
Musik menggema di seluruh penjuru ruangan. Kayaknya prom kali ini emang terniat dari tahun sebelumnya. Kalin sempet jadi panitia waktu itu dan ya paling mentok nyewa gedung yang harganya tergolong murah atau sekalian di cafe yang bagus tapi affordable gitu, intinya yang pas di kantong lah.
Tapi buat malam ini, usut punya usut acara prom tahun ini dibiayai oleh Radit. Cowok yang bukan hanya pinter, tapi juga tajir. Kesukaan lo lo pada, ye kan?!
Terus kenapa si Kalin bisa sampae tau? ya elah, bukan cuma Kalin keles, tapi satu sekolahan juga pada tau kalau prom night semua biaya ditanggung sama Radit. Tambah dielu-elu kan nama tuh bocah. Apalagi, panitia sempet ngumumin secara formal di atas panggung, beuh riuh banget sorak-sorakin nama Radit. Anak sultan emang!
"Pakai duit orangtua aja bangga!" gumam Raksa.
"Siapa tau bukan? siapa tau emang duit nya sendiri..." sahut Kalin lirih.
Raksa nengok dengan muka datar tanpa ekspresi. Wajahnya kehalang topeng, dia nggak tau gimana muka Raksa tapi Kalin yakin kalau tunangannnya itu pasti dongkol dengan jawabannya.
Niatnya supaya Kalin nggak dikenali, penampilan mereka justru menarik perhatian orang. Bnayak yang mencoba menebak siapa gadis dibalik topeng itu, dan nggak kalah bikin penasaran cowok yang disampingnya yang dari suaranya aja udah bikin hati bisa bergetar. Nggak ada yang menyangka cowok yang sempat datang ke sekolah, yang mereka panggil 'oppa' itu sekarang ada pakai topeng dan ikutan prom bareng mereka.
Nova cuma berdecih melihat kelakuan abangnya, "Udah tua makin aneh aja kelakuan!"
Dan itu kedengeran di telinga Farid, "Itu yang bikin kita tetep awet muda!" sahut Farid.
Farid bisa ngeliat kalau selama acara, raksa nggak lepas dari kalin. Dia ngikutin terus kemana gadis itu bergerak. Dan menurutnya ini kesempatan yang baik buat nanya hubungan Raksa dan Kalin itu langsung ke sumber yang terpercaya.
"Lo temenan sama Kalin?" tanya Farid.
"Sahabatan! udah dari lama!" sahut Nova.
"Jangan punya niatan buat naksir Kalin, karena dia udah punya abang gue?!" ucap gadis itu kemudian.
Farid ketawa kecil, "Nggak lah! tadi gue cuma nanya doang,"
"Emang sedeket apa hubungan mereka?" tanya Farid, berusaha mengorek info dari adek Raksa.
"Deket banget, dekeeeeettt banget?!!" Nova sengaja menekankan kata terakhirnya.
'Curiga nih gue?!' batin Nova yang aneh dengan pertanyaan dari Farid.
"Kenapa emang?" tanya Nova.
"Nggak apa-apa. Nanya aja. Soalnya gue baru liat Raksa segitu protective nya sama cewek?! noh, liatin aja..." farid nunjuk Raksa yang ga ngelepasin genggaman tangannya dari Kalin.
"Wajar lah, kan mereka pasangan?!!" kata Nova, dia pergi misah dari Farid.
Nova melipir ke stand minuman, dia engep ditanya-tanya mulu sama temen dari abangnya. Nova yang merupakan pensiunan agen isi ulang air minum, eh agen mata mata pun punya firasat yang tajam kalu orang yang bersamanya tadi ingin mengorek info sebanyak mungkin tentang abangnya dan juga Kalin.
Sementara Raksa sibuk jagain bocil nya. Yang keliatan nggak nyaman dengan situasi prom.
"Kenapa? lo kayak orang gelisah?" tanya Raksa.
__ADS_1
"Gue---"
"Iya, lo kenapa?" serobot Raksa, dia agak ngencengin suaranya yang nyaru dengan suara musik band yang lagi perform saat itu.
Kalin mendekatkan bibirnya ke telinga Raksa, takut si mamang kagak denger, "Nggak begitu suka acara beginian?!" ucapnya.
