Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 184


__ADS_3

"Kerja bagus!! Aku tidak menyangka para pria ini sangat mencintai pembunuh hahaha bodoh!!" Ejek tuan Richard.


"Sekarang lepaskan istriku!!" Ucap Vano dengan penuh penekanan.


"Baik!! Tapi ada satu pertanyaan yang harus kalian jawab!"


"Katakan!!"


"Dimana keturunan Horowitz!!" Ujar tuan Richard dengan tatapan membunuh.


Bibir Vano kelu, tadi tubuhnya sekarang bibirnya yang terasa dingin.


"Jawab!!"


Dorr!!!


Tuan Richard menembakan satu peluru di pinggir tali yang mengikat Vallen.


"Cihh kau lebih menyayangi orang itu daripada istri mu sendiri? Baiklah kau akan segera kehilangan dirinya!! Bersiaplah tuan Vano Salvatrucha!!" Tuan Richard kembali membidik sasaran nya.


"Aku!! Kau mau apa hahh!! Keturunan Horowitz adalah aku!! Orang yang kau buang adalah aku!!" Teriak Ethan emosi.


"Sudah ku duga" dia tersenyum layaknya iblis.


"Bagaimana jika membuat persetujuan"


"Jangan bermain-main dengan ku!! Aku sudah mengikuti keinginan mu Richard!!" Ucap Vano mengepalkan tangannya.


"Vallena akan selamat begitu juga dengan Sarah"


"Katakan!!" Kata Vano dan Ethan bersamaan.


"Tukar dengan nyawa kalian berdua, masuk kedalam jurang itu dan jangan pernah kembali!!"


"Anj*ng!!!! Setan iblis!! Aku akan membunuh mu Richard!!" Teriak Ethan!


"Silahkan!" Tantang nya dengan seringai licik.


Vano mengambil nafas panjang sembari menatap istrinya, wajah gadis itu rusak sejadi-jadinya sampai tidak sadarkan diri menahan rasa sakit.


"Baik aku akan menukar nyawa dengan istriku setelah ini jangan pernah sentuh atau mengganggunya lagi jika kau melakukan itu aku tidak akan mengampuni mu dunia akhirat!!" Ucap Vano.


"Va,,, Vano"


Ethan tidak menyangka jika Vano menyerah, mungkin sama seperti perasaannya yang ingin menggantikan Sarah ditempat itu. Ethan juga tidak keberatan jika harus menukar nyawa karena jasa Sarah untuk nya sangatlah besar.

__ADS_1


"Aku juga!!" Saut Ethan.


Prok!! Prok!! Prok!!


Tuan Richard dan Pian bertepuk tangan karena memenangkan pertarungan sengit ini.


Vano berjalan pelan menuju ujung bersamaan dengan Ethan, kegelapan jurang itu sudah dapat dipastikan jika tidak akan ada yang selamat jika sudah masuk kedalam.


Ethan menelan ludahnya melihat kegelapan dibawah, ia ingin sekali berlari dari tempat itu namun Sarah adalah alasannya tetap berada disana.


Vano menatap kedepan lebih tepatnya menatap Vallen yang sedang tergantung disana, wajah cantik itu berubah menjadi mengerikan karena melepuh.


"Vallen aku mencintaimu, aku rela menyerahkan nyawaku untuk dua orang dan salah satunya dirimu satunya lagi disamping ku" ucap Vano berkaca kaca.


"Vano" Ethan memutar kepalanya menatap Vano, orang yang telah memberikan nya sejuta kasih sayang.


"Vallen Ethan kalian sudah banyak berkorban untuk ku, belasan tahun kalian tersiksa namun aku baik baik saja, sekarang giliran ku yang akan menanggung kepahitan yang kalian rasakan" ujar Vano menggenggam erat tangan Ethan sembari menatap istrinya.


"Aku akan menemanimu, jangan takut" ucap Ethan padahal dia sendiri gemetar.


"Cepat!!!" Teriak tuan Richard dari belakang.


Keduanya kembali berjalan kedepan hingga ujung kaki Vano sudah terasa dingin menginjak tanah terakhir jurang tersebut.


Vano tidak bisa memeluk Vallen, dia hanya bisa memeluk Ethan untuk terakhir kalinya. Setelah melepaskan pelukannya Vano kembali ke posisi.


Dorr!!!


