Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 117


__ADS_3

"lalalala"


"Lalalalalalaaaaaa!!!"


Ethan memasuki rumah kedua Salvatrucha dengan senandung lagu yang entah apa itu liriknya, dia hanya sedang menggambarkan isi hatinya saat ini.


"Selamat siang semua" sapa Ethan mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga.


Siapa yang akan berniat sapaan bodoh dari Ethan, bahkan Vano pun yang mengambil cuti beberapa hari untuk persiapan lamarannya malas meladeni pria itu.


"Siang" jawab Vallen tersenyum manis, kebetulan gadis itu harus datang hari ini untuk memberikan vitamin pereda emosi untuk Vano.


Dan walau terkesan cuek sebenarnya Vano bersyukur Ethan pulang cepat karena ia tidak tahan melihat keharmonisan rumah tangga Zea dan Farel.


Vano iri bukan main melihat Farel bisa memeluk bahkan mencium Zea di depan umum belakangan ini, Vano sampai menggigit jari ketika melihat mereka bermesraan sedangkan ia tidak bisa, jangankan memeluk memegang saja Vano sudah tidak bisa karena Vallen juga menjaga jarak.


"Zea jangan nakal aku masih memerlukan ponsel" ucap Farel memainkan jarinya di keyboard laptop.


"Takut sekali, kakak selingkuh ya?" Kata Zea menatap Farel.


"Dasar!!" Farel mengabaikan pertanyaan bodoh istrinya itu dengan senyum tipis.


"Kakak Zea serius, kakak selingkuh kan?" Tanya Zea mendesak.


Farel memberikan isyarat pada Zea agar mendekat padanya.


Cup!


"Menduakan gadis secantik ini? Aku pasti sudah gila" ucap Farel memangku Zea di pangkuannya dan melanjutkan pekerjaan.


Didepannya tatapan Vano seperti kosong melihat Farel dan Zea, tangannya sudah mengarah pada Vallen.


Cup!!


Vallen membulatkan matanya melihat Vano nekat mencium kening Ethan sebagai ganti dirinya, Ethan pun melongo merasakan bibir Vano menempel di wajahnya.


"Ma,,,,maaf" Vano salah tingkah luar biasa sambil meninggalkan ruang keluarga.

__ADS_1


"Ke,,, kening ku" Ethan memegang keningnya masih belum percaya bahwa seorang pria lah yang pertama merasakan keningnya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Vallen mendekati Ethan.


"A,,,aku ingin pindah rumah, aku takut disini" jawab Ethan menatap kosong ke depan.


"Mm hehe mungkin itu hanya improvisasi" ucap Vallen tercengir kuda.


"Aku harus mengunci kamar ku mulai malam ini" kata Ethan lalu meninggalkan ruang keluarga.


Vallen juga tidak ingin mengganggu pasutri didepannya, ia lebih memilih untuk menjauh dan membiarkan mereka melakukan apapun sesuka hati.


***


Keesokan harinya tibalah keluarga Salvatrucha beserta yang lainnya bersiap siap untuk mendatangi kediaman Ferrero melamar Vallen.


Vano sudah siap dengan setelan jas putihnya, acara formal seperti ini Vano harus tampak lebih elegan dan mewah.


"Umi Abi!!! Ayo cepat!!" Teriak Vano dari bawah.


Tidak ada jawaban, sepi hening dan sunyi. Rumah Vino seperti kuburan bahkan tidak ada satupun pelayan yang menyapanya.


"Zea, Farel, Ethan, Sarah kalian dimana hey!!!" Vano mulai khawatir jika benar semua melupakan hari istimewa nya.


"Demi apapun aku akan mencari keluarga baru jika kalian semua melupakan ini" gumam Vano kesal.


Vano kesana kemari mencari satu saja orang didalam rumah itu namun hasilnya nihil.


"Umi abii!" Rengek Vano akhirnya menyerah, pria itu seperti bocah yang menangis karena tidak diizinkan membeli permen.


"Kalian dimana" ucap Vano masih merengek rengek.


Ceklek!!!


Saat air mata Vano hampir jatuh Vino dan Vira masuk kedalam rumah, keduanya bingung melihat wajah Vano seperti itu.


"Kalian kemana saja umi Abi Vano mencari kesana kemari" ucap Vano kembali memasukkan air mata yang hampir tumpah.

__ADS_1


"Hey bocah kau ingin melamar bukan? Cincin mu mana?" Tanya Vino ketus.


Bodohnya Vano baru ingat ia belum membeli cincin, dia hanya sibuk menyiapkan seserahan saja.


"Astaghfirullah umi abi Vano lupa!" Jawab Vano menepuk keningnya.


"Oleh karena itu kami pergi membeli cincin sebentar sayang" saut Vira.


Vano merasa sangat bodoh hari ini, bisa bisanya melupakan barang inti untuk mengikat calon istrinya.


"Baiklah ayo kita pergi umi abi" ucap Vano.


"Kalian tunggu diluar saja ya bersama yang lain, umi ingin mengambil sesuatu didalam" kata Vira.


Keduanya mengangguk kompak lalu Vira berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sedangkan Vano mendekati abinya.


"Abi bagaimana jika om David menolak?" Tanya Vano mulai gugup sebelum berjuang.


"Gunakan sistem 3M" jawab Vino.


"Mengancam Abi? Bagaimana jika om David semakin menolak?" Tanya Vano.


"Membujuk, meminta, dan yang terakhir mengancam"


"Baiklah terserah Abi intinya setelah kita pulang cincin itu sudah ada di jari Vano" ucap pria itu menunjuk cincin yang ada ditangan abinya.


"Gampang, bisa di atur intinya kau sudah siap menjadi kepala keluarga" kata Vino.


"Insyaallah siap abi" jawab Vano dengan serius.


"Mm tapi jika tuan David menolak sangat disayangkan sekali, Abi pasti kasihan pada mu" ucap Vino menghela nafas.


"Kenapa abi?" Tanya Vano bingung.


"Karena malam pertama itu nikmat nya luar biasa" jawab Vino berlari keluar sambil tertawa terbahak bahak.


"Abiiiiii!!!!" Teriak Vano kesal menyusul Vino.

__ADS_1


****


mau liat gimana serunya keluarga Salvatrucha pergi ngelamar?? oke besok Author nya lagi sakitπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2