Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 152


__ADS_3

Diluar Ethan murka sangat besar terhadap Vallen, walaupun pria tangannya sangat gatal untuk menjambak rambut istri dari Vano Salvatrucha tersebut.


"Vallen!!" Ethan mengeraskan otot-otot rahangnya menahan geram.


"Hey sabar sabar ada apa ini?" Tanya Zoya menghalangi Ethan mendekati Vallen dan Vano.


"Ibu ternyata gadis ini yang berani menikahkan Ethan" jawab Ethan tanpa mengalihkan tatapan membunuhnya.


"Ya sudah lalu masalah nya dimana itu namanya sudah jodoh" ucap Zoya.


"Ibu lebih memilih Vallen daripada putra sendiri? Begitu?"


"Bu,,, bukan astaga Ethan tidak begitu maksud ibu" Zoya pusing sendiri jika putranya sudah marah marah tidak karuan.


"Lalu maksudnya apa ibu? (Mengalihkan pandangannya ke Lina dan Vira) apa? Bunda dan mama juga mau membela Vallen?" Tanya Ethan dengan nada menantang.


Vira dan Lina saling menatap, keduanya tidak ingin ambil pusing dan sudah angkat tangan menangani Ethan.


"Ibu mu memang keterlaluan, dia tidak membela mu lagi iya kan Lina" ucap Vira semakin menjadi kompor.


"Yaa sangat betul" jawab Lina.


"Vallen sekarang jelaskan padaku semuanya!!" Ethan kembali mengarahkan tatapan nya pada Vallen, rupanya dendam seorang Ethan belum usai.


"Ck masalah ini saja masih terus diungkit-ungkit, gugat cerai saja kan gampang jika tidak ingin melanjutkan rumah tangga" saut Vano kesal.

__ADS_1


"Eeh eeh lidahmu gampang sekali mengucapkan cerai, tidak!!!" Tolak Ethan ketus.


"Lalu kenapa masih tidak terima!!"


"Berikan imbalan sebagai tanda rasa bersalah maka aku akan memaafkan istri mu" ujar Ethan.


"Cih" kompak semua ingin meninju wajah Ethan saking kesalnya terhadap sifat materialistis pria itu.


"Yaa sudah jika tidak mau tapi aku marah selamanya dan tidak akan pernah datang kemari" gertak Ethan dengan sombongnya seakan akan dia adalah pilar terpenting dalam keluarga.


"Ck" Vano langsung mengeluarkan kartu lalu memberikannya pada Ethan.


Ethan tersenyum tipis menerima kartu lalu tangannya kembali diulurkan pada Farel.


"Apa?" Tanya Farel bingung.


"Hey bodoh salah ku apa!!" Ujar Farel semakin bingung.


"Kau bersaudara dengan Vano otomatis kau ikut bertanggung jawab, mana kartu cepat!!"


"Kau ingin merampok atau bagaimana!!" Kata Farel sembari memberikan kartu.


Tentu menikah bukan musibah baginya melainkan panen harta kekayaan.


"Ayah Vino" Ethan juga tidak lepas dari ketiga ayahnya.

__ADS_1


"Aku juga?" Tanya Vino heran.


"Vano adalah putra mu jadi,,,,,"


"Jangan banyak bicara didepan ku" ucap Vino langsung memberikan kartu.


"Hay papa"


Tanpa basa-basi Faris langsung memberikan kartu karena ia tidak ingin berdebat.


"Ayah" tak lepas dari Faris dan Vino ternyata Andre juga kena kali ini.


"A,,,aku juga ikut?" Tanya Andre terbata bata.


"AYAH JUGA WAJIB" jawab Ethan tersenyum tipis.


"Terlalu banyak ilmu dan diajarkan secara berlebihan juga tidak baik, dia sudah bisa memeras ku sekarang" gerutu Andre ikut memberikan kartu seperti yang lain.


"Baiklah terimakasih semuanya anggap ini amplop pernikahan ku dengan Sarah, ingat! Ini belum seberapa perusahaan anak cabang kalian harus disumbang kepada ku satu persatu terutama dari FERRERO GROUP" Tutur Ethan langsung merangkul Sarah keluar dari pintu utama untuk pergi ke kampung halaman istrinya.


"Hey sialan kau ingin memeras kami!!" Teriak Andre kesal.


"Maaf semuanya jika kalian keberatan aku akan menetap dirumah istri ku, terimakasih Vallen sudah menikahkan ku!!" Teriak Ethan dari luar.


Dirumah Ferrero

__ADS_1


"Haciiww!!!"


"Aaahhh sepertinya hal buruk akan terjadi, batin ku berkata satu perusahaan akan melayang" gumam David.


__ADS_2