Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan
Tau Apa Kamu!


__ADS_3

Lain halnya dengan Raksa yang lega karena berhasil meloloskan istrinya dari tangan para penjahat, Tania ngenes banget ketika di tahan di sel. Begitu juga dengan pak Galang, semuanya masih diproses, tentu dia langsung menyewa pengacara buat menangani kasusnya ini.


Ayah Diki sengaja datang menemui pak Galang sendirian tanpa istrinya, bunda Lia nunggu di luar. Katanya ayah pengen ngomong sebentar sama pak Galang.


"Bagaimana kabarmu?" tanya ayah Diki basa-basi.


"Apa yang ingin kamu bicarakan, karena aku nggak punya banyak waktu!" kata pak Galang.


"Aku hanya ingin menemuimu sebagai teman, bukan sebagai lawan, Galang. Aku dengar kamu ini direktur di tempat menantuku dulu bekerja,"


"Kalau hanya ingin mengatakan hal remeh temeh begitu, maaf aku tidak tertarik!" kata pak Galang.


"Jangan terlalu kaku, Galang. Karena sedikit saja dibengkokkan kamu akan patah," kata ayah Diki.


"Aku pun sama denganmu. Aku baru tau kalau istriku itu memiliki kembaran, karena dia sangat tertutup dan tidak pernah membahas itu denganku. Selepas menikah kami langsung pisah rumah dengan mertua, dan dirumah itu tidak ada foto apapun mengenai Athalia dan juga Emelia istriku. Mungkin kamu pikir aku berbohong, tapi sungguh ternyata kehilangan satu sosok di keluarganya membuat Emelia meminta semua foto Athalia untuk diturunkan dan baru tadi pagi kami datang ke rumah ibu untuk masuk ke gudang dan mencari barang kenangan milik Athalia," ayah Diki memberikan satu tas berisi foto album yang sengaja dia bawa, dan ada beberapa surat juga disana.


"Kamu bisa melihatnya sendiri, kalau paa yang istriku ceritakan adalah kebenaran," lanjutnya menyerahkan sebuah album berwarna maroon.


Dengan ragu tangan pak Galang mencoba meraih album foto itu dan perlahan membukanya. Dan benar, dia melihat dua sosok yang sama persis mulai dari mereka kecil, sampai mereka dewasa.


"Aku akan memberi tau kamu sesuatu, asalkan kamu berjanji tidak akan pernha mengusik kehidupan aankku lagi, Galang. Dunia ku akan runtuh ketika melihat anakku satu-satunya dihancurkan. Aku dan Emelia sangat menyayanginya, dia harta kami satu-satunya..."


"Omong kosong!" mata pak Galang berkaca-kaca, selama ini dia telah sangka.


"Aku yakin kamu akan senang dengan berita ini. Aku belum mengenalmu tapi aku yakin kamu itu orang baik, tapi karena sakit hati di masa lalu, kamu berubah menjadi begini," lanjutnya.

__ADS_1


"Kamu ingin mencoba mempermainkan aku, Diki?" tanya pak Galang.


"Kita sudah sama-sama dewasa, Galang! buat apa aku mempernainkan kamu? nggak ada untungnya!"


"Ya bisa saja, karena kamu dendam aku berbuat jahat pada anakmu!"


"Mungkin kamu akan bilang aku dan Lia ini orang paling naif di dunia, tapi percayalah kita nggak menaruh dendam. Aku sudah memaafkan kamu, karena anakku juga nyatanya nggak kurang suatu apapun," kata ayah Diki.


"Kalau kamu berjanji nggak aakn mengganggu kehidupan Kalin anakku lagi, aku akan memberi tau kamu sebuah rahasia besar," kata ayah Diki.


"Baiklah, aku berjanji!"


"Tanda tangani ini, baru kita akan membicarakan hal yang lebih penting dari ini," kata ayah Diki yang seolah sedang berbicara dengan temannya dan bukan dengan musuhnya.


"Sudah!"


"Oke. Jadi, apa yang dikatakan istriku itu sepenuhnya nggak salah, tapi juga nggak benar!"


