
"Mi? lo udah tau kalau Raksa udah punya tunangan?"
"Bukannya Farid udah ngomong itu kemaren-kemaren, ya?" ucap Rahmi, dia ngeliat ke arah sebuah bungkusan roti dan soy milk yang tadinya mau dia kasihkn pada mantan terindah. Tapi, dia mengurungkan niat itu.
"Terus hubungan lo sama Raksa gimana?"
"Hubungan gue?" tanya Rahmi, perasaannya udah nggak enak.
"Ya, hubungan lo sama Raksa. Kalian masih pacaran, kan? atau masih marahan?" tanya Tania dengan wajah yang cemas.
"Maksudnya?"
"Gue udah tau kalian ada hubungan! gue nungguin lo cerita, tapi kayaknya lo pengen nyimpen hubungan itu berdua sama Raksa. Tapi gue liat akhir-akhir ini lo sedih dan gue nggak pernah ketemuan sama Raksa lagi..."
"Kenapa lo bisa tau?"
"Lo mungkin bisa nyembunyiin itu dari semua orang, tapi nggak sama gue, Mi...." kata Tania.
"Lo marah?" tanya Rahmi yang kini geser kursinya dan ngeliat ke arah Tania yang duduk bersebelahan dengan dia.
"Marah? ya marah lah! lo nggak cerita apa-apa sama gue,"
"Maksudnya, lo juga kan suka sama Raksa. Lo pasti kecewa kan sama gue, Tan?" kata Rahmi.
"Suka sama Raksa gimana?"
"Lo nggak usah ngeles, Tan! lo juga suka kan sama Raksa? karena gue pernah liat lo bilang mau ngedeketin Raksa, lo bilang itu sama Farid..."
"Ngedeketin Raksa?" Tania muter bola matanya dia coba inget-inget.
"Tunggu, tunggu! lo denger itu kapan? kayaknya gue nggak per--nah...?" Tania ragu dengan kata terakhir nya.
"2 bulan yang lalu..."
Tania pun mulai membuka ingatannya, "farid? ngomong sama Farid? astagaaaaaa...." mata Tania membulat seketika.
"Lo denger semua?" tanya Tania.
__ADS_1
Mata Rahmi berkaca-kaca, "Jadi bener?"
"Jadi bener apaan? nggak lah! emang lo dengerin semua nya?"
Rahmi menggeleng, "Nggak, gue langsung pergi..."
"Tania menghela nafas, sebelum dia mulai cerita yang sebenarnya.
2 bulan yang lalu, saat hubungan Raksa dan juga Rahmi lagi anget-anget eo ayam, Tania pernah mergokin Rahmi dan Raksa jalan berdua di mall. Tapi tuh pasangan langsung misah saat ada orang kantor juga yang kebetulan ada disana. Kebetulan Tania mau treatment rambut yang ada di mall itu. Dia terus ngikutin Rahmi dan Raksa yang kemudian jalan lagi setelah situasi aman.
'Gue capek tau kucing-kucingan gini?!! berasa maling tau, nggak?' ucap Raksa.
'Ya gimana? udah resiko kan? anggap aja lagi main setektif-detektifan,' balas Rahmi.
'Emang gue bocil?' Raksa ngerangkul pundak Rahmi, sesekali dia ngusek kepala pacarnya itu.
'Ooooooh, jadi mereka ada hubungan???' Tania yang ngeliat itu baru paham.
Hari setelah Tania mergokin Rahmi jalan sama Raksa temennya Farid, wanita itu minta ketemuan sama pria jangkung yang jadi temen nya Raksa. Mereka belum akrab, cuma karena ada cewek cantik yang nyamperin dan deketin, nggak dilepasin lah kesempatan itu. Pokoknya Tania awalnya ngedeketin farid nyari info-info, emang si tania keponya tingkat dewa. dia sampai ngakrabin si Farid, biar tau si Raksa ini cowok yang kayak gimana. Seminggu sering makan bareng, Tania minta ketemuan sama Farid deket toilet. Emang agak laen nih Tania, ngajakin ketemuannya. Tania pikir, supaya nggak ada yang nguping, padahal toilet adalah sarangnya para staff para ngegosip sambil benerin lipstik dan dempul sana sini.
'Hhhh, hhh,' Tania ngos-ngosan.
'Sorry, gueh ... hhhh ... abish dari tangga darurat! lift nya metong!"