"Kenapa nggak bilang dari awal? kalau gitu kan nggak usah dateng kesini?!"
"Gue kan cuma nemenin Nova doang?!" kata Kalin.
Bruukkk?!!
Nggak sengaja ada yang menyenggol badan belakang Kalin, untung badan gadis itu reflek ditahan oleh Raksa. Rasa yang lain saat kulit mereka lagi-lagi bersentuhan.
"Sorry!" ucap salah satu gadis yang ucapannya diabaikan oleh kedua pasangan yang lagi tatap-tatapan.
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Kalin mulai bersahut-sahutan dengan jantung Raksa.
"Ehm, kita ... kita keluar aja gimana?" tanya Kalin.
Namun tiba-tiba lampu dimatikan!
"Kalin?" Raksa menarik kalin dalam pelukannya, dia pun melihat ke sekitar.
"Nggak mungkin konsleting listrik, kan?" tanya Kalin yang bikin bulu kuduk Raksa meremang ditengah situasi yang panik.
"Tenang semuanya. jangan panik?!! musik akan diputar dan bersenang-senanglah, kita berdansa malam ini?!!" ucap seorang MC pria dengan pengeras suara.
Ctekk!
Lampu seadanya pun dinyalakan.
Band yang terakhir tampil pun pun menyanyikan lagu super melow
Kalin menutupi matanya, berusaha beradaptai dengan cahaya yang baru saja diterima netra nya yang indah. Semua orang bergerak, kecuali dia yang masih diam bersama seseorang.
Dan dengan cahaya remang-remang begini, Kalin bisa ngeliat satu wajah dengan topeng yang sama dengan dirinya.
Tanpa sadar Raksa meletakkan tangannya di pinggang tunangannya itu, dia menarik kalin mendekat dan membawa gadis itu bergerak. Mereka saling menatap.
__ADS_1
Kalin bisa ngerasain detak jantung raksa saat dia menempelkan telapak tangannya di dada pria itu.
'Irama yang sama dengan jantung gue?!' batin Kalin.
"Kenapa?" tanya Raksa dengan suaranya yang berat.
Dan image Raksa yang nyebelin sekaligus jutek pun runtuh seketika. Suaranya yang berat dengan sapuan tangan di wajah Kalin membuat gadis itu hanya bisa terpaku. Kalin menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Raksa tadi.
Sesekali Raksa membuat pasangannya berputar, sebelum kembali merapatkan tubuhnya.
"Ada yang mau gue tanyain..." ucap Kalin.
"Apa?" lirih Raksa.
"Soal pertunangan kita..."
"Kenapa?" Raksa memandang pasangannya.
"Apa akan diteruskan atau?"
"Menurut lo?" Raksa tanya balik.
"Gue..."
Deg!
Deg!
Deg!
Tempo jantung Kalin makin cepat. Dia mau jawab apa, dia bingung. Bahkan dia sekarang bisa mendengar suara jantungnya sendiri yang berdegub makin kenceng.
"Suara jantung lo! gue bisa denger..." ucap Raksa.
Denger Raksa ngomong begitu, makin deg-deg an Kalin yang ada. raut wajah nya pun mulai berubah. Raksa yang tadinya menganggap bocil ini pengganggu dan bikin riweuh hidupnya, entah kenapa seneng banget ngeliat air wajah Kalin yang malu-malu nggak jelas, kayak sekarang.
"Lo salah denger,"
"Nggak mungkin?!" Raksa mengangkat dagu Kalin dengan satu jarinya. Rasanya candu banget ngeliat Kalin yang salah tingkah.
Apalagi dengan kedekatan mereka saat ini, rasanya Raksa bisa ngerasain degub jantung gadis yang dijodohkan dengannya itu, makin cepat tempo nya makin Raksa ingin mendekatkan wajahnya sampai akhirnya...
"Dalam hitungan ketiga, kalian harus switch ke kiri! menarilah bersama orang yang ada di hadapan kalian saat ini?!!" sura pria dengan pengeras suara.
"Satu ... dua ... tiga?!!" ucap si pembawa acara.
__ADS_1
Namun ketika yang lain bergerak menyamping, Raksa justru membawa kabur pasangan dansanya keluar, "Ikut gue?!!" ucapnya yang membawa Kalin pergi dari sana.