
Rahmi keluar dari rumah sakit setelah kondisinya benar-benar baik. Ya lumayan riweuh juga Zaki mengubah tiket kepulangan mereka ke Indonesia. Untungnya ya ada Kalin yang bisa dimintain tolong buat jagain istrinya selama dia pergi ngurus ini itu. Lagian Kalin juga kan lagi free, nggak ada kepentingan buat ke kampus jadi ya oke oke aja. Cuma dia yang masih agak canggung berada satu ruangan sama mantan pacar suaminya itu yang bikin Kalin yang biasanya ngoceh mulu, sekarang menjadi sedikit lebih banyak diam. sampai akhirnya Zaki balik lagi dan suaminya yang jemput dia kesitu setelah pulang kerja.
Zaki bilang kalau, dia dan Rahmi akan balik ke Indonesia besok pagi. Dan Raksa berpesan supaya mereka hati-hati, karena kemungkinan dia nggak bisa nganter karena pagi itu dia harus masuk kerja. Zaki dan Rahmi tau itu dan nggak maksa Raksa buat nganter, secara mereka kan udah ngrepotin banget dari kemarin.
Untuk yang kedua kalinya Kalin nungguin suaminya kerja. Dan ternyata nungguin orang kerja tuh ada bete-betenya, makanya dia salut sama Raksa yang awal-awal mereka kembali setelah liburan beberapa tahun yang lalu, terus Raksa nungguin dia di kampus sampai kadang kalin pulang malem, Raksa tetepan sabar nunggu.
Sekarang dia nungguin Raksa kerja dan di tempat yang bisa makan atau m,inum aja dia ada bete-betenya, apalagi Raksa yang nunggu hanya ditemenin hapenya aja, tentu lebih bete dari itu. Padahal Kalin kenal Raksa itu kan orangnya ngeselin, emosian dan nggak sabaran. Tapi makin kesini sifatnya makin berubah, kecuali jiwa isengnya yang suka tiba-tiba muncul.
"Bete?" tanya Raksa.
"Kan aku udah bilang mending kita pulang aja!" kata Raksa, dia mengingatkan kemabli kalau tujuan Kalin hidup di negeri orang.
"Iya, kan kemarin-kemarin fokus kuliah. Kalau sekarang kan pengen fokus liburan..." kata kalin.
"Okeee, mau berapa bulan?"
"Berapa bulan ya? ya nungguin semuanya udah beres!" kata Kalin.
"Makan dulu keburu cair! aku kesana lagi ya? nanti kita makan bentar lagi," kata Raksa.
Kalin sih ho'oh ho'oh aja. Sambil terus makan eskrimnya. Dan sesuai janjinya, Raksa keluar dan ngajak Kalin buat pergi. Dia tadi skip makan siang dan ngajak Klain makan setelah shift nya selesai.
"Mau makan apa kita?"
"Apa aja..." sahut kalin sambil melihat jam di tangannya yang udah nunjukin waktu jam 2 siang, itu artinya mereka udah hampir ngelewatin makan siang.
Kali ini Kalin pengen banget makan seafood, dia memesan kepiting king crab beserta sause cocolannya.
"Yakin mau makan segini gedenya?" tanya Raksa.
"Yakin lah masa nggak yakin? orang udah kelaperan banget, lagian dari kemarin kayaknya aku pengen banget makan seafood. Selama ini kan kita seringnya makan-makanan rumahan. Tuh sampe tabungan dari ayah aja nggak pernah aku gunain saking nggak pernahnya pergi makan di luar!"
__ADS_1
"Nyindir nih? aku tuh bukannya nggak mau ngajak kamu makan di luar, kalin! tapi semuanya kan harus dihitung sesuai kemampuan keuangan kita. Kalau kamu mau pakai uang dari ayah kamu kan itu aku nggak pernah ngelarang. Cuma aku pengen ngajak kamu makan ya aku yang bayarin, bukannya aku makan enak-enak sedangkan semua itu berasal dari uang mertua..."
"Salahnya dimana? kan orangtuaku orangtuamu juga..."
