
Satu detik setelah penembakan diruangan Farel, Vano langsung memperketat pengawasan rumahnya dan menghubungi Ethan agar pulang lebih awal.
Sementara dikampung halaman Sarah, Ethan sudah mendapat pesan dari Vano untuk pulang namun sebelum itu Sarah sudah berencana pergi ke makam orangtuanya terlebih dahulu baru kembali ke kota.
"Mama papa Sarah datang" ucap Sarah sembari menabur bunga.
Ethan senantiasa menemani Sarah disamping nya untuk menghapus air mata gadis itu namun Sarah tidak meneteskan sedikitpun.
"Apa kabar? Sudah lama Sarah tidak datang, maaf ma pa aku bukan takut untuk kemari lagi tapi aku takut jika aku mati tidak ada yang akan membalaskan dendam kalian nanti" ujar Sarah tersenyum tipis.
"Aahh ya perkenalkan ini Ethan Wijaya tidak perlu dijelaskan kalian pasti tau siapa dia"
"Cih!!"
"Mama papa mertua perkenalkan namaku Ethan Wijaya orang tertampan dan terhebat dimuka bumi ini setelah Vano Salvatrucha, aku suami dari anak kalian, berbanggalah karena anak kalian yang bermata dingin ini mendapat suami tampan, kaya, berkarisma dan sempurna" saut Ethan datar sembari menyombongkan diri.
"Dan satu lagi Sarah sangat mencintai ku" imbuh Ethan.
"Tidak, dia bohong ma pa jangan dengarkan" bantah Sarah.
"Hahaha mama papa lihat wajah merah putri kalian, dari wajahnya saja sudah sangat jelas bukan?" Ujar Ethan tersenyum mengejek.
"Mama jangan percaya"
__ADS_1
"Kalian pasti lebih mempercayai ku kan?" Tanya Ethan pada nisan.
Krik krik krik
Keduanya tampak seperti orang gila berdebat dikuburan sepi dan tidak ada yang menjawab pertanyaan mereka.
"Sudahlah percuma berdebat dengan mu, ayo pulang" ajak Sarah.
Ethan mengangguk dan membiarkan Sarah berjalan terlebih dahulu.
"Maaf aku sempat ingin melepas anak kalian, aku janji akan menjaganya dengan baik dan membantunya membalaskan dendam kalian" gumam Ethan memegang nisan mamanya Sarah.
Setelah berbicara sendiri dikuburan Ethan menyusul Sarah kedalam mobil namun mata tajamnya menangkap satu arah yang menarik perhatiannya.
Iya pria berpakaian serba hitam yang sudah mengikuti nya sedari tadi, pria yang mengikuti setiap langkah Ethan itu seperti tidak takut mati pasalnya walaupun Ethan sudah melihatnya pria itu tetap berada disana.
"Ada orang mencurigakan disini, dia mengikuti ku" ucap Ethan.
"Pulang sekarang! Pengawal berada di radius 500 meter dari tempat mu berdiri, biarkan mereka yang mengatasi nya" jawab Vano.
"Aku bisa menghabisinya sekarang!"
"Jangan!! Ethan turuti perkataan ku dan pulang sekarang!! Aku tau kau tidak membawa senjata apapun untuk melawan" ujar Vano dengan tegas agar Ethan takut membantah.
__ADS_1
"Baiklah" Ethan memutuskan sambungan lalu masuk kedalam mobilnya.
"Kenapa lama sekali?" Tanya Sarah.
"Mm aku memiliki tips untuk merilekskan tubuh, ingin mencoba?" Tanya Ethan tersenyum manis.
Sarah mengangguk pelan, Ethan mengambil earphone dan penutup mata lalu memakaikan nya pada Sarah.
"Ethan ini apa?" Tanya Sarah.
"Sssttt dengarkan musiknya baik baik dan jangan buka mata selama satu jam kedepan" jawab Ethan.
"Tapi kenapa? Aku tidak mengantuk sama sekali"
Ethan langsung mencium bibir istrinya agar Sarah tidak membantah lagi.
"Berjanji padaku untuk tidak membuka mata" kata Ethan.
"Ba,,,, baiklah" Sarah mengangguk cepat setelah menerima ciuman mendadak dari Ethan.
Setelah mengaktifkan musik dengan volume penuh Ethan menjalankan mobil diantara serangan para pengawal pada pria misterius itu, setelah Ethan perhatikan sekilas ternyata pria itu sudah mempersiapkan nya dengan sangat matang.
Pasalnya ketika para pengawal menyerang nya, pasukan entah darimana keluar untuk menyerang balik, Ethan tidak ingin Sarah melihat ataupun mendengar semuanya sehingga Ethan lebih memilih menjauh dari lokasi kejadian.
__ADS_1
***
berlaku hanya untuk beberapa jam🤪🤪