Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 154


__ADS_3

Sampai didepan perusahaan Zea tampak gemetar melihat para karyawan yang menatapnya, mereka sudah sering melihat wajah Zea berkeliaran diperusahaan dan sekarang dia datang kembali, tentu itu membuat wajah para karyawan muak melihat Zea pasalnya pernikahan Farel dan Zea tidak pernah di publish seperti pernikahan Vano dan Ethan jadi tidak ada yang mengetahui Farel sudah menikah atau tidak.


Dan Farel juga sosok orang yang cuek jadi dia tidak terlalu peduli tentang pendapat orang lain selain keluarganya.


"Untuk mahasiswa dan mahasiswi silahkan menuju ruang kerja, disana kalian akan bertemu dengan nona Mona Lisa dia adalah sekertaris yang biasa menangani peserta praktek seperti kalian" tutur salah satu staff.


Semua bergegas menuju ruang kerja seperti yang telah diperintahkan termasuk Zea.


"Hey kenapa kau gugup tidak biasanya seorang Zea Wijaya seperti ini" sapa Sera temannya.


"Diamlah!" Saut Zea ketus.


"Baik karena semua sudah berkumpul saya mengucapkan selamat datang di Golden Picture, kalian termasuk orang-orang terpilih sebagai peserta yang akan di didik langsung oleh CEO perusahaan ini"


"Apa!!" Zea sampai menjatuhkan map ditangannya karena terkejut mendengar penuturan Mona.


Semua mata tertuju pada Zea karena teriakan nya yang melengking sampai menarik perhatian para staf lainnya.


"Apa ada masalah dengan ucapan saya?" Tanya Mona mengernyitkan dahinya sembari tersenyum manis.


"Ti,,, tidak maafkan saya nona" jawab Zea langsung mengambil map nya.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian Mona mendapat instruksi untuk mempertemukan para mahasiswa dengan CEO secara langsung, sepanjang perjalanan karirnya Mona heran baru kali ini Farel tertarik bertemu dengan mahasiswa.


"Baiklah karena CEO perusahaan ini ingin bertemu dengan kalian bersiaplah" ucap Mona.


Semua merapikan diri sebaik mungkin namun Zea malah membuka ikatan rambutnya lalu menutup wajah.


"Hey apa kau gila? Kita akan bertemu dengan CEO kenapa bersembunyi" ujar Sera.


"Diamlah!!"


"Ck jawaban mu hanya itukah?" Kata Sera ketus.


Sembilan mahasiswa mahasiswi berbaris rapi didepan ruangan CEO, mereka siap menarik perhatian atasan yang terkenal dingin dan datar itu dengan penampilan masing-masing.


Saat Farel memutar kursi kebesaran matanya langsung tertuju pada gadis kecil dibelakang, hampir saja pria itu tidak bisa mengontrol senyum melihat tingkah istrinya.


"Pertama aku ingin mengucapkan selamat datang di Golden Picture, ingat saat bekerja aku tidak pernah merasa kasihan pada orang jika kalian melakukan kesalahan maka nilai praktek kalian sudah dipastikan tidak akan keluar" tutur Farel dengan gaya elegan dan datarnya.


"Baik tuan kami akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan" jawab salah satu mahasiswa.


"Dan ingat ketika bekerja kalian harus bekerjasama untuk menyelesaikan kasus, dalam bekerja bukan hanya memikirkan kepentingan masing-masing" ucap Farel.

__ADS_1


"Baik tuan" jawab semua dengan kompak.


"Ruang kerja untuk sembilan orang sudah siap, kalian bisa pergi untuk mengambil bagian disana"


Semua mengangguk patuh lalu bubar barisan dan berjalan menuju pintu.


"Tunggu! Kau gadis yang menggunakan kemeja putih (menunjuk Sera) penampilan mu cukup menarik dan itu merupakan nilai plus dari perusahaan" ucap Farel.


"Terimakasih tuan" Sera tentu senang dipuji oleh seorang CEO.


"Dan kau (menunjuk Zea) penampilan seperti ini sangat tidak layak berada diperusahaan, diam disini aku akan mengajarimu cara berpenampilan menarik!!"


"Ta,,, tapi"


"Kau melawan ku?"


"Tidak tuan maaf" jawab Zea langsung menunduk.


"Apa yang kalian tunggu! Keluar dan mulai bekerja" ujar Farel.


Semuanya langsung bubar dalam sekejap karena tatapan tajam dari seorang Farel Alexander. Dan kini hanya Zea dan Farel yang ada didalam ruangan, pria itu langsung mengambil remote lalu menutup gorden.

__ADS_1


__ADS_2