
Dan pada akhirnya Andre pergi mengantar putranya untuk bertemu dengan putra, sang mertua banyak tingkah. Ethan seperti sedang di asingkan oleh keluarganya ketika harus dibuang ke tempat putra.
Tok,,,,tok,,,,tok
Karena tidak ada jawaban keduanya masuk, Andre dan Ethan bingung kenapa rumah putih itu sangat sepi. Dimana Zoya dan dimana putra.
"Kenapa tidak ada orang?" Tanya Ethan berbisik.
"Cih pasti ini permainan kakek mu" jawab Andre tersenyum sinis.
"Maksud ayah?"
"Dia sengaja memecat pelayan agar ibu mu yang merawatnya"
"Licik sekali kakek ini" gerutu Ethan.
"Ayah mari kita membuat kejutan untuk kakek" imbuh Ethan mendapat ide.
"Kejutan?"
"Hehe ayo ikut Ethan yah"
Ethan mengajak Andre ke kamar putra, memang dimana lagi tempat kakek nya selain di kamar. pelaan sekali Ethan membuka sedikit pintu untuk memeriksa apakah ibunya ada disana.
"Hey kau mau apa nanti ibu mu marah kita melakukan sesuatu padanya" bisik Andre ikut mengendap masuk kedalam.
__ADS_1
"Sssttt, dalam hitungan ketiga kita dekati kakek lalu kejutkan saja, mungkin setelah itu kakek akan jantungan dan,,,," Ethan membuat isyarat menyayat leher dengan seringainya.
"Tidak tidak jika dia mati bagaimana kau mau bertanggung jawab?"
"Salah sendiri sudah tua, lagipula ayah jika seseorang sudah cukup umur untuk pergi ke dunia lain kenapa tidak? Itu kan untuk kebaikan dirinya sendiri agar lebih cepat di proses masuk neraka" jawab Ethan dengan gampangnya.
"Teori macam apa ini" ujar Andre ketus.
"Hey dua manusia sedang apa kalian disana" saut putra yang sedang berbaring.
Ethan dan Andre saling menatap, mereka khawatir jika putra mendengar rencana busuk Ethan tadi.
Ceklek
"Ingin menggantikan mu menjaga ayah sayang" saut Andre.
"Benarkah?" Tanya Zoya menatap Ethan.
Ethan ingin sekali mengatakan tidak namun perutnya sudah di awasi oleh tangan Andre untuk di cubit mati.
"Be,,,,benar" jawab Ethan menjauh dari Andre agar terlepas dari cubitan itu.
"Ibu senang sayang, ibu juga khawatir dengan Zea dirumah mm apa tidak masalah meninggalkan mu sendiri?" Tanya Zoya memastikan.
"Mm mungkin tidak masalah" jawab Ethan tetap dengan kawalan tatapan tajam Andre.
__ADS_1
"Tapii ibu tidak tau hari ini kau berniat merawat kakek jadi ibu meminta bantuan pada seseorang" ucap Zoya.
"Tidak masalah ibu, Ethan senang ada yang membantu" ujar Ethan.
"Baiklah ibu akan panggilkan ya,,,, Sarah!!!" Panggil Zoya sedikit keras.
Andre dan Ethan membulatkan mata mendengar nama Sarah, Ethan sudah berkeringat apalagi Andre yang mengetahui rahasia keduanya.
"Mungkin Sarah lain, banyak yang namanya Sarah" bisik Andre menenangkan Ethan.
"Sarah!!"
"Iya ibu" jawab seorang gadis dari luar.
Uhuk,,,,uhuk
Ethan dan Andre terbatuk batuk mendengar suara itu, sudah jelas suara ini milik Sarah yang mereka kenal.
"Ibu memanggil Sarah? Ada apa?" Tanya Sarah dengan wajah datarnya.
Keduanya semakin terbelalak ketika melihat sosok gadis yang sudah tidak asing mata keduanya, yaa itu adalah Sarah yang biasa berkeliaran di rumah.
"Sayang hari ini ibu minta tolong temani Ethan merawat kakek putra ya, ibu ingin pulang melihat keadaan Zea" jawab Zoya.
Sarah mengangguk dengan polosnya lalu kembali ke dapur untuk menyiapkan bubur sedangkan Ethan dan Andre saling berpegangan tangan sedari tadi hingga tangan mereka berkeringat.
__ADS_1