Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 136


__ADS_3

Dua pasangan suami istri telah gagal dengan rencana malam pertama mereka, kini drama selanjutnya mengarah pada kamar Sarah.


Ethan terpaksa harus tidur dikamar itu karena ulahnya sendiri yang merusak lampu kamar jadi dia tidak berani tidur dikamar nya.


"Untuk apa kau disini?" Tanya Sarah datar.


"Tidur!" Jawab Ethan santai merebahkan tubuhnya dengan terlentang.


"Siapa yang mengizinkan mu kemari, kembali ke kamar mu" usir Sarah.


Ethan mengangkat tubuhnya dengan malas lalu mendekati Sarah hingga gadis itu terbentur ditembok.


"Mulai sekarang kamar ini milik ku kau mau menerima atau tidak bukan urusan ku, silahkan keluar jika kau keberatan nona" ucap Ethan dengan seringai liciknya.


Sarah mendorong tubuh Ethan agar pria itu menjauh dari dirinya, entah sejak kapan mereka menjadi musuh bebuyutan tapi selalu dipertemukan seperti saat ini.


"Jangan lewati batasan mu, keluar atau aku akan berteriak!!" Ancam Sarah.


"Siapa yang akan membantu mu? Apa mereka akan keluar?" Tanya Ethan.


"Baiklah jika bicara baik baik tidak menyelesaikan masalah mungkin ini bisa" Sarah langsung menyerang Ethan dengan tangan kosong.


Keduanya hanya bertarung demi satu kamar yang jelas-jelas mereka berdua berhak menempatinya.


"Keluar kau dari kamar ku!!" Sarah terus menyerang dengan pukulan tangan dan kaki.


"Mari bernegosiasi" ujar Ethan menangkis seluruh pukulan Sarah.


"Tidak jika itu merugikan ku"


"Dengar dulu!!" Teriak Ethan kesal.


Sarah kembali ke posisinya dengan tatapan tajam, keduanya seperti insan yang dipertemukan dengan sengaja namun mereka tidak menyadari itu.


"Katakan!!"


"Mari berbagi kamar, bagian kanan milik ku dan bagian kiri milik mu" ujar Ethan mengontrol nafasnya.


"Bagaimana dengan kamar mandi, letaknya ada di bagian mu" kata Sarah sedikit jinak.


"Mm kau bisa menggunakan nya asal meminta izin terlebih dahulu"


"Aku tidak setuju" tolak Sarah tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Hey ruang ganti juga ada di bagian mu, jika aku masuk aku akan meminta izin mu" ujar Ethan mulai kesal karena sudah mengantuk sedari tadi.


Sarah berpikir sejenak tanpa menghilangkan tatapan dinginnya pada Ethan.


"Baiklah aku setuju tapi kau tidur di sofa"


"Ooh tidak bisa, di dunia manusia ini sama jadi tidak ada peraturan sampah seperti itu, satu malam di sofa satu malam di kasur" tutur Ethan, pembisnis kelas atas dikalahkan yang benar saja bisa bisa tercoreng nama Ethan di Salvatrucha Group.


"Tidak untuk ku dua malam dikasur dan kau satu malam disofa"


"Kau,,,"


"Jika kau menolak keluarlah aku tidak butuh berbagi kamar dengan mu!!" Ucap Sarah mengambil keputusan akhir.


Ethan harus kesal atau tidak dia bingung karena Sarah mengizinkan nya tidur dikamar tapi yang membuatnya kesal adalah Sarah lebih banyak tidur dikasur.


Ethan mengambil air minum yang memang sudah disediakan pelayan, sedikit tidaknya jika ia minum air emosinya akan berkurang dan tidur nyenyak nanti.


"Sarah air apa ini?" Tanya Ethan mengecap ngecap air yang ia minum di lidah nya.


Sarah mendekati Ethan lalu mengambil air itu dan memeriksa nya, gadis itu mencoba air nya dua teguk sembari mengingat ingat siapa yang memberikan nya.


"Tidak tau ayah Andre memberikan nya tadi" jawab Sarah dengan nada bersahabat mengembalikan air itu ditangan Ethan.


"Keluarlah!!" Teriak Ethan frustasi mencekik lehernya agar air tadi keluar.


Segala macam cara telah dilakukan oleh pria itu agar airnya keluar namun sia sia.