"Napas dulu, napas?!!!' ucap Farid.
"Lo bantuin gue deketin Raksa!" ucap Tania yang masih ngos-ngosan.
"Deketin Raksa...?" tanya Farid.
Tania nggak tau kalau di tangga darurat itu ada Rahmi yang tadi jalan ngejar dia. Rahmi sendiri keder kenapa temennya jalan naik pakai tangga darurat yang sepi. takut Tania kenapa-napa, Rahmi pun ngikutin sampai akhirnya Rahmi denger Tania bilang 'mau deketin Raksa'.
Rahmi auto nutup pintu darurat dan turun lagi ke bawah dengan hati yang kebeset-beset. For your information aja, Tania sama Rahmi ini sebenernya sepupuan. Tapi karena peraturan kantor yang ribet, ada nggak boleh satu kantor sesama keluarga lah, nggak boleh nikah atau pacaran sesama karyawan lah, jadi Rahmi dan Tania diem-diem bae. Mereka ngakunya cuma temen aja gitu, padahal mah ada hubungan kekerabatan.
Balik lagi sama Farid dan Tania.
'Deketin Raksa gimana?'
__ADS_1
'Hh, hhh, ya bantuin gue deketin Raksa sama Rahmi..."
'Deketin Raksa sama Rahmi maksudnya gimana? kagak ngerti nih gue, otak gue ngelag!' ucap Farid.
'Raksa sama Rahmi pacaran, kagak tau kan lo?' tanya Tania.
Farid menggeleng, 'Nggak tau gue. Pacaran gimana?'
'Pacaran ya pacaran tapi gue belum atu pasti juga. Mereka udah beneran pacaran atau cuma teman tapi mefet! mesra maksudnya!'
'Terus gimana?'
'Maksud gue, bantuin gue supaya Raksa bisa lebih deket sama Rahmi, supaya Raksa cepetan ngelamar Rahmi gitu!'
'Emang kenapa?'
'Pokoknya sebelum ada orang yang dateng dan Raksa keduluan!' kata Tania dengan serius.
Tania pun menyudahi ceritanya, sedangkan Rahmi malah nangis. Dia meluk Tania.
"Gue tau nya lo suka sama Raksa, makanya gue ... gue malah mutusin Raksa, Tan?!!"
"Karena gue sempet dapet ucapan makasih, karena katanya ada kotak cokelat dari gue. Padahal gue nggak pernah ngirimin itu. Otak gue langsung mikir, mungkin itu lo yang naro disitu..."
"Nggak tau kenapa, kayaknya gue capek banget setiap Raksa bilang mau ngelamar, mau nikahin gue dan keluar dari perusahaan sedangkan orangtua gue katanya udah nyiapin calon suami buat gue. Gue nggak tau harus gimana, ditengah situasi yang kayak gitu gue mutusin Raksa. Padahal dia nggak salah apa-apa tau, nggak?" Rahmi nangis sejadi-jadinya.
"Udah, jangan nangis! lo yang tenang," Tania ngelus kepala sepupu nya.
"Makanya, ngeliat hubungan lo berdua makin renggang, gue sama Farid inisiatif sering ngajak kalian makan. Biar kalian bisa sering ketemu, dan bisa baikan lagi. Gue tau nya lo marahan doang, nggak putus! gue sampai rela masak pagi-pagi supaya bis angasih kotak makanan buat Raksa..."
Rahmi langsung melepaskan pelukannya.
"Bukan, lo jangan salah paham! gue ngelakuin itu supaya Raksa mikirnya yang kirimin itu lo. dan hubungan kalian bisa mencair lagi," jelas Tania.
"Apalagi setelah gue denger dari Farid kalau Raksa udah punya tunangan. Disitu gue lemes. dan kita putusin buat emang sengaja ngasih tau lo, supaya lo bergerak, supaya lo bisa dapetin cinta lo lagi sebelum terlambat. Karena pertunangan Raksa itu karena sebatas paksaan dari orangtuanya..." kata Tania yang buat ngerangkai kata aja udah pusing banget. Sedangkan Rahmi dia nggak tau apa dia harus memperjuangkan orang yang udah dia campakkan atau move on dan lupain aja.
"Gue harus gimana?" tanya Rahmi dengan pipi yang basah.
__ADS_1
"Cuma lo yang tau, Mi. Ikuti apa kata hati lo..." ucap Tania.