
Beberapa saat kemudian Farel dan Ethan kembali dari depan gedung, sepertinya mereka menemukan pengendali laser dan suara minta tolong tadi hanyalah suara untuk mengelabui mereka.
Saat sampai di mobil Ethan dan Farel bingung kenapa ada Rifka dengan luka yang cukup banyak disekitar tubuhnya.
"Rifka? Kenapa dia bisa ada disini?" Tanya Ethan langsung menopang kepala Rifka dengan tangannya dikursi penumpang.
"Farel jauhi lokasi ini secepat mungkin!!" Titah Vano.
Farel mengangguk lalu menjalankan mobil menuju jalan raya yang lebih ramai.
Tiga puluh menit berlalu seperti nya sudah cukup aman dari serangan penjahat karena jalanan kota sangat ramai.
"Stop!!"
"Bawa gadis ini kerumah lalu panggilkan dokter, aku harus pergi ke suatu tempat" ucap Vano langsung keluar dari mobil.
"Hey kau ingin kemana!!" Teriak Ethan dari dalam.
Vano tetap berjalan menjauhi mobil tanpa mendengar Ethan terlebih dahulu.
"Sudahlah dia pasti memiliki tujuan, gadis ini perlu pertolongan secepatnya" jawab Farel datar lalu menjalankan mobil meninggalkan Vano sendiri.
Perjalanan menuju rumah Vano tidak memakan banyak waktu karena ternyata ada jalan pintas dari tempat ia menghentikan Vano tadi.
Sampai dirumah Ethan langsung mengangkat tubuh Rifka masuk kedalam, ia meletakkan gadis itu dikamar tamu.
"Aku akan memanggil dokter" ucap Farel.
Ethan mengangguk tanpa menatap Farel karena ia terus memperhatikan wajah polos dan manis itu.
"Setiap kali bertemu dengan ku kenapa kau selalu terluka" gumam Ethan sembari menyelimuti Rifka.
"Istirahatlah sebentar lagi dokter datang"
Ethan meninggalkan kamar tamu dan berpindah ke kamarnya yang berada disebelah untuk memberitahu Sarah.
__ADS_1
Ceklek
"Sarah" panggil Ethan.
Pria itu duduk dikasur menunggu kedatangan Sarah yang entah dimana.
"Iya?" Sarah keluar dari ruang ganti dan Ethan langsung memeluk pinggang istrinya tanpa sepatah kata.
Tentu hal itu membuat Sarah heran kenapa bisa tiba tiba memeluknya dengan erat seperti ini.
"Ada apa?" Tanya Sarah sembari mengelus kepala Ethan.
"Tidak ada" jawab Ethan lemah.
"Apa ada yang mengganjal di hati mu?" Tanya Sarah lagi.
"Jangan marah ya"
Sarah semakin bingung kenapa Ethan mengatakan itu dan dia sendiri tidak mengerti masalahnya dimana.
"Ada Rifka diruangan sebelah, dia terluka banyak ditubuhnya dan aku khawatir dengan itu" ucap Ethan.
Sarah menghentikan tangannya mengelus kepala Ethan, senyum tipis nya memudar begitu saja, Sarah mencoba untuk menjauh agar terlepas dari pelukan Ethan dipinggang nya.
"Tidak jangan menjauh tolong! Demi apapun aku tidak memiliki rasa padanya tapi hatiku mengatakan aku harus melindungi nya" ujar Ethan semakin mengeratkan pelukannya.
Sarah hanya menanggapi dengan diam, mau menjawab apa juga dia tidak tau.
"Aku percaya padamu" kata Sarah dengan senyum tipis.
"Kau percaya padaku?" Tanya Ethan sekali lagi sembari menatap wajah istrinya.
"Walau aku tidak pernah mendengar apapun dari mulut mu aku percaya bahwa aku dan Rifka memiliki tempat yang berbeda dihati mu" jawab Sarah memegang wajah suaminya dengan kedua tangan.
"Aku tidak akan mengecewakan mu sungguh"
__ADS_1
Sarah mengangguk dengan senyum tulusnya kembali memberikan pinggangnya sebagai sandaran ternyaman untuk Ethan.
"kau tidak marah?" tanya Ethan.
"kenapa harus marah, Rifka tidak akan menyukaimu, memangnya siapa yang akan menyukai pria jelek seperti mu" jawab Sarah terkekeh.
"Ck aku tampan dan kau adalah orang yang beruntung mendapatkan ku" ujar Ethan ketus.
"benarkah? baiklah malam ini,,,,,"
"aa jangan jangan, malam ini harus tidur dengan ku tidak mau tau" kata Ethan memasang wajah puppy eyes.
"hmm setuju tapi bantal,,,,"
"tidak mau Sarah, aku akan mengusir bantal guling dari kamar ini" ucap Ethan ketus.
"baiklah baiklah pergi bersihkan dirimu terlebih dahulu, pasti kalian akan meeting nantinya kan"
"tidak mau!!"
"kenapa?"
"hmm kata orang mandi dengan istri itu adalah hal terindah dalam hidup, mau mencoba?" tanya Ethan dengan tatapan nakal melihat tubuh istrinya.
"jangan coba-coba aku sudah mandi" jawab Sarah mendorong tubuh Ethan agar menjauh.
"hehe dikamar atau dikamar mandi?" tanya Ethan dengan nada mendesak.
"dikamar!!" jawab Sarah refleks.
"Baiklah malam dikamar ya" goda Ethan.
"apanya?" tanya Sarah yang sudah berpikir kemana mana.
"tidurnya memang apalagi" jawab Ethan tertawa girang melihat ekspresi lucu dari Sarah.
__ADS_1
***