"Maksudnya bagaimana? kamu ini mau mencoba mempermainkanku? dasar licik!" bentak pak Galang.


"Kamu dengarkan aku dulu, Lang!" ayah Diki kaget karena dibentak.


Polisi sempat akan mencoba mengamankan pak Galang yang terindikasi akan melakukan kekerasan pada ayah Diki, tapi ayah Diki mengangkat tangannya dan dia mengatakan kalau dia bisa menghandle nya sendiri.


"Athalia masih hidup! dia ada di negara ini," ucap ayah Diki.

__ADS_1


"Astaga, maksud kalian apa? kalian ingin membuat aku jadi gila?"


"Tunggu. Kamu yang sabar dulu. Aku tau bagaimana perasaanmu yang masih terjebak di masa lalu..."


Ayah Diki pun menceritakan suatu rahasia yang keluar dari mulut ibu mertuanya sendiri. Ibu mertuanya ternyata bukan ibu kandung dari Emelia dan Athalia. Dia ibu sambung yang kebetulan ikut merawat si kembar. Tapi karena salah satu diantaranya sakit, maka Athalia di bawa pergi ke luar negeri untuk berobat. Dia bolak balik , sampai uang ayah Emelia menipis dan Athalia diambil oleh ibu kandungnya.


Emelia atau bunda lIa mendapatkan kabar kalau saudara kembarnya itu sudah meninggal. Tapi ternyata itu hanya sebuah kebohongan besar, karena Athalia yang memintanya. Athalia bilang pada ibunya untuk menyampaikan kabar itu pada Emelia. Karena kondisi Athalia yang benar-benar memprihatinkan dan baru kemarin ibu mertuanya itu bilang kalau setelah lebih dari 20 tahun menghilang, ternyata kemarin ada telepon dari Athalia yang menyatakan dirinya ingin bertemu dengan Emelia. Untuk sekedar informasi ibu sambung Emelia hanya terpaut 12 tahun, jadi dia memang masih bisa dibilang sudah tua tapi belum tua-tua banget. Karena Emelia dan Diki pun menikah diusia yang terbilang muda, begitu mereka selesai kuliah kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Diki memulai bisnisnya dan Emelia menjadi seoranmg ibu rumah tangga.


"Ibu bingung mau menceritakan ini pada istriku, karena mustahil orang yang dia bilang sudah meninggal tau-tau hidup lagi dan bilang ingin bertemu dengan saudara kandungnya..." ucap ayah Diki.


"Karena kemarin aku sempat cerita soal Kalin, makanya ibu akhirnya juga membuka rahasia ini. Aku kira ini adalah salah satu jawaban yang Tuhan persiapkan untuk kamu, Lang!"


"bisa saja ibu mertuamu berhalusinasi,"


"Kita bukan anak kecil, lang! kamu bisa mengeceknya langsung. Bukankah kamu memiliki kuasa? dan aku sudah mengambil langkah itu hari ini, aku sudah menyewa detektif untuk mencari tau soal kebenaran ini," ucap ayah Diki.


"Tapi aku harap pertemuanmu dengan Athalia hanya untuk mengakhiri apa yang sudah pernah kalian mulai, bukan untuk menghancurkan rumh tanggamu sendiri," lanjutnya.


"Tau apa kamu soal rumah tanggaku!" ucap pak galang dengan tatapan sinisnya.


"Aku hanya nggak mau sesuatu hal terjadi pada sebuah rumah tangga. Aku memberitahumu karena aku pikir kamu membutuhkan info ini untuk segera terlepas dari jerat dendam masa lalu. Begitu juga Emelia, dia berhak tau kalau saudari kembarnya masih hidup dan tinggal di sebuah negara yang letaknya sangat jauh dari sini. Jadi bukankah kita memiliki tujuan yang sama?" ucap ayah Diki bijaksana.


Ayah Diki berbisik ke telinga pengacaranya, "Tolong selesaikan," ucapnya.


'Pantas saja Emelia menyukaimu, ternyata kau sama-sama naifnya dengan dia!' batin pak Galang.

__ADS_1


__ADS_2