
Braakkk!!!
Pintu terbuka lebar dan seketika matanya menajam ke arah Farel, pria itu sangat jelas melihat tatapan membunuh Zea.
Sebelum menghampiri Farel, Zea menghadap belakang untuk mengubah ekspresinya lalu kembali memutar tubuh ke arah Farel beserta seorang wanita didepannya.
"Zea!!" Farel ingin marah tapi Zea sudah berjalan mendekati nya dan dengan manjanya duduk dipangkuan Farel seperti anak kecil.
"Tuan??" Rekan kerja Farel bingung melihat gadis kecil itu memeluk Farel seperti seorang anak.
"Zea ada apa?" Tanya Farel lembut, tadinya ia ingin marah namun di urungkan.
"Kau tidak memberitahu ku ada pertemuan disini sayang" jawab Zea mengangkat kepalanya sekilas dan kembali memeluk Farel.
Deg,,,,deg!!!
"Sa,,,, sayang??" Farel hampir berhenti bernafas mendengar kata terakhir dari Zea.
"Hmm,, sayang apa kau sudah selesai? Aku sangat merindukanmu hari ini" kata Zea membuat suara seperti anak kecil sambil mencium seluruh wajah suaminya.
Farel benar benar mati gaya didepan rekan kerjanya menghadapi kelakuan Zea.
"Nyonya sepertinya semua sudah selesai" ucap Farel.
"Baiklah tuan senang bisa bekerjasama dengan anda sampai jumpa di lain hari"
"Heyy!!!" Zea spontan mengembalikan tatapan membunuhnya pada wanita menyebalkan didepannya.
"Baiklah saya permisi tuan" ucap wanita itu lalu keluar dari ruangan membawa berkas berkas tadi.
Sedangkan didalam ruangan Zea turun dari tubuh Farel setelah wanita itu benar benar menghilang.
"Hey!!" Farel menghalangi jalan Zea.
__ADS_1
"Kak biarkan Zea turun, awas!" Kata Zea menepis tangan Farel.
"Kenapa kau disini? Kau mengikuti ku?" Tanya Farel mendudukkan Zea kembali kepangkuan nya.
"Cih seperti tidak ada kerjaan saja, Zea kemari untuk mengerjakan tugas dan kakak kenapa harus disini? Tidak mencari tempat lain untuk berkencan? Tidak ada tempat yang lebih bagus?" Tanya Zea balik dengan tatapan sinis.
Farel tersenyum tipis melihat wajah cemberut istrinya, andai saja Zea tau jika Farel sengaja mengatur pertemuan nya dengan klien di tempat yang sama.
Sebenarnya Farel hanya ingin menjaga Zea dari kejauhan namun tak disangka Zea malah melihat dan melabraknya secara terang-terangan.
"Baiklah maafkan aku,,,,"
"Tidak biasanya menggunakan aku ketika berbicara dengan Zea" kata Zea memotong kalimat Farel.
"Lalu kau ingin aku bagaimana hmm??" Tanya Farel menarik pinggang Zea agar semakin mendekat padanya walau Zea sudah ada di pangkuannya.
"Eee,,,,mm tidak Zea hanya bingung sedikit" jawab Zea salah tingkah terlalu dekat dengan Farel.
"Ka,,,kakak ini tempat umum" ucap Zea berusaha menjauh tapi percuma, ia sudah terbiasa kalah dari Farel Ethan dan Vano.
"Aku tidak melakukan apapun, kau berpikir aku akan melakukan apa?" Tanya Farel tersenyum tipis.
Hey jantung kau masih ada disana? Kenapa aku tidak bisa merasakan mu, aahh senyuman nya kenapa sangat menggoda. Batin Zea
"Jika tidak melakukan apapun biarkan Zea turun kak" ucap Zea tercengir kuda.
"Boleh tapi ada beberapa syarat"
"Pertama tidak boleh melawan suami lagi, kedua apapun masalahnya tidak boleh membawa keluarga kita harus mandiri untuk menyelesaikan masalah sendiri, Zea aku sangat mengerti kau masih kecil oleh karena itu aku tidak bisa membiarkan mu kesana kemari bertemu orang yang belum dikenal seluk beluknya. Ketiga tidak boleh meminta uang pada orang tua mu lagi karena kau sudah menjadi tanggung jawab ku. Aku tidak menuntun mu untuk menjadi dewasa tapi kau harus memahami ucapan ku tadi" tutur Farel mengelus wajah istrinya.
"Maaf kak" ucap Zea menunduk sembari memainkan dasi Farel.
Entah kenapa Farel semakin gemas melihat wajah Zea ketika merasa bersalah seperti ini.
__ADS_1
"Pulang ya, jangan dirumah utama terus tidak nyaman dilihat orang tua ku dan orang tua mu" kata Farel sangat lembut.
Siapa yang tidak luluh jika cara bicaranya selembut itu, Zea pun tidak bisa menolak jika sudah seperti ini.
"Aahh ya masalah pesta tahunan aku minta maaf, aku yang salah. Maaf waktu itu aku berbicara terlalu kasar" imbuh Farel.
Zea mengangguk dan masih tetap memainkan dasi suaminya, ia tidak tau harus berbuat apa dan dia tidak berani menatap Farel terlalu lama.
"Zea tatap aku" kata Farel.
Zea menghentikan tangannya memainkan dasi Farel, jangankan menatap mendengar suaranya saja Zea sudah salah tingkah.
"Zeaa" Farel mengangkat dagu istrinya dengan telunjuk kanan.
"Pernah jatuh cinta?" Tanya Farel.
Zea menggelengkan kepala dengan cepat, Farel tersenyum kecut dengan jawaban Zea tapi disisi lain ia senang berarti tidak ada laki laki yang pernah mengisi hatinya.
"Jangan jatuh cinta pada orang yang salah" ucap Farel tersenyum manis.
"Maksud kakak?"
"Cintai suami mu jangan orang lain" jawab Farel menatap Zea dengan penuh arti.
"Memangnya kakak mencintai Zea?" Tanya Zea lagi.
"Sedang berusaha" jawab Farel tersenyum lalu memeluk Zea.
Senangnya memiliki kekasih halal seperti Farel, dia bebas memeluk ataupun menyentuh kapanpun dia ingin. Tapi untuk menyentuh terlalu berlebihan Farel belum ingin, dia masih ingin membiarkan Zea terbang bebas sampai gadis itu benar benar siap melakukannya, Farel juga ingin memastikan apakah hatinya memang benar benar sudah dimantapkan pada Zea atau belum.
***
komeenn!!!! vote!!! like mah udah pasti harus kan ya😊😊😊
__ADS_1