Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 108


__ADS_3

"A,,,ayah dimana ma?" Tanya Ethan gugup.


"Sudah menunggu di ruang pengadilan" jawab Lina.


"A,,,apa? Ru,,, ruang pengadilan?" Ethan semakin sulit mengeluarkan nafasnya.


"Yaa masuklah mungkin ada yang ingin dibicarakan oleh ayah mu" ucap Lina.


Bukan hanya berbicara tapi juga menyembelih. Batin Ethan


"Ba,,, baiklah" Ethan berjalan pelan masuk kedalam, langkah kakinya hampir sama dengan gerakan siput untuk mengundur waktu kematian nya.


Namun selambat lambatnya Ethan ia pasti akan sampai di depan ruang pengadilan seperti saat ini ia sudah berdiri tegak didepan pintu.


Tok,,, tok,,,tok


Untuk pertama kalinya Ethan memiliki sopan santun mengetuk pintu.


"Masuk!!"


Deg!!


Suaranya lebih kejam daripada malaikat maut. Batin Ethan.


Ceklek


Sepi, Ethan tidak melihat siapapun yang berdiri dikursi hakim


Brak!!!


"Aaaa!!!" Ethan melompat ke belakang karena terkejut mendengar suara pintu yang tertutup dengan sendirinya.


Dan ternyata itu adalah ulah Andre, ia sengaja berdiri dibelakang pintu lalu menutup pintu dengan kasar.

__ADS_1


"A,,,,ayah" Ethan berusaha sekuat mungkin agar tidak gemetar.


"Selamat pagi putra ku" sapa Andre tersenyum tipis sambil duduk di kursi pengadilan.


"A,,,ayah Ethan bisa jelaskan begini ayah,,,,,,"


Sebelum sempat melanjutkan kalimatnya, Andre sudah mengambil remote dan menekan tombolnya sehingga layar monitor di depan otomatis mulai berjalan.


Wajah Ethan bertambah frustasi melihat sebuah rekaman dari cctv diputar oleh Andre, yaah apalagi jika bukan rekaman saat Ethan mencium Sarah.


"Bagaimana sensasi ciuman pertama?" Tanya Andre mematikan layar monitor.


"A,,,ayah Ethan hanya,,,,"


"Ayah hanya bertanya bagaimana rasanya ciuman pertama?" Kata Andre mengulangi kalimatnya.


"Manis ayah" jawab Ethan dengan polosnya.


"Manis? Apa yang manis?" Tanya Andre.


"Pertanyaan kedua, apa menurutmu ayah akan marah?"


"Ayah maaf, Ethan janji tidak akan melakukan itu lagi" jawab Ethan memasang wajah puppy eyes.


"Cih!! Baiklah kita serius, disini ayah senang ternyata kau tidak menyukai sesama jenis" ucap Andre datar.


Walau terkesan menyebalkan setidaknya Ethan bisa bernafas sedikit dengan kejinakan ayahnya.


"Tapi kau harus mendapat hukuman!!" Kata Andre tegas.


Kembali nafas Ethan tercekat mendengar kata hukuman, Andre jika sudah memberi keputusan pasti itu sangat berat apalagi untuk putra dan putrinya, dulu juga begitu Zea selalu di didik tegas dan Ethan yang berada di balik kekuatan adiknya.


"Hu,,, hukuman?"

__ADS_1


"Yaa hukumannya adalah,,,,," Andre menghentikan kalimatnya sejenak hingga membuat jantung Ethan berpacu keras.


"Kau harus tinggal di rumah kakek mu sampai ia sembuh" ucap Andre.


Ethan terbelalak kaget, sejak ia di asuh sampai besar seperti ini Ethan selalu menghindar dari kakeknya yaitu putra. Kenapa? Karena dia sangat menyebalkan pikir Ethan.


"Kan sudah ada ibu yah, biarkan saja ibu yang rawat, berikan hukuman lain ya" tawar Ethan.


"Menikah dengan gadis itu mau?" Tanya Andre.


Ethan menggelengkan kepalanya dengan cepat dan kembali seperti anak kucing.


"Kenapa harus tinggal dengan kakek ayaaah" rengek Ethan hampir menangis.


"Bapak tua itu tidak pernah jera membohongi ibu mu, aku sangat kesal padanya. Sudah bau tanah masih saja banyak tingkah" kata Andre ketus.


"Ayah kau memanfaatkan ku, kau mencari kesalahan ku lalu memberikan hukuman seperti ini" ucap Ethan cemberut.


"Ayah tidak mau tau, pagi ini kau sudah ada disana" kata Andre.


"Ethan bekerja ayah!"


"Sebenarnya surat tanda tangan pernikahan sudah siap sejak tadi malam, tinggal memaksa mu tanda tangan saja. Jari mu masih sempurna bukan? Perlu bantuan agar di patahkan satu?" Kata kata Andre penuh ancaman.


Ethan langsung menyembunyikan jari nya ke belakang dan mencairkan suasana.


"Baiklah ayah seperti nya beberapa hari ini Ethan akan libur bekerja karena uang Ethan sudah cukup banyak" ucap Ethan tercengir kuda.


Dan karena merasa semua sudah selesai, Ethan pamit keluar dengan sopan pada ayahnya.


"Mm ayah apa perlu Ethan taruhkan sianida kedalam kopi kakek?" Tanya Ethan memutar tubuhnya sebelum benar benar menghilang dari pintu.


"Kurang ajar!! Jelek jelek begitu dia tetap mertua ayah!" Jawab Andre ketus.

__ADS_1


"Ahaha baiklah maafkan aku ayah" kata Ethan tertawa garing.


__ADS_2