Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan
Tapi Pakai Dulu Topengmu


__ADS_3

Besok malamnya...


Nggak mungkin kan pergi ke acara prom pakai motor, alhasil Raksa pinjem mobil bapaknya buat malam ini. Dalam hati pak Hendra, tumben-tumbenan anaknya itu mau minjem barang orang. Meskipun Raksa bisa nyetir, tapi kalau bukan punya dia sendiri, dia suka nggak mau make nya.


"Bang? mana temen lo, Bang?" Nova gelisah di dalem mobil.


"Udah tenang aja. Dia langsung ke tempat acara kok,?!" kata Raksa.


Raksa yang sesekali ngeliat spion tengah, dia memperhatikan tatanan rambutnya.


"Udah ganteng, nggak usah ngaca mulu..." sindir Nova.


"Siapa juga yang ngaca?! abang mah emang dari dalem perut ibuk aja udah ganteng. Abang liat spion karena lagi nyetir..." Raksa ngeles.


"Halah, ngeles aja kayak bajaj!"


Raksa fokus nyetir lagi, dia nggak ngerewes adiknya yang bete pakai dress selutut dengan lengan panjang. Mereka pun akhirnya sam[pai di rumah Kalin.


"Turun?!! bukain gerbangnya?!!" Raksa gerakin dagunya.


"Diiiiiiih, abaaaang?!!!"


"Hhahahahhaha," Raksa ketawa kecil, lalau dia turun buat buka gerbang sendiri. maklum aja di rumah itu nggak ada satpam nya. Ada juga pak Abdul yang udah pulang jam segini.


Sreeeeekkkk


Raksa masuk ke dalam mobilnya lagi dan bawa mobil itu perlahan masuk.


"Ayo, turun?" ajak Nova.


"Bentar, Nov! emang lo yakin si Kalin belum punya pasanagn buat ke acara malam ini?"


"Ya iyalah! yang deketin dan ngajak sih banyak, tapi kan dia udah punya abang. Jadi ya nggak direwes ajakan yang laen!"


Raksa diem sesaat.


"Nggak percayaan banget! lagian emang dia mau pergi sama siapa coba? kan Kalin tunangan abang, gimana sih? udah ah, ayo masuk! ntar keburu telat niiih..."


Raksa dan Nova pun turun dan mengetuk pintu rumah Kalin. Kebetulan bunda emang usah stand by tuh di ruang tamu, jadi begitu ada yang ngetuk rumahnya ya langsung dibukain.


"Sebentar, ya? tante panggil Kalin dulu..." bundanya Kalin pun naik ke atas dan memeprsilakan calon mantunya buat duduk dulu.


"Loh, Raksa udah ganteng aja?!!" ayah Kalin pun ikutan duduk.


Raksa bangun dan menyalami calon mertuanya, "Malam, Om..."


Bukan cuma Raksa, tapi juga Nova ikutan slaaman sama ayah Diki. Mereka ngobrol tipis-tipis sebelum akhirnya Kalin turun ke bawah dengan penampilan yang luar biasa di mata Raksa.


'Ini beneran si bocil?' batin Raksa.


"Jangan lupa napas, Bang?!! mulut tolong mingkem, ntar codot bisa masuk?!!" bisik Nova.

__ADS_1


Raksa yang ketauan melongo pun langsung pasang wajah cool, meskipun dalam hati dia mengakui kalau Kalin snagat cantik malam ini.


"Kalin, Nova?! Om titip Kalin ya? kalau bis apulangnya jangan malem-malem..."


"Emh, sekalian mau ijin, Om?! supaya Kalin nginep di rumah Nova! boleh ya, Om? kita mau marathon drakor malam ini," ucap Nova mengharap ijin dari ayah Diki.


"Ya udah, yang penting kalian hati-hati..." kata ayah Diki.


"Siap, Om!" Nova pun langsung kasih hormat, dia emang udah sekarab itu sama ayahnya Kalin.


Kalin yang bawa tas cangklong pun pamitan sama kedua orangtuanya, "Kalin pergi dulu, Bun ... Yah?"


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil. Nova yang awalnya duduk di kursi depan pun pindah ke jok belakang, diikuti sama Kalin.


"Gue bukan supir, woooyy?!!" ucap Raksa.


"Haisshh, abang gue! mau minta tunangan buat duduk di sebelah aja susah banget?!!" Nova nyindir balik.


"Lin? pindah noh..." kata Nova.


"Kok gue?" Kalin nunjuk dirinya sendiri.


"Udaaaahhhh, pindah ke depan?!" Nova pun buka pintu dan nyuruh temannya itu buat duduk di kursi depan, kursi panas.