Vano memuntahkan darah dari mulutnya serta peluru yang menancap didadanya terasa perih.


"Vano!!!" Teriak Ethan histeris.


Dorr!!!


Melihat satu peluru menuju ke arah Ethan Vano langsung memeluknya hingga peluru tersebut mengenainya untuk kedua kali.


"Va,,, Vano?" Ethan menatap kosong senapan yang dipegang tuan Richard si matanya tumpah dipundak Vano.


"Percayalah ini tidak sakit Ethan tapi jangan sampai kau merasakan nya, hanya satu permintaan ku Ethan tolong jaga Vallen" kata Vano.


"Aarrgghh!! Vanoo!!" Teriak Ethan memeluk pria itu dengan erat agar tidak terjatuh.


"Ethan aku sudah melindungi mu dan istri ku, tolong jangan biarkan dirimu mati dalam status tidak beragama, aku sangat menyayangimu dan aku ingin bertemu dengan mu di alam manapun"


Dorr!!"

__ADS_1


Sekali lagi tiga peluru menancap ditubuh Vano, dia sampai terbatuk merasakan panasnya peluru ketiga, Vano mendorong tubuh Ethan kebelakang dan dia sendiri jatuh kedalam jurang.


"Vanoo!!!"


Aura iblis Ethan keluar, hanya dengan modal kayu didekatnya tuan Richard dan Pian berhasil ia lumpuhkan.


"Brengsek!! Terima ini!!" Teriak Ethan emosi sembari menangis sejadi-jadinya memukul tuan Richard yang sudah tidak memegang senjata apapun.


"Aarrgghh!!! Kau akan mati!!!"


Berapapun pengawal yang datang menyerangnya Ethan seperti kerasukan iblis membunuh siapapun yang mendekatinya.


Ethan sampai tidak sadar menghabisi banyak nyawa, puluhan pengawal ditusuk dengan kayu tumpul.


"Vano!!" Ethan sadar Vano masih dibawah jurang, ia melemparkan kayu ditangannya lalu mendekati ujung jurang.


Persetan dengan kegelapan bahkan dia tidak merasa takut akan suasana gelap itu, tangisannya menggema sampai ke dalam jurang.


"Vano!! Kau mendengar ku!! Heyy kau dimana!!" Teriak Ethan menggenggam erat tanah tanah disana.


Ethan terlihat seperti orang gila hanya berteriak sendirian, sekujur tubuhnya bergetar hebat menanggung tiga beban sekaligus bahkan dia tidak tau Farel dan Zea selamat atau tidak.


Dari belakang tuan Richard masih sedikit sadar, perlahan tangannya mengambil pistol lalu membidik nya ke tubuh Ethan.


Hatinya benar benar sudah dirasuki setan, tangisan Ethan tidak ia kasihani sama sekali bahkan jika ia matipun dia akan tenang saat melihat ketiga pilar kita lenyap, usahanya selama ini tidak sia sia.


Dorr!!


Ethan dengan cepat menghindar lalu berbalik arah. Matanya berkobar melihat senyum puas tuan Richard.


"Sialan!!!" Ethan berlari mendekati tuan Richard lalu memukul wajahnya hingga lebam dan pingsan. Dia harus menahan dirinya agar tidak membunuh pria itu sekarang.


Ethan langsung menghubungi Farel dan orang-orang dirumah, dia sudah tidak mampu mengatasi suasana ini bahkan Ethan frustasi disana.


Ethan menyalakan senter di ponselnya lalu mencari Vano pelan pelan ke bawah jurang.


Baru ingin menurunkan kakinya Ethan sadar akan sesuatu, dia menyenter ke depan.


Jantungnya seketika terhenti melihat tali yang mengikat Vallen terputus. Dengan menghindar nya Ethan tadi ternyata membuat pilihan antara dia atau Vallen yang akan tewas didalam jurang.


"Aarrgghh!!! Vano Vallen!!!" Teriak Ethan gusar hingga kakinya lemas.


Mentalnya jatuh sejatuh jatuhnya, Ethan tersungkur dengan ponsel yang tetap menyala lalu pingsan, kekuatan mental dan batinnya tidak mampu menerima beban seberat itu apalagi Vano dan Vallen jatuh bersamaan kedalam jurang.


***

__ADS_1


jangan lupa tarik nafas dulu


__ADS_2