Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 64


__ADS_3

"A,,,aku mohon jangan" pinta Zea mulai histeris ketakutan.


"Brengsek kau ingin apakan putri ku!!" Teriak Vira tidak terima Zea yang sudah ia anggap anak sendiri dilecehkan seperti itu.


Vira langsung menyerang Pian dengan tangan kosong, sialnya Vira tidak sempat memikirkan senjata sebelum menyerang.


Pian dengan senang hati melayani Vira, gadis bukanlah tandingannya kecuali Vallen yang telah mengalahkan dirinya beberapa kali.


Dalam perkelahian tersebut Sarah ikut andil dalam menyerang Pian karena ia tidak ingin lagi kembali ke masa lalu dimana hidupnya dipenuhi dengan aroma darah.


"Maaf nyonya, Sarah kali ini kita tidak berteman" ucap Pian lalu menggoreskan pisau dilengan Vira secara kasar begitu juga dengan Sarah


"Ssstt" Vira menjauh setelah sayatan ditangannya terasa cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah.


"Umi!!"


"Sekali lagi maaf nyonya, Sarah tapi kalian yang meminta ku untuk bekerja terlalu jauh" ujar Pian mendekati Vira lalu memukul keras punggung Vira hingga ia tersungkur pingsan dalam sekejap dan disusul oleh Sarah


"Sialan!!" Vallen akhirnya naik darah melihat Vira terbujur tidak berdaya, ia ingin menyerang namun sayang gerakan Pian lebih cepat mendekati Zea dan mengambil alih seluruh tubuh gadis itu.

__ADS_1


"Kau berani mendekati ku gadis ini kehilangan masa depan cerahnya!!" Ancam Pian tersenyum licik.


Vallen hanya bisa diam dan melepas senjatanya diatas lantai untuk melindungi Zea, seperti yang diketahui banyak orang Pian adalah perusak kelamin terganas di kelompok nya.


"Bagaimana?" Pian mulai meraba beberapa bagian tubuh Zea sembari menunggu jawaban dari Vallen.


"Aku mohon jangan" ucap Zea memegang tangan Pian dengan tubuh gemetar diiringi bendungan air mata.


Pian tidak peduli ia tetap menyentuh Zea didepan mata kepala Vallen, dan yang lebih ganasnya lagi Pian mencoba mencium paksa Zea.


"Hentikan!!! Baik aku akan kembali tapi lepaskan dia!!" Teriak Vallen tidak tahan dengan air mata Zea yang terus menerus keluar tanpa henti.


"Kau lebih penting dari ku Zea, cepat pergi sejauh mungkin!" Ucap Vallen berkaca kaca.


Pian melepaskan tangannya dari pinggang Zea hingga gadis itu tersungkur kebawah karena tidak tahan menyangka beban tubuhnya sendiri.


Pian memiliki ide cemerlang agar ia tidak perlu susah payah membawa Vallen keluar, mengingat gadis itu memiliki banyak akal jadi Pian harus melakukan nya.


"Vallena lihat kalung ini, kemanapun arah kalung ini berjalan ikuti dia, ingat perkataan ku ketika kau sudah memasuki dunia ku kau akan tunduk padaku" ucap Pian diiringi tangannya yang bergerak menghipnotis Vallen.

__ADS_1


Vallen masuk kedalam perangkap Pian, ia mengangguk dengan tatapan kosong. Kini Vallen siap menerima perintah apapun itu.


"Vallena sayang bunuh seluruh orang dirumah ini tanpa sisa dan aku menunggumu diluar setelah semuanya beres, jika mengerti ambil pisau ini" kata Pian dengan seringai nya.


Pian berjalan santai keluar rumah setelah Vallen mengambil pisau ditangannya, Vallen berjalan mendekati Vira sebagai sasaran utamanya.


"Tidak Vallen jangan lakukan itu aku mohon jangan!!" Teriak Zea frustasi melihat Vallen semakin dekat dan bersiap menusuk wajah Vira.


"Tidak!!!!"


Taaakkk!!!!


Vano berlari dan menendang pisau itu ditangan Vallen, matanya dipenuhi aura iblis melihat uminya hampir saja menjadi korban.


"Vallen apa yang kau lakukan!!" Teriak Vano mengangkat tubuh Vallen.


Vino dan Andre langsung mengangkat istri dan putrinya, Zea yang ingin menjelaskan kejadian sesungguhnya tergeletak pingsan karena terlalu lelah menangis.


Sedangkan Faris, dan Farel mencari keberadaan Lina beserta Zoya, Ethan juga sama dia menyelamatkan Sarah walaupun belum tau apakah Sarah ikut andil dalam penyerangan ini.

__ADS_1


__ADS_2