
Sesampainya dirumah Ethan langsung menemui Vano dan Farel diruang kerja untuk membicarakan masalah serius ini.
"Bagaimana menurutmu masalah ini?" Tanya Farel pada Vano.
"Jelas masalah ini berkaitan dengan tuan Richard, sesaat setelah aku membicarakan seluk beluknya peluru langsung menancap keruangan mu, kau tidak curiga sama sekali dengan kejadian itu?" Tutur Vano.
"Lalu bagaimana dengan orang yang mengikuti Ethan?" Tanya Farel.
"Sarah memiliki dendam pribadi dengan musuhnya jadi masalah ini tidak berkaitan sama sekali urusan itu" saut Ethan dengan serius.
Aura gelap dan dingin menghiasi ruangan jika ketiganya sudah mulai serius membahas kasus seperti sekarang.
"Tapi orang yang menculik Sarah adalah orang yang sama dengan penculik Vallen, sedangkan Vallen sendiri diculik karena dia adalah putri dari pilar kota otomatis penculik ini ingin mengambil alih tempat duduk Ferrero" tutur Vano menjelaskan keduanya.
"Secara tidak langsung penculik ini adalah otak dari ketua mafia yang menjadikan Vallen dan Sarah sebagai mesin pembunuh" ucap Farel.
"Berhati hati dengan tuan Richard, dia sudah ada dalam list kecurigaan ku" kata Vano.
"Tapi tuan Richard dan Rifka sudah berpindah negara bukan?" Tanya Ethan.
"Mungkin saja itu hanya untuk mengalihkan perhatian kita" jawab Farel.
"Kita akan tau ketika identitas Rifka terbongkar, Ethan selidiki keberadaan Rifka saat ini mulai dari penerbangan nya ke negara mana dan jika benar dia ada di negara tersebut maka cari data datanya diseluruh sekolah" titah Vano.
"Dan Farel undang Rafi untuk datang kemari, kita harus tau penyebab dari putus nya hubungan mereka" imbuh Vano.
__ADS_1
Kedua mengangguk mematuhi perintah dari Vano, sedikit demi sedikit informasi sudah terkumpulkan ditangan Ethan namun Rafi masih enggan untuk datang kerumah Vano.
"Aku semakin curiga bahwa Rafi mengetahui sesuatu. Kenapa? Karena bocah itu sangat mencintai Rifka dan sangat jelas bukan kalau seseorang sudah mencintai dia tidak akan meninggalkan kecuali ada maksud tertentu" tutur Farel.
"Jika Rafi tidak datang maka kita yang akan menemui nya, Ethan siapkan mobil dan Farel perketat keamanan jangan sampai kebablasan" titah Vano.
"Baik" jawab Farel dan Ethan kompak lalu berpisah diruang kerja untuk menjalankan tugas masing-masing.
"Sembunyi terus aku tidak akan lelah mencari mu" gumam Vano menyeringai.
Beberapa menit diperjalanan ketiganya sampai dirumah Ferrero dan turun untuk menemui Rafi.
"Assalamu'alaikum mama papa" sapa Vano sopan sembari mencium telapak tangan David dan Bela diikuti oleh dua anak buah dibelakang.
"Waalaikumussalam Vano tumben kemari, Vallen dimana?" Tanya bela melihat kebelakang berharap putrinya juga datang.
"Rafi? Aah ya kebetulan belakangan ini Rafi sangat jarang keluar, jangankan keluar rumah keluar kamar saja disaat-saat tertentu" ujar Bela.
Ketiganya saling menatap, kecurigaan mereka sudah berada diatas puncak saat ini.
"Boleh kami bertemu?" Tanya Vano.
"Boleh sayang mari ikuti mama ke kamarnya" jawab Bela dengan senang hati.
Baru selangkah bergerak Vano sudah dicegat oleh David, sepertinya pria itu juga penasaran dengan apa yang yang terjadi.
__ADS_1
"Kenapa kau mencari Rafi" ucap David datar.
"Akan Vano jelaskan nanti saat semuanya sudah jelas pa" kata Vano.
"Tidak!! jelaskan dulu padaku" sanggah David.
Vano menyuruh Ethan untuk mendekat dan membisikkan sesuatu padanya.
"Mertua ku belum menyetujui surat pemindahan kepemilikan perusahaan anak cabang, sebaiknya kau tagih sekarang" bisik Vano.
"Astaga bisa bisanya aku melupakan harta ku disaat seperti ini, baiklah aku akan memaksanya kali ini" ucap Ethan.
"Ehem!! Tuan Ferrero kita memiliki bisnis yang harus diselesaikan" kata Ethan menatap David datar.
"Aku tidak memiliki bisnis dengan mu" jawab David ketus.
"Benarkah? Baiklah aku akan segera mengadakan konferensi pers dan mengatakan putri mu yang membuat surat pernikahan bahkan memaksa ku untuk menikah, DIA JUGA MENGANCAM KU" ucap Ethan dengan seringai liciknya.
"Jangan macam-macam aku akan,,,,"
"David Ferrero kau tidak bisa mengelak kali ini, cepat berikan tanda tangan mu atau,,,"
"Iisshh baiklah!!!" Ucap David kesal karena kalah berdebat sekaligus kehilangan satu perusahaan nya.
Ethan memberikan isyarat pada Vano dan Farel agar keduanya segera menuju ke kamar Rafi sedangkan ia sendiri pergi mengulur waktu bersama David.
__ADS_1
"Ayah aku berhasil menjalankan ajaran sekali dayung dua pulau kebanjiran" gumam Ethan tertawa terbahak bahak dalam benaknya.