
Beberapa menit setelah Vano meninggalkan rumah, Vallen mengusir seluruh pelayan dari rumah karena ia akan bersenang-senang hari ini sekaligus merayakan kebebasannya.
Tek!!! Teekk!!!
Vallen memukul panci kearah kamar Zea dan Sarah, keduanya harus bangun ketika mendapat panggilan horor dari sang calon pemilik rumah.
"Nona ada apa, kau butuh sesuatu?" Tanya Sarah memperbaiki rambutnya agar tidak terlihat ngantuk.
"Vallen kenapa kau ribut sekali" saut Zea masih menutup matanya meski sudah berdiri didepan pintu.
"Ayo memasak!" Ajak Vallen mengeluarkan semangat membaranya
Zea dan Sarah saling menatap lalu kompak meninggalkan Vallen masuk ke kamar masing-masing.
"Hey aku serius ayo memasak" ucap Vallen bingung melihat kedua temannya tidak peduli.
"Nona jangan bercanda ini masih pagi" ujar Sarah kembali membuka pintu kamarnya.
"Iya Vallen kau mengajak kami memasak? Cih yang benar saja" saut Zea.
"Kalian belum merasakan masakan ku? Astaga rugi kalian hidup di bumi jika tidak merasakan masakan ku" kata Vallen membanggakan diri.
Zea cukup tergoda dengan perkataan Vallen, dia penasaran bagaimana masakan seorang pembunuh yang sekarang sudah insyaf.
"Baiklah ayo memasak!!" Ucap Zea berusaha untuk sumringah.
"Good girl let's go!!" Teriak Vallen semakin semangat.
__ADS_1
Ketiganya berpindah kearah dapur, tiga gadis gadis mungil sedang bertengkar dengan alat memasak, sebelum itu Vallen mengikat rambutnya keatas, meski tidak terlalu rapi gadis itu terlihat tetap cantik.
"Dimana stok bahan bahan makanan?" Tanya Vallen.
Zea sebagai orang yang hafal seluk beluk rumah itu berjalan untuk menyiapkan keperluan Vallen.
"Mm makanan intinya mau apa?" Tanya Zea sembari mengambil bumbu bumbu.
"Ular piton" jawab Sarah santai.
Rasa kantuk Zea hilang dalam sekejap ketika mendengar jawaban Sarah.
"Ma,,, maksud ku ingin daging atau ikan jika daging mau daging apa jika ikan maka ikan apa" ucap Zea.
"Ayam saja" jawab Vallen, sedikit tidaknya Vallen sudah berkenalan dengan ayam.
"Baiklah ayam ya" Zea pergi kearah lemari pendingin mengambil ayam.
"Vallen Sarah tunggu sebentar ya aku akan mengambil ayam dirumah, aku pulang hanya beberapa menit tunggu saja!!!" Teriak Zea berlari lari kecil keluar rumah.
Vallen duduk diatas meja menunggu zea kembali, beberapa menit berlalu Zea belum juga datang hingga ia bosan menunggu.
🌿🌿🌿
Dikantor Salvatrucha Group Vano malah tidak fokus dengan pekerjaannya, ia sibuk memikirkan masakan apa yang Vallen buat hingga ia terus-menerus bertanya pada Ethan apa saja menu menu makanan di dunia ini.
"Ethan apa Vallen pintar memasak?" Tanya Vano memangku wajahnya dengan tangan.
__ADS_1
"Pertanyaan ke seribu satu" ucap Ethan sudah sangat bosan.
"Ethan apa masakannya lezat?" Tanya Vano tersenyum seperti orang gila.
"Pertanyaan ke seribu dua" ujar Ethan.
"Ethan,,,,"
"Ethan apa!!! Empat jam ini kau memanggilku hanya untuk bertanya itu setiap detik? Memangnya aku tidak punya pekerjaan lain!!" Teriak Ethan melempar kasar map map ditangannya.
"Hey kurang ajar sekali kau dengan bos mu hahh!!!" Teriak Vano ikut emosi.
Ceklek
Farel masuk kedalam ruangan Vano, dia langsung disambut oleh tatapan horor Vano dan Ethan.
"Mm hay!!" Sapa Farel cengengesan.
"Keluar!!!" Teriak Vano dan Ethan bersamaan.
"Hey setidaknya tandatangani terlebih dahulu kontrak kerja ini" ucap Farel kesal karena hanya dirinya yang disambut tidak layak di kantor itu setiap datang.
Vano duduk kembali diatas kursinya walaupun masih sedikit kesal dengan Ethan karena berani berteriak didepannya.
"Apa kalian tidak ingin pulang menikmati masakan Vallen?" Tanya Farel.
"Jangan berani-berani pulang tanpa seizin ku!!" Jawab Vano dingin sembari menandatangani berkas yang diberikan Farel.
__ADS_1
"Aku akan pulang siang ini karena ada berkas yang tertinggal" ucap Farel.
Tidak bisa!! Dia pasti akan merasakan masakan Vallen untuk pertama kali, aku harus pulang terlebih dahulu. Batin Vano