Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 143


__ADS_3

Beberapa saat setelah kepergian Rifka, Ethan kembali ke rencana awal untuk menemui Vano, perasaan gila tapi Ethan tidak bisa menyembunyikan bahwa ia merindukan keluarganya.


Dan rencana Ethan akan pergi menemui keluarga Salvatrucha terlebih dahulu baru menyusul Andre yang pergi berlibur menjalin keakraban dengan Faris.


"Ayaahh!!" Teriak Ethan berlari masuk kedalam rumah utama.


"Hey bisa tidak jangan berteriak masuk kerumah" ucap Vano kesal.


"Eehh ada pak bos disini, ibu bos dimana?" Tanya Ethan mencari Vallen.


"Langsung ke intinya saja, kau ingin apa" ucap Vano datar.


"Pertama ingin meminta uang kedua ingin bertemu kalian hehe"


"Berarti kau merindukan uang?" Tanya Vira.


"Salah besar bunda Ethan kemari untuk bertemu dengan kalian sambil meminta uang" jawab Ethan.


"Ethan uang mu sudah banyak, kau kemanakan uang yang diberikan Vano selama ini?" Tanya Vira lagi.


Dengan santainya Ethan menjawab "Ethan simpan"


"Pakai itu saja kan uangnya tidak akan habis"


"Sayang jika dipakai bunda lebih baik meminta, ya kan pak bos" Ethan mengalihkan pandangannya pada Vano.


"Terserah"


Walau ketus Vano tetap mengeluarkan dompetnya dan memberikan Ethan sebuah kartu.


"Yeeyy, baiklah mungkin pertemuan kita hanya sampai disini Ethan pulaang"

__ADS_1


Pria itu memeluk Vano dan Vino dengan erat sedangkan Vira hanya di salami karena ia tau bahwa Vira tidak boleh dipegang sembarangan walau ia anak angkat.


"Terimakasih!!" Teriak Ethan berlari lari kecil.


"Hey tidak makan dulu?" Tanya Vino


"Kartu ini membuat Ethan kenyang ayah"


Ketiganya tidak habis pikir cara Ethan mengungkapkan kerinduan nya pada keluarga sangat aneh. Dia tidak mengatakan secara langsung tapi perbuatannya sangat tidak masuk akal.


Ethan memutuskan untuk kembali ke apartemen nya dengan membawa beberapa makanan agar ia tidak setres bergelut dengan Sarah.


Ceklek


Sepi, awalnya Ethan tidak peduli ia sibuk menyiapkan makanan yang menemaninya bekerja nanti.


"Apa ini?" Tanya Ethan pada dirinya sendiri melihat setengah gelas minuman.


"Kurang ajar!" Wajah Ethan langsung berubah mengerikan melihat gelas itu.


Dia membongkar seluruh dapur untuk mencari botol alkohol, Ethan semakin emosi menemukan tiga botol alkohol tertata rapi di lemari dapur.


"Sarah!!!"


Ethan mencari Sarah kedalam kamar dengan membawa satu botol alkohol, matanya memerah sampai sampai ingin melempar Sarah dari lantai atas.


Braakk!!!


"Hey kau,,,,"


"Diam!! Ini apa?" Tanya Ethan langsung tanpa basa-basi.

__ADS_1


"I,,,itu bukan milikku" jawab Sarah memalingkan wajahnya.


"Jika bukan milik mu lalu milik siapa!!!" Teriak Ethan melempar botol alkohol ke tembok kamar.


Kali ini emosi Ethan sudah diatas ubun ubun melihat kelakuan istrinya.


"Itu milik ku tapi aku baru meminumnya sekali" jawab Sarah dengan suara kecil.


Wajah Ethan semakin memerah mendengar jawaban Sarah rasanya dia ingin mencekik gadis itu saat ini juga.


"Kau gunakan untuk apa? Tujuan mu minum alkohol apa?" Tanya Ethan sedikit sabar.


"Agar tidak hamil" jawab Sarah menggenggam tangan nya.


Ethan memukul tembok dengan tangan hingga catnya terkelupas. Baru kali ini Sarah melihat kembali tatapan membunuh Ethan


"Kau tidak ingin hamil tapi kau merusak tubuh mu sendiri!! Hey bodoh alkohol akan membuat kecanduan kau mengerti tidak!!"


"Tidak masalah selama aku tidak hamil"


Plak!!!


Ethan refleks menampar wajah Sarah sekuat tenaga hingga gadis itu tersungkur, bukannya kasihan Ethan malah ingin membunuhnya sekarang.


"Aku bersumpah tidak akan menyentuh mu mulai detik ini"


"Datanglah ke pengadilan secepatnya" ucap Ethan berusaha menahan emosinya agar Sarah tidak terluka.


Dia langsung pergi keluar apartemen sedangkan Sarah hanya diam berkaca-kaca.


"Hamil? Jangan bodoh dia tidak akan mencintaimu jadi siapa yang akan merawat anak ku nanti? Lebih cepat lebih baik bukan" ucap Sarah dengan segelintir sakit didada nya.

__ADS_1


__ADS_2