
Karena Vallen kekeh tidak ingin kembali, Vano akhirnya mengalah dan membawa Vallen pulang percuma juga ia melarang gadis itu.
"Lalala hmm hmm" terdengar suara dibawah standar sedang bergema didalam rumah.
Vallen baru saja masuk kedalam rumah pun mendengar suara gaib dari Farel.
"Suara mu jelek diamlah!!" Ucap Vallen ketus lalu naik keatas kamarnya.
Farel menatap kepergian Vallen dengan mood jeleknya sore ini namun Farel tidak terlalu peduli akan hal itu.
"Lalala,,,,,"
"Ikan sialan itu akan tewas jika kau terus bernyanyi!!" Ancam Vano lalu mengikuti Vallen keatas.
"Hiiisss selalu saja mengancam dengan itu" gerutu Farel kesal sembari memberikan makan ikan di aquarium nya.
Satu hal yang berbeda dari Farel yaitu kesenangan nya dalam memelihara ikan ratusan juta dengan hiasan tak tersaingi oleh siapapun, ikan ikan itu mampu menghilangkan rasa sepi dihati Farel selama ini.
"Sudahlah ikan jangan dengarkan orang orang gila dirumah ini" ucap Farel seakan menenangkan ikannya.
"Dimana Vano?" Tanya Ethan dari belakang.
"Mana saya tau saya kan ikan" jawab Farel santai sembari menabur makanan ikan.
Ingin sekali Ethan menghantam kepala Farel dengan aquarium didekatnya namun apalah daya ketika kekuatan Farel dalam hal harta benda masih dibawah naungan Vano Salvatrucha.
Ethan memilih untuk naik ke atas sebelum kesabarannya habis dan lost control terhadap Farel.
"Dimana,,,"
__ADS_1
"Dimana apa!! Semua bertanya padaku kalian pikir aku satpam penjaga mall!!" Ucap Farel kesal dengan pertanyaan Sarah kali ini.
"Mall itu apa?" Tanya Sarah bingung.
"Tempat rukiyah!" Jawab Farel ketus meninggalkan Sarah, moodnya sudah rusak akibat beberapa isi rumah itu.
"Mm? Rukiyah apalagi?" Gumam Sarah, kali ini dia tidak berani bertanya lebih banyak lagi pada Farel.
Didalam kamar utama
Vano membujuk Vallen untuk mengambil alat ditubuhnya namun tetap saja Vallen menolak, dia masih mengira yang akan keluar adalah anak manusia.
"Ayolah Vallen dengarkan aku kali ini saja, ini untuk kebaikanmu juga" bujuk Vano kesekian kalinya.
"Tidak mau!! Anak manusia sangat mengerikan,,,,"
Vallen berusaha memutar otak cerdasnya agar mampu mengetahui ilmu baru yang ia dapat.
"Hamil itu apa?" Tanya Vallen mulai terpancing.
Vano mengeryitkan dahi mendengar pertanyaan konyol Vallen, bagaimana dia menjelaskan orang hamil.
"Orang hamil itu adalah orang yang akan menjadi seorang ibu dengan memiliki bayi atau anak manusia seperti yang kau katakan tadi" jawab Vano masih sabar menjelaskan pada Vallen.
"Bagaimana orang bisa hamil?" Tanya Vallen lagi.
Vano dan Ethan hampir tersedak dengan pertanyaan Vallen kali ini, pertanyaan bodoh macam apa yang ditanyakan pada seorang pria normal.
"I,,, itu mm eee"
__ADS_1
"Ada trik tersendiri" jawab Ethan membantu Vano menyelesaikan pertanyaan pertanyaan bodoh dari Vallen.
"Trik? Trik seperti,,,,"
"Stop intinya kau mau atau tidak jangan buang buang waktu ku untuk pertanyaan bodoh mu!" Kata Vano mulai habis kesabaran.
"Tidak!" Jawab Vallen ketus lalu menutup dirinya dengan selimut.
Vano dan Ethan saling menatap karena masih terngiang ngiang dengan pertanyaan terakhir dari Vallen.
"Nona sebaiknya aku kembali kerumah" saut Sarah dari dekat pintu.
"Apa maksudmu, diam disini!!!" Ucap Vallen dari dalam selimut.
"Maaf nona jika alat itu masih tetap ditubuh mu maka semua akan berada dalam bahaya, untuk meminimalisir resiko sebaiknya aku kembali" ujar Sarah sendu.
"Tidak boleh!!"
"Ba,,, baiklah tapi jika anak manusia yang keluar aku akan menghanyutkannya di sungai!!" Imbuh Vallen ketus.
Vano tersenyum tipis mendengar persetujuan sekaligus ucapan bodoh yang keluar dari mulut gadis itu.
"Tapi kau belum menjawab pertanyaan ku, bagaimana orang bisa hamil?" Tanya Vallen sekali lagi.
"Orang bisa hamil karena dia sudah menikah" jawab Ethan sebagai jawaban normal.
"Jadi orang menikah akan hamil? Iiii untung saja waktu itu aku tidak menikah. Baiklah aku tidak akan menikah!!" Gumam Vallen memantapkan hati nya.
"Hey kau menikah atau tidak itu adalah keputusan ku bukan keputusan mu, mengerti?" Saut Vano saat mendengar gumaman konyol Vallen.
__ADS_1