
Didalam ruangan Vallen, Vano sudah duduk disana sembari memegang tangan gadisnya. Entah kenapa jika melihat Vallen seperti ini Vano selalu tidak bisa menahan air matanya.
"Hey sudah ku katakan jangan tidur terlalu lama" ucap Vano mencium telapak tangan gadisnya.
"Vallen ayo bangun sayang kenapa tidak membuka mata" bisik Vano lembut.
"Kau tidak merindukan ku? Ah begini saja jika kau bangun aku akan memberikan hadiah untuk mu dan aku akan menceritakan banyak hal padamu termasuk pernikahan Farel yang telah kau lewatkan, Vallen ayo bangun" ujar Vano menggerakkan sedikit tangan yang sedang ia pegang.
Tit,,,tit,,,tit
Ceklek
Tanpa aba aba dokter intan langsung membuka pintu lalu membuka bebas kancing baju Vallen dan segera memeriksa keadaannya.
Vano refleks menghadap ke arah lain, ia bingung kenapa dokter intan masuk tanpa permisi biasanya dokter intan selalu meminta izin terlebih dahulu.
"Tuan tolong menunggu diluar" ucap dokter intan hingga berkeringat.
"Ada apa dengannya? Apa dia baik baik saja?" Tanya Vano tetap tidak ingin menghadap ke arah Vallen.
"Tuan tolong" pinta dokter intan.
Vano langsung keluar dan menunggu kabar selanjutnya di luar, Vano terpaksa duduk di sofa karena tubuhnya terasa sangat melelahkan.
__ADS_1
"Kenapa diluar sayang?" Tanya Vira mengelus kepala putranya.
"Dokter intan menyuruh Vano keluar umi entah apa sebabnya" jawab Vano heran.
Vira menatap suaminya dan juga David pasalnya jika dokter intan masuk secara tiba-tiba itu artinya bel dikamar kembali berbunyi yang menandakan keadaan Vallen semakin memburuk dan itu telah terjadi lebih dari lima kali. Vallen akan mengeluarkan air mata disela sela tidurnya menahan rasa sakit itu.
"Sayang biarkan Vallen di operasi ya" bujuk Vira semakin mengelus lembut puncak kepala putranya.
Vano menggelengkan kepala, egonya tetap berada diatas awan, Vano tidak ingin Vallen kenapa-kenapa.
Ceklek
"Tuan apa masih belum ada keputusan? Kondisi nona Vallen semakin memburuk, jika terlalu lama seperti ini saya takut tidak bisa menyelamatkan nona, detak jantungnya semakin lemah dan kami tidak bisa berbuat apa-apa selain keputusan kalian" tutur dokter intan resah.
"Intinya jika tidak segera dilakukan operasi Vallen tidak bisa diselamatkan karena pengendali itu sudah bersarang di otaknya cukup lama" jawab Vino.
"Persetan dia gila atau apapun lakukan segalanya asal dia bisa hidup!!!" Teriak Vano memukul tembok disampingnya.
"Kau siap menerima sesuatu diluar skenario kita?" Tanya Vira.
"Tidak masalah umi asal dia sehat tidak masalah jiwanya bermasalah" jawab Vano menggigit jarinya.
"Kau akan tetap bersamanya jika seandainya dia,,,,"
__ADS_1
"Iya Abi Vano akan tetap bersamanya intinya hanya satu dia selamat dan aku bisa melihat nya di dunia aku lebih tidak siap jika Vallen pergi, Vano takut Abi dia belum sama seperti kita, dia tidak akan masuk surga dan tidak bisa bertemu Vano disana suatu saat nanti" tutur Vano menumpahkan air mata nya.
Vira memeluk putranya, sebegitu cintanya Vano pada Vallen sehingga dia lebih memilih jalan itu agar Vallen bisa bersamanya di dunia dan akhirat.
Dan akhirnya setelah mengizinkan David menandatangani surat izin operasi Vano gusar pasalnya operasi sudah berjalan empat jam namun dokter intan belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.
"Umi apa masih lama" ucap Vano mengusap wajahnya.
"Sabar sayang mungkin sebentar lagi" kata Vira.
Putri ku sangat beruntung mendapatkan laki laki seperti mu Vano. Batin David
"Vano harus makan siang dulu ya sayang" imbuh Vira.
"Tidak ada nafsu umi, Vano tidak tau Vallen lapar atau tidak" ucap Vano semakin resah.
"Vano keadaan mu masih belum stabil bagaimana bisa merawat orang sakit jika kau saja masih lemah" kata bela ikut membujuk Vano.
Vano diam, benar apa yang dikatakan bela tidak ada gunanya tidak nafsu makan apalagi kondisinya seperti itu, dia harus sembuh demi Vallen.
"Sedikit saja umi" ucap Vano akhirnya menyetujui bujukan Vira dan Bela.
Vira sedikit lega dengan persetujuan Vano, sembari menunggu dokter intan selesai Vira menyuapi putranya makan siang memang terlihat seperti bocah tapi Vano tidak akan menyentuh makanan itu jika tidak disuapi.
__ADS_1
🌱🌱🌱