Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 105


__ADS_3

Lain dengan Zea dan Farel lain pula dengan Ethan dan Sarah, keduanya benar benar terjebak dalam kecanggungan. Tidak, ini hanya untuk Ethan sebenarnya karena Sarah tidak mengucapkan satupun kata atau kalimat.


Baru kali ini Ethan mati gaya karena lawannya bisu, Sarah hanya memandang satu arah itupun jika ada yang sangat menarik, jika tidak terlalu penting Sarah tidak menatap siapapun.


"Baiklah aku menyerah aku harus pergi dari tempat ini" ucap Ethan frustasi dengan es batu disampingnya.


"Berhenti!!"


"Aku tidak peduli!" Kata Ethan kesal.


Sarah memaksa Ethan untuk duduk disampingnya lagi namun wajahnya tetap datar.


"Orang orang ini terlihat sangat asing dimata ku, jangan pergi!" Ucap Sarah seakan memohon namun ekspresinya tidak terbaca sama sekali.


Ethan melihat ketegangan diwajah Sarah, gadis itu memang dingin namun tangannya yang memegang Ethan berkeringat.


"Kenapa wajah mu berkeringat?" Tanya Ethan.


Sarah tidak menjawab sama sekali, Ethan mencoba menyentuh kening Sarah tapi suhu tubuhnya stabil.


"Kau takut dengan tempat ini?" Tanya Ethan.

__ADS_1


Sarah mengangguk sekali sambil menunduk. Ethan memperhatikan gedung dan seperti nya ada penginapan di atas.


"Ayo ikuti aku" ajak Ethan.


Ethan melihat Sarah mematung sehingga ia harus menuntun gadis itu untuk mengikuti nya. Ethan langsung merangkul Sarah dan menyembunyikan wajahnya agar tidak banyak yang melihat gadis itu.


"Kurasa kau sudah terbiasa bergabung dan melihat banyak orang, ada apa dengan malam ini?"


"Aku pusing melihat banyak orang disatu ruangan seperti itu, mereka beragam ragam jadi aku tidak bisa fokus pada satu orang"


"Maksudnya?" Ethan seperti bisa mencerna ucapan Sarah.


"Aku pikir kau pintar tapi ternyata kau bodoh" jawab Sarah sambil masuk kedalam kamar yang telah dipesan oleh Ethan.


"Kenapa kau ikut masuk?" Tanya sarah bingung.


"Kau gila? Aku yang memesan kamar ini"


"Bukan berarti kau bisa memanfaatkan ku" ucap Sarah.


"Diamlah aku hanya memastikan balkon ini tidak terlalu tinggi dari tempat mu, mungkin saja kau berniat bunuh diri lalu mati kan aku yang disalahkan orang tua mu" sangkal Ethan memeriksa balkon.

__ADS_1


"Kau tenang saja jika aku melakukan itu aku pasti akan bertemu langsung dengan orang tua ku" jawab Sarah tersenyum tipis.


"Maksud mu?"


"Orang tua ku sudah meninggal" jawab Sarah sembari menghirup udara segar.


"Ahh ya maaf"


"Hey Vallen tidak ingat seluk beluk keluarga nya kenapa kau,,,,"


"Iya karena memang nona di culik jauh sebelum aku, aku di culik dan dilatih dari usia 10 tahun, sebelum mengambil ku mereka membunuh orang tua ku terlebih dahulu, mereka menyayat leher ayah ku tepat didepan mata ku dan pengawal yang memperkosa ibu ku" tutur Sarah berusaha menguatkan diri.


"Atas dasar apa mereka membunuh orang tua mu"


"rumornya karena hutang, ayah ku seorang pengawal mafia namun suatu hari ayah ku ingin berhenti tapi ketuanya melarang sehingga ayah ku nekat untuk mencuri uang dan akhirnya keluarga kami yang terkena imbasnya"


"Bagaimana dengan Pian? Apa dia sudah mengaku siapa bosnya?" Tanya Sarah mengalihkan pembicaraan.


"Pria itu keras kepala, dia rela mati daripada mengaku" jawab Ethan.


"Ah ya berbicara tentang Pian, beberapa kali aku melihat mu ketakutan ketika melihatnya. Kenapa?" Imbuh Ethan menatap Sarah sekilas.

__ADS_1


"Haruskah aku menjawabnya?"


"Tidak juga, lupakan" jawab Ethan tertawa kikuk.


__ADS_2