Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 70


__ADS_3

Sampai di masjid tempat itu sepi jangankan Vallen yang terlihat, orang orang disana saja sudah sepi berlalu lalang karena memang sudah larut.


"Vallen!!" Teriak Vano disekitar jalanan.


"Ethan dimana!! Kau bilang disini!!" Ucap Vano ingin meninju Ethan.


Ethan berjalan mengikuti ponselnya dan beberapa langkah kedepan kakinya menginjak sesuatu yang mengharuskan dirinya untuk menyingkirkan benda itu.


"Vano ini,,,"


Vano langsung merebut gelang yang dipegang oleh Ethan, sudah jelas bahwa gelang itu milik Vallen karena namanya tertera disana.


Vano semakin frustasi memikirkan keberadaan Vallen, kepalanya berdenyut sakit karena stress.


Tring,,,,tring


"Vano pulang sekarang!!" Titah Vino dari balik sambungan.


"Tidak bisa abi,,,,"


"Pulang Vano!!!" Bentak Vino agak kasar.


Vano tumben mendapat bentakan keras seperti itu dari abinya, secuek apapun Vino pada dirinya Vino akan tetap keras jika ada sesuatu yang mendesak.


"Tapi Vallen,,,,,"


"Berapa kali aku harus mengulang perkataan ku, jika aku mengatakan pulang itu artinya pulang!! 10 menit kau sudah berdiri didepan rumah!" Ucap Vino lalu memutuskan sambungan.

__ADS_1


Akhirnya Vano memutuskan kembali sebentar untuk menemui abinya, 10 menit kemudian Vano benar benar sudah berdiri didepan kediaman Vino Salvatrucha.


Ceklek


Vino langsung membuka pintu lalu melihat sekeliling rumahnya dan setelah terlihat aman Vino mengisyaratkan Vano untuk masuk kedalam rumah.


"Ada apa abi?" Tanya Vano.


"Biarkan Vallen hilang, sudah bisa dipastikan dia akan kembali ke asalnya. Aku tidak bisa membiarkan mu mencari satu orang dan mengorbankan nyawa mu sendiri" jawab Vino datar.


"Maaf Abi kali ini Vano membantah" ucap Vano tanpa menatap abinya lalu berjalan ke arah pintu.


"Berhenti!!"


Vano tidak mendengarkan perkataan Vino, dia tetap berjalan tanpa berniat menghentikan langkah, Vino seperti berkaca pada Vano dengan sikap dan sifat yang tidak memiliki perbedaan sama sekali, jika dia sudah mengatakan satu artinya satu tidak ada yang lain.


Vano mengehentikan langkah lalu memutar tubuhnya menghadap Vino.


"Siapa yang berani membunuhnya orang itu akan lenyap!!" Ancam Vano dengan wajah memerah.


"Cih memangnya kau tau siapa orangnya? Tidak bukan? Jadi diam sekarang!! Diam mu adalah keselamatan untuk Vallen!!"


"Tapi abi,,,,,"


"Membantah terus!! Apa kau hanya bisa melakukan itu!!"


"Berpikir dengan jernih Vano jika kau mencari Vallen tanpa rencana matang nyawamu sendiri yang akan menjadi taruhannya, kita tidak tau siapa dalang dibalik semua ini. Apa kau ingin mati konyol hanya untuk mencari seorang gadis?"

__ADS_1


"Jika perlu kenapa tidak!!" Jawab Vano ketus.


Vino menggelengkan kepalanya melihat putra semata wayang itu sudah gila karena cinta tapi Vino tidak heran sama sekali karena ia juga sama, dia tidak bisa jauh dari Vira sedikitpun dan lebih parahnya Vira yang belum diperbolehkan pulang terpaksa harus dirawat dirumah hari ini.


"Dasar bodoh!! Kau sudah tau siapa Vallen sebenarnya?"


Vano terdiam itu artinya tidak, Vano tidak perduli siapa Vallen intinya gadis itu berada disampingnya sudah cukup hingga ia lebih mementingkan mencari Vallen daripada mencari tahu keluarga nya.


"Besok pagi kita akan menemui dua keluarga sekaligus, bersiaplah!" Ucap Vino lalu meninggalkan putranya dan Ethan yang bisu sedari tadi.


"Kenapa tidak sekarang Abi!" Kata Vano sedikit berteriak.


"Bodoh!! Siapa yang akan menerima tamu jam 03 pagi, berpikir logis walau sedang kritis!! Ujar Vino kesal melihat kebodohan putranya jika sudah menyangkut wanita.


"Tidak bisa!! Walaupun mereka tidak membuka pintu aku yang akan mendobrak pintu!!" Kata Vano lalu melanjutkan langkahnya menuju pintu.


Vino mengangkat bahu lalu menaiki anak tangga menemui istri tercinta nya.


"Abii!!!" Teriak Vano kesal karena Vino mengaktifkan kunci otomatis di pintu utama dan seluruh celah rumahnya, kunci itu biasa di fungsikan saat mengurung Vira agar tidak keluar kemanapun dan sekarang itu berlaku untuk Vano.


Vano berusaha mendobrak pintu itu namun percuma, jangankan di dobrak di tembak saja pintu itu tidak akan terbuka.


###


nih Vallen biar nggak kangen 🌚🌚


__ADS_1


__ADS_2