
Dan hari ini adalah hari yang telah ditunggu tunggu semua orang dimana keluarga Salvatrucha membuat sejarah pernikahan terbesar di kota mereka.
Seluruh area rumah Vano telah dihiasi dengan nuansa putih di acara pagi hari dimana semua tamu undangan yang menyaksikan pernikahan Vano Salvatrucha harus menggunakan pakaian berwarna putih juga.
Sekarang Farel dan Ethan memiliki tugas untuk menyambut tamu bersama dengan yang lain.
"Zea ayo keluar kenapa lama sekali" ucap Farel mengetuk ruang ganti.
"Kakak masuklah Zea butuh bantuan" kata Zea sedikit berteriak.
Farel langsung masuk keruang ganti, tentu mata indahnya melihat sesuatu yang sering ia lihat belakangan ini.
"Masih belum bisa memasang resleting sendiri" ejek Farel membantu Zea memasang resleting dress-nya.
"Selesai sekarang,,,,,"
Farel termenung melihat wajah indah dan anggun didepan kaca itu, hari ini riasan wajah Zea terlihat berbeda dan itu sangat cantik.
"Kakak?"
"Ya" jawab Farel menatap lurus ke depan kaca.
"Ayo keluar kenapa masih diam disini" kata Zea memutar tubuhnya menghadap ke arah Farel.
__ADS_1
"Sebentar, bukankah aku sudah mengatakan untuk membeli lipstik dengan warna natural? Kenapa kau membeli yang mencolok?" Tanya Farel.
"Mencolok?" Zea sampai memperhatikan kembali wajahnya didepan kaca, padahal tidak ada sama sekali warna yang mencolok di riasannya apalagi bibir.
"Mencolok dimananya kak? Ini,,,,,"
Yaaah itulah Farel mencari segala macam kesalahan jika dia menginginkan sesuatu dan sekarang bibir nya sudah menghisap lembut bibir Zea. Alasan yang bagus pikir Zea.
"Kakak nanti kita dicari" ucap Zea menjauhkan dirinya.
"Sepuluh menit" kata Farel menarik pinggang Zea dengan tatapan nakal.
"Tidak lima menit"
"Kakak kenapa akhir-akhir sering meminta jatah pada Zea?" Tanya gadis itu heran.
"Daripada meminta jatah pada orang lain,,,,"
"Jangan coba-coba!!" Kata Zea memotong kalimat Farel dan langsung mencium bibir suaminya seperti permintaan Farel tadi.
Tentu Farel senang, beberapa hari terakhir ini Farel bingung sendiri kenapa tubuh Zea seperti mangsa yang harus dinikmati dimatanya tapi ia berusaha menahannya sekeras mungkin tidak tau nanti malam masih bisa atau tidak.
10 menit berharga bagi Farel karena ia bisa menyentuh apapun yang dia inginkan, Zea juga tidak melarang karena Zoya sudah menasehatinya untuk tidak menolak Farel.
__ADS_1
Disisi lain Ethan dan Sarah sudah siap menyambut tamu, keduanya di pasangkan hari ini padahal Sarah dan Ethan adalah musuh dalam selimut tapi mereka bingung kenapa selalu bertemu.
"Periksa buku tamu, apa semua sudah hadir atau tidak" ucap Ethan datar.
Sarah mengangguk pelan lalu berjalan menuju depan gerbang dimana tempat buku undangan.
Untuk tamu pagi hari mereka mengundang 500 petinggi perusahaan sekaligus dengan keluarga mereka untuk datang sedangkan saat resepsi yang akan dilakukan setelah ijab qobul akan datang tambahan tamu sebanyak 750 karyawan terpilih, mereka terpaksa menyeleksi karyawan agar tempat acara tidak sesak jika Vano mengundang 7.500 karyawan nya tapi Vano sendiri mengirimkan bingkisan kepada karyawan yang tidak di undang.
"Apa semua sudah berkumpul?" Tanya Andre yang ikut menyambut tamu.
"Sarah sedang memeriksa nya ayah" jawab Ethan.
"Hubungi tuan David mereka dimana!" Titah Vano.
"Baik om" saut Farel yang baru saja ikut bergabung setelah memporak porandakan lipstik istrinya.
"Vano dimana? Kenapa belum keluar?" Tanya Faris.
"Di dalam pa masih bersiap siap" jawab Ethan.
"Kalian berdua susul kedalam mungkin dia pingsan" kata Andre datar.
Ethan dan Farel mengangguk sembari menghubungi David Ferrero.
__ADS_1