Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 133


__ADS_3

Saat masuk kedalam pelaminan pun wajah kesal Ethan berubah menjadi datar, Sarah pun begitu kedua wajah itu jika digabung satu pasti akan menjadi es.


Keduanya duduk berdampingan dengan Vallen dan Vano, melihat tatapan kagum tamu undangan membuat Ethan risih sehingga ia hanya menatap tempat tempat sepi di ruangan itu.


Keluarga Salvatrucha dan Wijaya memberikan waktu untuk tamu memberikan ucapan selamat pada Vano, Vallen, Ethan, dan Sarah.


"Kakak!! Akhirnya menikah juga, selamat ya" ucap Zea tersenyum manis pada Vano.


"Terimakasih cantik, kau juga sudah menikah semoga bertahan sampai akhir hayat dan mendapat anak anak yang Sholeh Sholehah" ujar Vano.


"Mm hehe" Zea hanya membalas seadanya lalu berpindah pada Vallen.


"Selamat, semoga betah" ucap Farel memeluk singkat saudaranya itu.


"Kau juga" Vano membalas pelukan Farel, Pria yang sudah menemani hidupnya selama 18 tahun.


"Dan satu lagi semoga malam pertamanya lancar" kata Farel.


"Bagaimana rasanya malam pertama?" Tanya Vano.


"Kenapa bertanya padaku, malam pertama aku habiskan untuk menyelamatkan Vallen dan sampai sekarang aku tidak tau rasanya jadi jangan bertanya macam-macam!!" Jawab Farel ketus melepas pelukannya dari Vano.


"Hey cobalah malam ini!!" Teriak Vano dengan volume kecil.


Farel mengangkat jempolnya untuk menyetujui ucapan Vano. Kini keduanya berpindah ke pasangan tidak terencana yaitu Ethan dan Sarah.


"Kakak!! Selamat ya akhirnya menikah juga, siapapun yang menikahkan kakak aku sangat berterimakasih pada orang itu" ucap Zea memeluk Ethan.


"Siapapun yang menikahkan kakak, kakak akan menyembelihnya hari ini juga!!" Kata Ethan tanpa senyum sedikitpun.


Vallen menelan ludahnya mendengar perkataan dingin Ethan.

__ADS_1


"Sayang ayo pindah posisi" ajak Vallen pada Vano agar dia tidak mendengar perkataan pedas Ethan.


Zea hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap kekanakan kakaknya, ada waktunya Ethan tegas dan berwibawa dan ada juga saatnya pria itu menjadi seorang bocah usia 6 tahun.


"Hay adik kesayangan ku selamat menempuh hidup baru semoga kau bahagia" ucap Farel memeluk Ethan.


"Mmm terimakasih" jawab Ethan malas malasan.


"Gunakan kamar pengantin mu dengan baik malam ini" ujar Farel terkekeh.


"Cih" Ethan membuang tubuh Farel.


Selang beberapa saat keluarga Ferrero yang memberikan ucapan selamat pada Vano dan yang lainnya, mulai dari Syifa, Riki, Rafi, beserta dua adik kembarnya, ada juga Raka, Rifa beserta anak mereka yang masih usia 5 tahun.


Dan satu lagi ada satu pasangan yang tidak pernah diduga oleh keluarga Ferrero yaitu Riko dan pryzel, wanita itu hidup dengan baik sekarang setelah menikah dengan Riko.


Huuuhhh


"Aku juga bingung sampai tidak bisa menghafal nama mereka satu persatu"


"Hay kak, Rifka datang" sapa Rifka dari samping"


"Aku mencari mu sejak tadi, kenapa tidak datang bersama Rafi?" Tanya Vallen.


"Mm sebenarnya kami sudah lama berpisah kak, jadi kami datang sendiri sendiri" jawab Rifka tersenyum tipis.


"Berpisah? Kenapa Rafi tidak pernah mengatakannya pada ku"


"Tidak tau kak sudahlah jangan bahas itu sekarang intinya kakak dan suami kakak bisa bahagia Rifka sangat senang" ujar Rifka memeluk singkat Vallen.


"Terimakasih ya anak baik"

__ADS_1


"Ini kak Rifka berikan kado spesial dan sengaja Rifka tidak letakkan ditempat pengumpulan kado" Rifka memberikan kotak kecil untuk Vallen.


"Terimakasih"


Rifka membalas dengan seutas senyum lalu berjalan kesamping lagi, tangannya sudah kosong karena ia tidak tau bahwa ada pasangan lain di pernikahan itu.


"Mm nama kakak Ethan bukan?" Tanya Rifka.


"Ya" jawab Ethan singkat.


"Hehe Rifka tidak bawa kado kak" ucap Rifka tercengir kuda.


"Tidak masalah, kau bisa datang kemari juga sudah sangat bagus" kata Ethan berusaha tersenyum manis.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Aku seperti pernah melihat mu tapi aku lupa dimana" imbuh Ethan memperhatikan wajah Rifka dengan teliti.


"Dipesta tahunan perusahaan?"


"Aaahhh ya ya tapi aku merasa ditempat lain, sepertinya hanya halusinasi ku saja" jawab Ethan kembali tersenyum.


Rifka berjalan kembali menuju tempat Sarah untuk mengucapkan selamat.


"Hey tunggu!!" Ethan kembali memanggil Rifka untuk mendekat.


"Iya kak apa ada,,,,," Ethan langsung memeluk gadis itu didepan para tamu. Andre dan yang lainnya keheranan melihat Ethan menggunakan ekspresi sendu seperti tidak tega meninggalkan kekasihnya menikah dengan yang lain.


"Kak Ethan? Kakak baik baik saja?" Tanya Rifka.


"Heuh??" Ethan sadar melakukan kesalahan dia melepas pelukan itu lalu menatap Sarah sekilas.


"Tidak, pergilah" Jawab Ethan datar.

__ADS_1


Tentu semua bingung dengan tingkah pria itu, Sarah hanya menatap datar perlakuan Ethan pada gadis tadi.


__ADS_2