Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2
bab 201


__ADS_3

Ceklek


Vano dan Ethan serempak melihat satu kursi yang membelakangi mereka, ada satu map di atas meja sat ini sisanya hanya orang itu saja.


"Maaf anda,,,,"


"Dokumen kerjasama bisa kalian lihat di atas meja"


Vano langsung meremas tangannya mendengar suara itu tapi ia tidak ingin bergerak karena takut bukan dia orangnya.


"Maaf nona sepertinya kita tidak ada perjanjian kerjasama sebelumnya" ucap Ethan.


Ethan memanggilnya nona karena dari suara saja sudah dipastikan dia seorang gadis dan terdengar masih muda.


"Tuan Savero kami datang hanya sekali jadi anda tidak perlu,,,,,"


iPad yang ada ditangan Vano jatuh berserakan melihat wajah gadis itu, seluruh tubuhnya lemas dan hampir tidak bekerja, rasanya Vano bernafas saja tidak bisa kali ini.


"Va,,, Vallen" seketika mata Vano memerah dengan nama yang ia panggil.


Vallen langsung memalingkan wajah melihat Vano, rasanya ia ingin pergi secepat mungkin dari tempat itu.


Ya dia bukan sekedar halusinasi, dia nyata dan dia berubah menjadi wanita cantik dengan jas yang menempel ditubuhnya.


Vano berjalan cepat menuju kursi Vallen lalu memeluknya sangat erat.


"Sayang kau kemana saja aku sangat merindukanmu, aku hampir gila memikirkan mu terus menerus"

__ADS_1


"Maaf tuan bisa anda menjauh? Ini tidak sopan!" Ucap Vallen setenang mungkin.


Wajah histeris Vano melihat istrinya tadi berubah bingung dengan ucapan Vallen.


"Vallen jangan bercanda, kau tidak perlu menjauh lagi, dulu kau menjauh karena wajahmu kan sekarang kau sudah baik baik saja ayo kembali aku benar-benar sangat merindukanmu sayang" ucap Vano dengan senyum manis tapi air matanya sudah bersimbah.


Vallen mengambil ponselnya lalu menghubungi pihak keamanan.


"Ada pelecehan diruangan tertutup tolong kirimkan penjaga keamanan"


Vano melepas pelukannya lalu menatap dalam wanita didepannya itu, sikap cerianya berubah dingin 360 derajat, alih alih bertingkah konyol tatapan sedingin es itu membuat Vano merasa sakit melihatnya.


"Apa salah ku sampai kau menghukum ku sejauh ini Vallen" ucap Vano sembari memegang tangan istrinya.


Vallen tetap bungkam, suaranya hanya terdengar beberapa kali ditelinga Vano.


Ceklek


"Tiga tahun kita tidak bertemu dan kau mengusir ku, kau kira hati ku akan selalu kuat menerima perlakuan seperti ini Vallen?" Vano tersenyum kecut melihat Vallen selalu menghindar dari tatapan nya.


"Aku tidak tau harus mengatakan apalagi" imbuh Vano.


"Tuan kami,,,,"


"Aku akan keluar, aku memang tidak bisa satu ruangan dengan orang yang tidak menginginkan ku" ujar Vano lalu pergi tanpa memutar arah menatap Vallen.


Ethan tidak tau harus apa yang pasti ia mengikuti Vano dari belakang sedangkan Vallen duduk termenung melihat dokumen didepannya.

__ADS_1


Ia juga ingin menangis namun air matanya benar-benar sudah kering meratapi nasibnya, Vallen mengambil ponsel lagi lalu menghubungi bodyguard.


"Aku diruang tertutup"


"Baik nona"


Vallen menyandarkan tubuhnya dikursi, bukan soal kertas didepan tempat masalah nya sekarang namun orang yang akan meletakkan tanda tangan tadi.


Ceklek


Dua bodyguard datang membawa kursi roda milik Vallen. Satu mengangkat tubuh gadis itu dari kursi meeting dan satunya lagi menjaga Vallen dikursi roda.


"Hati hati nona"


"Terimakasih"


"Terimakasih, kita pulang sekarang" ucap Vallen.


"Baik nona" mereka membawa Vallen keluar dari hotel dengan kursi roda.


Iya dia adalah Vallen yang dulu, dia bukan orang lain bahkan wajahnya tidak berubah dia juga tidak memiliki bekas luka namun ada banyak alasan yang membuat dirinya tidak pernah berpikir untuk kembali.


Vallen berusaha belajar penuh tanpa henti tiga tahun ini untuk mengimbangi Vano, setidaknya dengan otak yang pintar ia tidak terlalu dihujat banyak orang nantinya sehingga hari ini dan seterusnya dia adalah generasi penerus Ferrero.


Tidak ada satupun yang mengetahui kelumpuhan Vallen dikantor karena ia selalu datang sangat pagi dan pulang larut malam, semua ia kerjakan di ruangan kantor dan hari ini adalah hari pertama ia melakukan pekerjaan diluar.


**

__ADS_1


jangan panas dong 🔥🔥


__ADS_2