"Nggak ada yang salah. Ini soal prinsip aja, Lin. Aku cuma pengen kita hidup sesuai dengan kemampuan yang kita punya. Tapi balik lagi, kalau kamu mu pake duitnya ya nggak apa-apa. Aku nggak ngelarang, Kalin..." ucap Raksa.
"Emang Mamang nggak pernah dapet transferan dari bapak?"
"Kalau bapak sih udah tau karakterku. Yang sering tanya ya ibuk tau sendiri ibuku meskipun kayak gitu tapi dalam hatinya dia selalu mikirin anaknya. Apalagi nggak tau aku disini kerjanya apa, dia pasti kepikiran. Dan beberapa kali suka nanya, butuh duit nggak. Tapi aku selalu bilang cukup kok, disini juga aku kerja bukan pengangguran. Dia takut banget kita kekurangan disini," ucap Raksa sembalu memisahkan cangkang kepiting dari daging nya.
"Nih," Raksa memberikan capit kepiting yang terpampang nyata daging kepiting yang sangat luar biasa.
Kalin memakannya dengan lahap. Dia minta makan disini karena suaminya itu sudah gajian. Dan keputusannya ya mereka akan balik ke Indo dalam beberapa waktu dekat. Intinya kalau semuanya udah selesai.
"Oh ya, begitu sampai di Indo, aku bakal langsung ngelamar kerja. Jadi kita untuk sementara waktu menginap di rumah orangtua dulu. Setelah dapet kerjaan baru kita sewa rumah yang deket sama kantor dimana tempat aku bekerja," Raksa udah bikin planning.
"Kalau aku ikutan kerja gimana?"
"Oke, setuju!" Kalin menunjukkan telapan tangannya , dan Raks apun menyambutnya dengan memberikan telapak tangannya juga.
"Deal!" ucap pria itu.
"Makan yang banyak!" kata Raksa.
Untuk ukuran perut Kalin yang kecil satu porsi king crab ini lumayan bikn dia dilanda kekenyangan. Raksa udah bisa memprediksi itu, makanya dia nggak pesen makanan yang aneh-aneh. Karena mulutnya akan menampung apa aja yang Kalin nggak mampu habiskan.
"Habis ini kita langsung pulang?"
"Terserah kamu aja, Cil! kamu mau kemana lagi, hayuk lah abang anterin..."
"Ke musium?"
__ADS_1
"Ngapain?" tanya Raksa yang menunggu si mbak kasir yang lagi menghitung.
"Ya nggak ngapa-ngapain. Pengen aja sih ke musium. Atau ke stadion?"
"Mau main gundu di stadion?" tanya Raksa. Aneh banget kalin nyebutin tempat yang pengen dia kunjungi.
"Main ular tangga mungkin! ya pengen aja sih ke stadion atau kemana gitu..."
"Kalau main ular tangga enakan juga di rumah, Cil! di tempat terbuka kayak gitu masa iya main ular tangga?" Raksa menaik-turunkan alisnya.
"Bukan yang ituuuuu..."
"Ciye yang udah gede langsung paham!" Raksa niruin gaya adiknya kalau lagi ngecengin orang.
"Ya udah kita ke sciens and Industry museum! biar pulang ke Indonesia mamang aku ini lebih pinter berkali-kali lipat!"
"Ular tangga aja deh, cil!"
"Ck, iiihhh apaan sih?!"
"Ci? ular tangga, Cil?!!" Raksa menegjar kalin yang kini keluar dari restoran setelah mereka sudah menyelesaikan pembayarannya.
Kalin membiarkan Raksa yang terus merengek memanggil namanya, dengan sesekali menyuruh kalin memperhatikan jalannya.
"Ini kita mau kemana, sih?"
"katanya kemana pun mau nganterin?!"
"Iya tapi kemana? aku harus tau dulu dong keman aarah dan tujuan kita.."
"Perpustakaan!" ucap kalin dnegan semangat.
__ADS_1
"Ck ck astagaa, gini amat hiburannya orang pinter!" ucap Raks ayang mengikuti kemana kaki Kalin berjalan.