Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 156


__ADS_3

"Apa ayahnya melarang hubungan mereka?" Tanya Vano masih penasaran.


"Aku tidak tau tapi tak berselang lama Rifka pindah negara dan melanjutkan pendidikan disana, menurut mu kenapa itu terjadi?" Tanya Farel balik.


"Ada dua kemungkinan, pertama karena patah hati kedua karena paksaan dari ayahnya" jawab Vano.


Setelah berpikir ulang untuk mengingat setiap kejadian dengan Rifka Vano mengingat sesuatu yang mengganjal di otaknya.


"Aku ingat kami pernah bertemu dengan Rifka dan tuan Richard di restoran milik kedua orang tua kandung Rafi, disana keduanya tampak baik baik saja, Rifka bahagia disamping ayahnya" ujar Vano semakin mengulik kehidupan dua orang itu.


"Apa kita perlu melakukan penyelidikan?" Tanya Farel.


"Sebaiknya tunggu Ethan kembali dulu baru mulai menyelidiki kasus ini, aku memiliki perasaan lain terhadap klien aneh yang satu itu" jawab Vano.


"Baiklah setelah Ethan kembali kita akan menyelidiki kasus ini secara diam diam"


Dorr!!!


Vano dengan mata tajamnya sudah agak aneh dengan posisi ruangan Farel, pria itu sudah was was sampai akhirnya satu peluru tertancap ditembok samping Farel.


Untung saja Vano sudah siap mendorong meja dengan keras sehingga Farel terdorong dengan sendirinya kebelakang.


"Kurang ajar!! Siapa yang berani melepaskan peluru keruangan ku!!" Ucap Farel geram.


"Sssttt"

__ADS_1


Vano tidak berbicara lagi melainkan menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan Farel


'mereka sudah mengawasi mu sejak awal' Vano


'apa?'


'lihat dengan jelas teropong yang menghadap keruangan mu, dia terletak di arah jam 12 dari posisi duduk mu saat ini, jangan menghadap kesana karena dia sedang mengawasi ruangan ini'


Farel hanya melirik tajam kearah yang ditunjukkan Vano, benar ucapan pria itu bahwa mereka sedang diawasi.


'lalu bagaimana?'


'katakan kau ingin mengurus kasus penembakan ini lalu tutup gorden yang mengarah pada hotel'


Farel mengangguk lalu bersiap siap untuk memulai aktingnya.


"Baiklah kasus ini pasti sangat berbahaya bagi keselamatan karyawan" ujar Vano ikut andil dalam mendukung akting Farel.


Saat gorden sudah tertutup rapat farel kembali ingin mengeluarkan suara namun Vano menutup bibirnya dengan telunjuk agar Farel tidak bersuara.


'ruangan mu sudah disadap, ada penyusup yang masuk kemari dan memasang alat itu'


'kurang ajar, mereka sudah mengawasi ku dari awal'


'sebaiknya kita cari terlebih dahulu penyadap suara itu'

__ADS_1


Keduanya mengangguk lalu berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara, mereka berpencar untuk mencari penyadap diruangan Farel.


Keduanya sama sama memiliki mata tajam sehingga seluruh ruangan disapu bersih oleh mata mereka, sampai disatu sisi yang tidak terlihat mata diperhatikan oleh Vano dan Farel.


'dibelakang kaca' Vano


Farel mengangguk lalu berjalan menuju belakang kaca, dan benar saja bahwa penyadap tertempel rapi disana.


Farel mengepalkan tangannya melihat penyadap pasalnya orang yang meletakkan penyadap pasti mendengar pembicaraan nya dengan Zea dan orang itu tau seberapa penting Zea bagi Farel.


Vano langsung mendekati cermin lalu mulai berakting kembali.


"Farel cermin ini banyak debu sehingga penampilan ku sangat jelek, aku kesal aku akan memecahkan nya" ucap Vano pura pura kesal.


Tak!!!!


Vano melemparkan pas bunga tepat ditengah tengah cermin sehingga semuanya pecah berserakan lalu Vano mengambil penyadap dan menonaktifkan fungsinya.


"awasi Zea dengan sangat teliti, Ethan tidak akan tinggal diam jika dia mengetahui ini" ucap Vano mengeluarkan tatapan membunuhnya.


"Vallen dan Sarah juga butuh pengawasan penuh, katakan pada Ethan untuk kembali kerumah agar Sarah aman" ujar Farel.


"aku akan menghubungi nya agar mereka segera kembali"


Farel mengangguk sembari melihat penyadap yang sudah mengawasinya beberapa hari ini, setelah kejadian ini Zea, Vallen, dan Sarah pasti berada didalam pengawasan ketat.

__ADS_1


****


🌱🌱🌱


__ADS_2