Dengan setengah deg-deg an pun, Kalin duduk di samping Raksa yang ganteng dengan jas hitam nya. Berhubung pasukan sudah komplit, Raksa pun melajukan mobil nya menuju tempat acra.


Sepanjang perjalanan, ekor matanya ngelirik ke arah gadis yang cantik dengan balutan dress berwarna hitam yang tertutup, sopan banget di mata"Huuufhhh," Raksa mengeluarkan udara dari mulutnya perlahan.


Kebetulan ada telepon yang masuk, Raksa angkat dengan satu tangan.


Nggak lama, mereka pun akhirnya sampai di sebuah tempat yang udah dihias sedemikian rupa. Sengaja mereka nyewa sebuah gedung hotel, nggak di sekolah mereka supaya lebih privat dan nggak ada yang kesurupan. Soalnya beberapa kali diadain buat acara  malem, ada aja anak yang kesurupan.


Raksa keluar dari mobilnya begitu pun dengan Kalin dan Nova.


"Lo bilangnya jam 7? ini gue udah nunggu sejam disini taukk?!!" ucap Farid yang merepet saat ngeliat temennya baru nyampe.


"Ya emang acranya jam segitu. Cuma gue kan harus jemput---" Raksa nggak lanjutin kalimatnya.


"Ehm, Kenalin, ini temen gue, Farid?!!" Raksa beralih pada farid yang udah ganteng dengan setelan jas nya.


"Farid?!!" pria itu menjulurkan tangannya pada Kalin.


"Kita udah pernah ketemu di kantin kantor, kan?"


"Ah, ya?!! heheh" Kalin nyengir.


"Kantin kantor?" gumam Nova.


"Ini adek gue, Nova?!" Raksa ngomong sama Farid.


"Farid!" Farid pun ngulurin tangan pada Nova.

__ADS_1


"Jadi malem ini gue jadi pasangan Kalin?" Farid sengaja NGERJAIN rAKSA.


"Bukan dong kaleng sagoon?!!" Raksa ngelirik sini.


"Hhahahaha, oke oke oke..." Farid nunjukin dua jarinya membentuk huruf V.


Sedangkan Nova ngeliat Farid yang tinggi, 'Kenapa juga abang punya temen ganteng kagak pernah diajak main ke rumah?!!' Nova dalam hati.


"Nooov?" Raksa nyenggol tangan adeknya.


"Eh iya, gimana?"


"Mau disini sampai subuh apa gimana?" tanya Raksa, dia udah tau nih kalau Nova kesengsem sama si jangkung.


"Eh iya, yuk sekarang?!!" Nova pun ngeluarin undangannya buat di-scan barchode-nya.


"Awasss, jangan tepe-tepe sama adek gue?!!" bisik Raksa pada Farid.


"Nggak janji!" ucap Farid.


'Salah banget gueeeeee?!!' Raksa mau ngusek kepala nggak jadi setelah ngeliat Kalin.


"Baaaaaanggg??!!" teriak Nova saat dia dan Kalin masih diem di tempat.


"Astagaaaa?!!! adek gue lagi kecil nelen toa kayaknya, suaranya bikin gue pengeng mulu perasaan!" gumaman Raksa itu sontak bikin Kalin tersenyum.


Dan...


Senyuman itu bikin Raksa susah kedip.


"Aaabaaaaangggg?!!" Nova tereakan lagi.


"Iya ya ampun, Novaaaaa?!!" Raksa jawab dengan kesal.


Tangannya yang keliatan otot-otot hasil angkat beban itu pun menggandeng tangan Kalin.


"Eh?!" Kalin memekik saat tangannya ditarik tanpa aba-aba.


Mereka berempat masuk ke dalam hotel itu, naik menuju sebuah ball room yang sengaja disewa anak-anak SMA buat party.


"Nih pake!" kata Raksa yang nyodorin sebuah topeng buat Kalin.


"Buat apaan?"


"Buat njepret tokek?!" sahut Raksa yang menghentikan labgkah Kalin srbelum masuk ballroom.


"Udah pake aja, biar aman?!" Raksa memasangkan topeng itu pada Kalin.


'Gue mau party, bukan mau cosplay jadi wanita koceng!' batin Kalin.


Dan kali ini Raksa memakai topeng ke wajahnya, topeng yang nutupin hidung mata doang.

__ADS_1


"Kalau kayak gini kan amaaaan?!" ucap Raksa yang dijawab sahutan dari hati Kalin.


'Emang si Mamang agak laen ya emang kelakuannya!' Kalin ngedumel.


__ADS_2