rencana mu sangat mulus. Batin Vallen


Seandainya saja Vallen adalah istrinya mungkin Vano sudah memeluk nya sangat erat, bahagia luar biasa yang dirasakan Vano saat ini tidak ada yang bisa membandingkannya, air matanya tiba tiba jatuh didepan Vallen mungkin baru kali ini gadis itu melihat Vano mengeluarkan air mata disaat ia benar benar sadar sepenuhnya.


"Tapi aku takut" ucap Vallen menjauhkan dirinya dari Vano.


"Takut kenapa?"


"Aku belum pernah melakukan shalat setelah mengucapkan dua kalimat syahadat"


"Kita belajar bersama"


"Kau tidak marah?"

__ADS_1


"Kenapa marah? Aku sangat bahagia Vallen rasanya aku ingin menikahi mu detik ini juga" jawab Vano dengan ekspresi tak terbaca nya.


Karena merasa ini perlu untuk di publish di keluarga nya, Vano memutuskan untuk mengumpulkan semua diruang atas agar Vallen tidak perlu turun kebawah


"Bisa tidak jangan membuat ulah, kau pikir aku tidak lelah dengan tingkah mu!!" Ucap Vino kesal.


"Maaf semuanya telah mengganggu waktu kalian tapi ada yang ingin ku sampaikan dan mungkin ini sudah cukup lama aku menunggu" tutur Vano mengabaikan kekesalan abinya.


"Menyampaikan apa sayang?" Tanya Vira.


Sebelum menjawab Vano menatap Vallen terlebih dahulu diiringi senyum manis dan hangat. (Ah!! mantap)😂


Semua bingung dengan penuturan Vano walau memang arah pikiran mereka sudah mengarah kesana.


"Boleh aku jujur?" Saut Ethan yang duduk di ujung sofa.


Vano mengangguk sembari menatap Ethan sekilas.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti, mengikuti apa dan kenapa wajah mu seperti orang gila, senyum senyum sendiri" ujar Ethan seperti orang kebingungan.


Wajah Vano yang tadinya bahagia berubah datar karena perkataan teman sekaligus bahawannya itu, tapi tidak heran jika Ethan belum paham karena hanya dia sendiri yang berbeda ditempat itu, keluarga Salvatrucha dan yang lainnya tidak pernah memaksa Ethan untuk mengikuti mereka. Ethan berjalan ke jalan nya sendiri.


"Seperti yang kita ketahui waktu itu Vallen hilang didekat masjid, ternyata saat itu Vallen ingin membuktikan bahwa dirinya benar benar serius ingin menjalin hubungan dengan ku" tutur Vano.


"Benarkah? Vallen sekarang sudah menjadi bagian dari kita?" Tanya Vira tak percaya sebegitu besarnya cinta mereka berdua hingga salah satunya berhasil ditarik ke jalan sang calon imam.


Vallen menundukkan kepalanya karena malu menatap sekeliling yang sedang menatapnya.


Bela berdiri lalu mendekati Vallen dan memeluknya sangat erat, Bela ingin menangis tapi ia tahan agar Vallen tidak tertekan.


"Benar umi ta,,, tapi dia siapa?" Tanya Vallen bingung menunjuk Bela yang tetap memeluk nya.


"Kau yakin tidak ingat dengannya?" Saut Ethan santai.


Vallen menatap David lalu kembali pada Bela, mungkin otaknya yang sedang eror atau bagaimana tapi sekelebat ingatan tiba tiba muncul hingga Vallen memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Hey kau baik baik saja?" Tanya Vano mendekati Vallen karena khawatir.


Merasa dirinya mengingat sesuatu Vallen langsung melepas pelukan Bela lalu menepis tangan Vano yang ingin menyentuhnya.


__ADS_2