Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan
Nggak Usah Mikirin Gue


__ADS_3

"Nggak apa-apa lo nggak ikut pelajaran terakhir?" tanya Nova.


"Ya gimana lagi? temen gue sakit, mana tega gue biarin dia balik sendirian!"


"Sorrt, ya?" Nova dengan wajah menyesal.


"Ck, kayak sama siapa aja lo, Nov!" Kalin senyum tipis.


"Tapi nanti sore lo dateng ke tempat les kan?" Nova mastiin lagi.


"Ya," sahut Kalin singkat.


"Ntar gue temenin deh! paling istirahat satu atau dua jam perut gue udah baikan..."


"Besok lagi aja nggak apa-apa..." Kalin ngeluarin hapenya.


"Nggak lah, gue kan udah janji sama lo---"


"Kapan?"


"Issh, gue kan udah janji sama lo dalam hati gue. Kalau gue bakal nyari tuh cowok matre, dan maksa dia balikin duit lo yang udah dipinjem itu..." Nova masih megangin perutnya.


Ceklek!


Tanpa ngetok pintu bu Selvy masuk ke dalam kamar anaknya.


"Ini, ibu sudah isi dengan air anget. Coba kamu ganjel perut kamu pakai ini..." bu Selvy membuka selimut Nova dan memberikan botol karet yang kerasa panas sih sebenernya, bukan anget yang seperti bu Selvy bilang tadi.


"Kok teh nya belum diminum? ini ibu juga bawain kunyit asem, ini bisa meredakan rasa nyeri di perur kamu itu,"


"Terus Nova harus minum yang mana?" Nova bingung gelas mana yang harus diseruput duluan.


"ini aja," ibu minra Nova buat duduk dulu.


Srrrpppp!


"Uaseeem eee, Buuuukkk!" keluh Nova.


"Namanya juga kunir asem ya pasti asem. Kalay kunir manis ya paati manis?! kamu itu ngeluh terus! ayo cepetan dihabiskan!" suruh bu Selvy.

__ADS_1


Kalin yang ngeliat temennya lagi dimarahin pun menerbitkan senyuman kecil tanpa dia sadari.


"Kalin? kamu mau minum apa? biar tante ambilkan," tanya bu Selvy sembari ngawasin anaknya minum jamu.


Kalin menggeleng sopan, "Nggak usah repot-repot, Tan! saya bawa air minum kok, beli di sekolah belum diminum. Tante juga pasti capek bolak balik turun tangga, jadi Kalin minum aur ini aja..."Kalin nunjukin air mineral dengan botol yang kecil.


"Kalau nggak mau minum, tanta ambilkan makanan ya? kamu pasti repot kan ngurusin Nova di sekolah?" bu Selvy ngerasa nggak enak sama Kalin.


"Nggak kok, Tante. Nggak sama sekali. Kebetulan bekal buah Kalin belum sempet dimakan, jadi ini rencananya mau Kalin makan disini sambil nungguin Nova. Jadi, tante nggak usah repot-repot..."


"Gitu? oh ya sudah, kebetulan tante juga belum masak nasi...." kata bu Selvy.


"Yeeuuuh ibuuuuk, nawarin makan tapi belum masak nasi gimana ceritanya?" Nova nyamber ditengah rasa nyeri yang dideritanya.


"Diem kamu Nova!" bu Selvy pura-pura jengkel.


"Padahal tadi pagi, tante udah ada firasat yang nggak enak liat muka nih bocah. Dan kejadian kan, Nova pulang dengan keadaan sakit. Dan mulai besok, kamu dilarang makan bakso lagi, Novaaa!" bu Selvy melihat ke arah Kalin dan juga Nova secara bergantian.


"Astagaaaa kok bakso lagi yang disalahiiiin?" Nova tepok jidatnya.


"Ya udah ibuk ke bawah ya, mau masak nasi. Kamu kalau mau makan telfon aja. Nnati ibuk bawakan kesini," ucap bu Selvy.


Bu Selvy pun keluar lagi meninggalkan Kalin dan Nova di dalam kamar itu.


"Tadi obrolan kita sampe mana ya?" Nova semakin menekan benda yang hangat ke perutnya.


"Udah nggak usah mikirin gue. Lo aja lagi sakit kok..."


