Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 63


__ADS_3

Rumah itu sedang sibuk membagi tugas untuk menyiapkan makanan dan untuk membersihkan dapur, Vallen terlihat sangat senang berkumpul di keluarga itu, dia bersyukur tertangkap oleh Vano dan membawanya kerumah yang penuh dengan kasih sayang itu.


"Vallen sayang umi" ucap Vallen memeluk Vira dari belakang.


"Umi juga sayang padamu" ujar Vira membiarkan Vallen memeluk nya.


"Hey makanan sudah siap ayo keluar" ajak Lina berdua dengan Zoya dan Sarah.


Baru saja ingin melangkahkan kaki, semua yang ada di dapur dikejutkan dengan teriakan Zea diluar


"Tolong!!!!" Teriak Zea.


Zoya langsung berlari keluar menuju ruangan biasa tempat mereka berkumpul menemui putrinya setelah mendengar teriakan itu diikuti oleh semua.


"Zea!!!" Teriak Zoya menutup mulutnya karena melihat Zea sedang ditikam pisau oleh seseorang.


"Sialan lepaskan dia!!" Teriak Vallen merubah tatapannya menjadi buas.


"Nona Vallena yang sangat saya hormati kita bertemu kembali setelah sekian lama, bagaimana rasanya liburan terlalu lama" ucap seorang pria berbadan tinggi dan kekar sedang duduk santai di sofa.

__ADS_1


"Pian jangan bermain main dengan pisau itu!!" Teriak Sarah disamping Vallen.


Pian memberikan isyarat pada beberapa pengawalnya untuk mengamankan para wanita didepannya kecuali Vira dan Vallen.


"Brengsek kau apakan mereka hah!!!" Vallen mulai naik darah dan ingin menyerang pria itu namun Pian sudah terlanjur memiliki aset untuk mengancam Vallen, sedikit saja ia melangkah nyawa Zea melayang.


"Vallena aku tidak memiliki banyak waktu, pilihan mu ada dua yaitu kembali atau gadis ini menjadi sasaran keganasan ku" ucap Pian dengan seringai liciknya.


"Tutup mulutmu berani sekali kau berbicara seperti itu!!" Saut Zoya berusaha memberontak namun kekuatannya tentu bukan tandingan para pengawal.


"Ssstt nyonya berani kau berbicara sedikit saja Putri tidak akan selamat!!" Ancam Pian.


"Waktu ku habis hanya untuk mengurus mu Vallen, kau ingin pulang sekarang atau,,,," Pian menatap satu persatu gadis gadis disekelilingnya, jika ia mengambil tindakan pada Sarah tentu itu bukan hal besar.


Dan kini tatapan nya mengarah pada Zea, seringainya keluar melihat gadis kecil mungil itu sedang ketakutan, Pian berjalan mendekati Zea.


"Hey jangan dekati dia atau,,,,,"


"Atau apa nyonya Salvatrucha? Kau ingin menyerang ku? Kemari lah" tantang Pian.

__ADS_1


"Jangan umi, Pian orang yang sangat berbahaya dia tidak pernah bermain main dengan ucapannya" bisik Vallen.


Vira terdiam, ia tidak tau harus mengambil langkah apa dan jika ia menyerang entah apa yang akan terjadi pada Lina dan Zoya sudah cukup semua itu, Lina kembali mengingat dimana dirinya sedang terkepung saat hamil waktu itu hingga wajahnya pucat.


Vino Vano datanglah sayang kalian dimana. Batin Vira ingin menangis melihat saudaranya tersandera.


"Vallena kau bisa memilih sekarang, semuanya ada ditangan mu" ucap Pian lalu mendekati Zea dan.


Ssrrek!!!!


Lengan baju Zea sobek akibat ulah Pian kali ini Pian menyerang secara halus untuk membujuk Vallen keluar dari rumah Salvatrucha.


"Brengsek!!!" Teriak Zoya tidak terima putrinya dilecehkan seperti itu.


"Pengawal!" Pian memberikan isyarat untuk membawa Zoya dan Lina menjauh dari tempat itu.


"Hey jangan sakiti putriku atau kau akan menyesal!!" Teriak Zoya menangis deras.


"Cih" Pian hanya menganggap semua itu angin lalu.

__ADS_1


Kemudian Pian melanjutkan aksinya untuk membujuk Vallen dengan cara kotor nya, Pian kembali merobek dress yang digunakan oleh Zea.


__ADS_2