
Lain cerita Ethan dan Sarah lain pula cerita Zea dan Farel, beberapa hari ini Zea tidak pernah menyentuh rumah kedua dimana ia tinggal sekarang, jika Farel mencarinya Zea pasti tidak ada dirumah. Ia sengaja pergi mengelilingi kota untuk menghindar dari Farel.
"Assalamu'alaikum" malam ini Farel harus bertemu dengan Zea, rasanya asing juga jika Zea tidak ada di tempat tidurnya beberapa malam ini.
"Waalaikumussalam" jawab Lina dan Faris bersamaan.
"Pa ma Zea ada?" Tanya Farel.
"Mm mungkin ada di kamarnya sayang" jawab Lina.
"Jika punya masalah selesaikan baik baik, sudah buka segel belum!" Saut Faris asal.
"Buka segel buka segel, anak orang masih kecil pa" jawab Farel ketus.
"Mama mu juga masih kecil dulu"
"Tidak tega Farel pa, wajahnya masih imut imut seperti itu harus dirusak, mungkin tunggu beberapa bulan atau beberapa tahun dulu" ucap Farel datar.
"Cih memangnya kau bisa bermain?" Tanya Faris meremehkan.
"TIGA PASANGAN DIRUMAH INI PERNAH AKU SAKSIKAN LANGSUNG!! BAHKAN PROSES PEMBUATAN JODOH KU SENDIRI AKU MELIHAT NYA!!" teriak Farel kesal karena di ejek terus menerus oleh papanya
Farel malas berdebat dengan papanya hingga ia memilih untuk pergi ke kamar Zea untuk menyelesaikan masalah.
Ceklek
Terlihat Zea sedang duduk memainkan ponsel di dekat jendela, wajahnya terlihat sangat tenang menikmati tiupan angin malam.
Tok,,, tok
Farel mengetuk pintu yang telah di buka agar Zea sadar suaminya ada disana, Zea mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan melihat Farel sudah berdiri dengan jas yang ia tenteng ditangannya.
"Kakak boleh masuk?" Tanya Farel pelan.
Zea mengangkat bahu seolah olah tidak peduli Farel masuk atau tidak, ia kembali membuka ponsel dan bermain game.
__ADS_1
Farel meletakkan jasnya terlebih dahulu baru setelah itu mendekati Zea.
"Zea"
Zea mengambil tangan Farel lalu menyalami nya dan kembali bermain game. Farel menghela nafas lalu mengambil ponsel Zea.
"Ck kakak!!" Zea naik ke atas kursi nya merebut ponsel namun ukuran tubuh gadis itu terlalu kecil sehingga bantuan kursi pun tidak mendukung.
Zea menyerah, dia kembali duduk ditempatnya dan tidak berniat lagi merebut ponsel
"Maafkan kakak ya" ucap Farel sebagai ucapan pertama.
"Tidak mau pergi sana!!" Zea berpindah dari kursi ke tempat tidur sambil mematikan lampu.
Farel menyusul sembari menyalakan lampu.
"kakak!!" Zea semakin kesal karena Farel menyalakan lampu.
"Jika berbicara tidak menyelesaikan masalah mungkin tidur bisa" gertak Farel membuka satu kancing kemejanya paling atas.
"Ka,,,kak" panggil Zea hati hati.
Bukannya menjawab Farel malah semakin membuka kancing kedua dan ketiga hingga semuanya.
"Kakak jangan main main!!" Ucap Zea semakin mundur ke belakang.
Farel seperti singa yang sedang menerkam mangsa, ia dengan cepatnya menarik lengan Zea dan langsung menindihnya.
"Aaaa!!!" Zea sampai menutup mata melihat seringai Farel.
"Ka,,,,kakak"
"Malam ini saja Zea, kakak minta bantuan mu. Beberapa hari ini kakak tidak bisa tidur jika kau tidak ada disamping kakak" ucap Farel turun dari tubuh Zea dan memeluk nya dari samping.
"Heuh??" Zea bingung sendiri melihat Farel sangat manja tidur di dadanya.
__ADS_1
"Besok pagi boleh marah lagi tapi malam ini jangan" ucap Farel semakin mengeratkan pelukannya.
"Disini" Farel meletakkan tangan Zea ke kepalanya agar dia cepat tidur
Zea heran melihat tingkah Farel seperti itu, mungkin hanya dia yang melihat sisi manja ini karena setaunya Farel orang yang cuek dan tidak peduli apapun tapi sekarang apa? Hanya anak kecil yang tidak bisa tidur sendirian.
"kakak,,,,"
"ssstt kakak ngantuk"
cup
Farel mengangkat kepalanya pelan lalu mencium leher istri sekilas dan kembali bersandar di dada Zea.
tubuh Zea seketika panas menerima ciuman pertama dari Farel, lucu rasanya melakukan adegan mesra dengan orang terdekat selama ini tapi itu terasa nyaman bagi keduanya.
aww!! reaksi macam ini. Batin Zea sembari mengelus rambut Farel hingga pria itu tertidur pulas memeluk Zea.
beberapa saat setelah Farel benar benar tertidur Zea merasa sangat haus, ia berusaha mengangkat tangan Farel agar melepaskan tubuhnya.
"mmhh jangan kemana kemana" ucap Farel disela sela tidurnya.
"ta,,,tapi Zea haus kak" kata Zea.
Farel membuka matanya perlahan lalu mengangkat kepalanya hingga sejajar dengan wajah Zea.
cup
Zea terbelalak kaget ketika bibir Farel sedang menempel di bibir nya, Zea benar benar kaku karena ia tidak pernah melakukan itu bahkan di haramkan oleh ayahnya.
"masih haus?" tanya Farel sudah terlihat oleng saking ngantuknya.
Zea menggeleng dengan cepat dengan tatapan kosong.
"bagus!" Farel kembali mengecup singkat bibir merah Zea dan menghapus jejak nya yang terlihat basah.
__ADS_1
Farel kembali memeluk Zea dan bersandar didadanya hingga pria itu benar benar tertidur lelap.