"Gue mau WA bunda dulu, biar dia tau kalau gue mampir ke rumah lo dan berangkat les darisini," Kalin ngeluarin hapenya dan mulai mengetikkan sesuatu. Sedangkan Nova bisa membaca dari raut wajah Kalin kalau temennya itu lagi nggak baik-baik aja.


Diam-diam Nova pun ngeluarin hapenya, dia WA lagi abangnya minta belas kasihan supaya mau bantuin Kalin nagih duit sama Reno. Raksa yang lagi minum obat maagh pun cuma bisa misuh-misuh dalam hatinya.


Sementara di tempat lain....


Reno tambah deket sama Melody. Tadi waktu istirahat aja mereka jajan bareng ke kantin dan jadi pusat perhatian temen-temen yang lain. Banyak yang mulai kepo tentang Melody, karena yang mereka tau Reno itu nggak gampang dideketin. Tapi kok cewek yang satu ini berhasil buat mepet ke cowok paling populer di sekolah itu yang memiliki muka ganteng dan otak yang pinter. Ditambah lagi style nya yang nercis banget, ya sesuai sama genk nya yang juga anak horang kaya yang kalau lagi bosen, suka pada bolos sekolah berjamaah.


Reno yang nggak satu kelas sama Melody, melemparkan pandangannya di kelas tuh cewek waktu dia lewat gitu mau ke toilet.


Dan bukan hanya Melody aja yang terpesona ngeliat cowok ganteng lewat , tapi hampir semua cewek di kelas Melody yang berpapasan pandang dengan mata Reno.

__ADS_1


"Astagaaa, pesona gue emang nggak kaleng-kaleng..." gumam Reno yang yakin kalau dia udah bikin para ciwik-ciwik kesengsem sama dia.


"Gue heran, apa sih gantengnya si Reno  Vadela itu? gantengan gue juga kemana-mana. Bisa-bisanya dia ngedeketin gebetan gue, Melody!" ucap salah satu siswa yang lagi di toilet, lagi ngaca.


Reno yang mau masuk pun menghentikan langkahnya di depan toilet, saat mendengar namanya lagi dijadikan bahan pembicaraan.


"Ya gimana? lo kurang sat set kali!" ucap seseorang yang lain lagi, suaranya kumayan menggema. Mungkin lagi di dalam bilik toilet, prediksi Reno.


"Mentang-mentang populer, terus dia berhak nyerobot gebetan orang gitu? cih, "sahut suara yang pertama kali didengar Reno.


"Ehem!" Reno melanjutkan langkahnya masuk. Dan orang tadi yang lagi ngedumel pun kicep ngeliat orang yang lagi dia sebelin muncul dari balik pantulan kaca.


"Ya lo jangan mau kalah, tunjukin dong kalau lo juga nggak kala dari----" ucap salah seorang yang baru aja keluar dari toilet.  Dia mbleret saat ngeliat orang yang lagi jadi bahan gunjingan mreka ada di depan mata.


Breng.....!


Bau semerbak pun keluar seiring pintu yang dibuka.


Reno berdiri melihat dua orang yang secepat kilat bergerak, "Eh, ke kelas yuk? ntar kita dimarahin pak Mamun, k-kalau pergi ke toilet kelamaan!" ucap siswa yang ada diambang pintu toilet yang baru aja terbuka, dia menggeret temennya yang berselisih pandang dengan Reno.


Sedangkan Reno, dia berdiri dengan cool dan tatapannya yang tajam. Melihat dua curut ngacir pergi saat ngeliat ada dia disana.


"Uhuuuukkkk!" Reno terbatuk.


"Shiiiittttt?! bau banget!" Reno menutup hidungnya dengan tangan.


"Dasar bocah cemen! beraninya cuma di belakang gue!" Reno mulai ngedumel.


Reno yang kebauan pun segera keluar dari sana setelah menyelesaikan apa yang sudah ditahannya dari kelas.


"Astagaa, akhirnya gue bisa menghiurup oksigen!" Reno setelah keluar. Dia sekarang ada di lorong yang berjejer kelas-kelas.


Baru juga melangkah, ada sesuatu yang bergetar di sakunya. Dia keluarin hape dan ngeliat chat WA dari Meody.


Pulang sekolah jadi kan jalan bareng?


Reno pun segera membalas sebelum dia kembali ke kelasnya.


Jadi dong! ntar gue jemput ke kelas lo,

__ADS_1


__ADS_2