"A,,,ayah aku benar benar akan membunuhmu besok pagi" ucap Ethan dengan nada melemah karena obat itu sudah mulai bereaksi ditubuhnya.


Dikamar pun Sarah merasa aneh dengan dirinya, seluruh badannya perlahan lahan mulai panas dan berkeringat, suhu AC dinaikkan penuh tapi tidak berefek sama sekali ditubuhnya.


"Apa ini kenapa tiba-tiba terasa aneh" gumam Sarah sembari membuka balkon kamar.


Sarah sampai melepas beberapa kancing baju tidurnya agar angin malam masuk kedalam tubuhnya.


"Ada apa dengan ku, dan reaksi apa ni" ucap Sarah mengatur deru nafasnya.


Didalam Ethan memegang gagang pintu kamar mandi lalu keluar, saat melihat sekeliling pandangan nya mulai nakal sehingga tubuh seseorang terlihat begitu menggoda.


Ethan menggelengkan kepalanya dan memilih keluar dari kamar itu, lebih baik ia kembali ke kamarnya walau gelap sekalipun, ia akan berusaha menaklukkan ketakutannya malam ini.


Dengan langkah tidak karuan Ethan keluar dari kamar menuju kamarnya, diluar ternyata masih banyak pelayan yang berlalu lalang membersihkan bekas acara pernikahan Vano dan Vallen.

__ADS_1


"Tidak tidak tidak aku tidak bisa" melihat tubuh pelayan pun terasa seperti melihat wanita seksi dimata Ethan saat ini.


Ethan ingin berteriak meminta tolong namun tidak mungkin karena sekali pelayan mendekat Ethan tidak tau apa yang akan terjadi.


Akhirnya pria itu kembali ke kamar Sarah untuk bersembunyi di kamar mandi, mungkin dengan merendam dirinya menggunakan air dingin semua akan selesai.


Ceklek


Saat masuk kedalam Ethan sudah disuguhkan pemandangan yang tidak biasa, balkon yang tadinya terbuka lebar kini tertutup rapat karena Sarah sedang membuka pakaiannya terang terangan didepan mata Ethan.


Siapa yang tidak tergoda, mungkin jika tidak ada obat yang merasuki keduanya Ethan dan Sarah akan bertengkar karena masalah itu tapi sekarang tidak lagi.


"Kemari lah, aku akan melayani mu" itulah perkataan yang ada didalam halusinasi Ethan sehingga ia mendekat secara perlahan.


"Jangan mendekat!!" Ucap Sarah.


"Aku ingin mati!" Kata Ethan semakin mendekat hingga tangannya refleks merengkuh tubuh Sarah.


"Lepaskan!!" Sarah berusaha memberontak karena memang gadis itu juga tidak bisa menahan nafsunya.


Ethan mengambil nafas dalam dalam lalu mengambil pisau cadangan Sarah yang ada dibawah bantal.


"Bunuh aku agar aku tidak merusak mu, aku tidak bisa menahannya terlalu lama" ucap Ethan dengan suara serak memberikan pisau itu pada Sarah.


Sarah tidak bisa berpikir jernih, tatapan tajam dan sikap dinginnya seketika hilang begitu saja.


"Mari melanjutkan hidup, percuma aku membunuh mu jika selanjutnya aku akan menyusul" ujar Sarah membuang pisau ditangannya.


Dan apa yang terjadi? Iya mereka adalah satu pasangan yang benar benar tidak terencana baik dalam hal pernikahan maupun malam pertama.


Ethan yang dikatakan anak polos nyatanya tidak sesuai ekspektasi, malam ini Sarah benar benar menjadi miliknya ketika darah segar menjadi saksi bisu dari pemersatuan tubuh mereka.


Dia benar-benar menjaga kehormatannya, apa yang harus kulakukan. Batin Ethan


Dalam lubuk hatinya yang paling dalam Ethan bersumpah tidak akan mencari gadis lain saat melihat darah itu mengalir serta kesakitan yang dialami Sarah.


Namun untuk saat ini keduanya hanya melakukan itu untuk menyelamatkan hidup masing-masing. Bercinta tanpa cinta itulah yang mereka rasakan.


๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ


Adegan 18+ nya hanya sebatas itu ya guys, ntar nggak masuk kriteria lomba๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Yang nggak ada rencana buat malam pertama gas duluan๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ

__ADS_1


__ADS_2